Lipesco Kaplet

02 Nov 2020| Dea Febriyani
Lipesco kaplet adalah suplemen bagi penderita diabetes untuk meringankan gejala neuropati diabetik.

Deskripsi obat

Lipesco kaplet adalah suplemen bagi penderita diabetes untuk meringankan gejala neuropati diabetik. Lipesco kaplet merupakan produk konsumen yang dapat dibeli secara bebas. Lipesco kaplet mengandung zat aktif asam alfa lipoat, vitamin B12, vitamin E, vitamin B1 mononitrat, dan vitamin B6 hidroklorida.

Lipesco Kaplet
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kandungan utamaAsam alfa lipoat, vitamin B12, vitamin E, vitamin B1 mononitrat, dan vitamin B6 hidroklorida.
Kelas terapiSuplemen dan terapi penunjang.
Klasifikasi obatSuplemen dan multivitamin.
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 kapsul
ProdusenPharmasi Binangkit

Informasi zat aktif

Vitamin E adalah antioksidan yang terjadi secara alami dalam makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran berdaun hijau. Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak yang penting untuk banyak proses dalam tubuh. Vitamin E adalah vitamin penting yang dibutuhkan untuk fungsi yang tepat dari banyak organ dalam tubuh.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin E diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Absorpsi GI bergantung pada keberadaan empedu. Hanya 20% hingga 60% vitamin yang diperoleh dari sumber makanan yang diserap. Dengan meningkatnya dosis, fraksi vitamin E yang diserap menurun.
  • Distribusi: Didistribusikan ke semua jaringan; disimpan dalam jaringan lemak atau adiposa.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Vitamin E diekskresikan terutama di empedu. Sejumlah kecil metabolit yang diekskresikan dalam urine.

Vitamin B1 (tiamin hidroklorida), vitamin B6 (piridoksin hidroklorida), dan vitamin B12 (sianokobalamin) merupakan vitamin neurotropik yang berfungsi untuk menjaga, memelihara, dan menormalkan fungsi saraf dengan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf dan memberikan asupan yang dibutuhkan agar saraf mampu bekerja dengan baik.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B1 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di sebagian besar jaringan tubuh dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Kelebihan tiamin diekskresikan dalam urin sebagai metabolit dan obat tidak berubah.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B6 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dikonversi menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat, yang disimpan dan dimetabolisme terutama di hati.
  • Ekskresi: asam 4-piridoksat dan metabolit aktif lainnya diekskresikan melalui urin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B12 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mengikat faktor intrinsik yang disekresikan oleh mukosa lambung, melalui saluran GI secara aktif atau dengan difusi pasif.
  • Distribusi: Di dalam darah, terikat pada transcobalamin II (protein pembawa B-globulin spesifik), didistribusikan dan disimpan di hati dan sumsum tulang. Melintasi plasenta dan sejumlah kecil masuk ke dalam ASI.
  • Ekskresi: melalui empedu dengan daur ulang enterohepatik, melalui urin (sebagai B12 tidak terikat dan dalam fraksi kecil).

Indikasi (manfaat) obat

Meringankan gelaja kerusakan saraf akibat gula darah terlalu tinggi dalam jangka waktu yang lama (neuropati diabetik) pada penderita kencing manis (diabetes), yang meliputi:

  • Kesemutan atau mati rasa pada bagian kaki atau tungkai bawah kaki.
  • Terkadang dapat terjadi di tangan atau lengan.
  • Nyeri atau sensasi terbakar.
  • Gangguan keseimbangan.

Asam alfa lipoat telah digunakan dalam pengobatan alternatif sebagai bantuan yang mungkin efektif dalam menurunkan berat badan, mengobati nyeri saraf diabetes, menyembuhkan luka, menurunkan gula darah. 
Vitamin E melindungi membran sel, vitamin A, vitamin C (asam askorbat), dan asam lemak tak jenuh dari oksidasi. Obat ini juga dapat bertindak sebagai kofaktor dalam sistem enzim, dan beberapa bukti ada bahwa itu menurunkan agregasi platelet. Vitamin E merupakan vitamin yang banyak dibutuhkan untuk fungsi organ dalam tubuh,  antioksidan, dan membantu memperlambat proses yang merusak sel.
Vitamin B1 merupakan vitamin yang dapat larut dalam air, vitamin ini membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi. Penyakit beri-beri disebabkan karena penumpukan asam piruvat dalam aliran darah, yang merupakan efek samping dari tubuh yang tidak dapat mengubah makanan menjadi energi.
Peradangan dapat menurunkan kadar vitamin B6 dalam darah, sehingga vitamin B6 dapat memperbaiki defisiensi dan mengurangi terjadinya peradangan. Vitamin B6 berperan dalam metabolisme asam amino, produksi sel darah merah, dan pembentukan neurotransmiter.
Vitamin B12 sangat penting untuk fungsi neurologis, produksi DNA, dan perkembangan sel darah merah.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1 kaplet/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Mual.
    Cobalah konsumsi obat ini setelah makan. Konsumsilah makanan ringan dan jangan mengonsumsi makanan berat atau pedas. Hubungi dokter Anda jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah yang cukup dan minum banyak cairan, sebaiknya jangan mengonsumsi alkohol saat merasa sakit kepala karena akan menimbulkan efek samping mengantuk serta mintalah apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah seminggu pertama.
  • Pusing.
    Agar tidak pingsan, berbaringlah ketika Anda merasa pusing, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping seperti pusing.
  • Perubahan pada penglihatan.
    Hindari mengemudi kendaraan, dan beristirahatlah.
  • Reaksi alergi seperti ruam pada kulit, gangguan pernapasan, syok anafilaksis, dan reaksi alergi yang menyebabkan terjadinya pembengkakan pada kulit atau mukosa (angioedema).
  • Lemas.
  • Gemetar.
  • Detak jantung yang cepat.
  • Lebih mudah lapar atau berkeringat.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes) sebab walaupun obat ini ditunjukan untuk penderita diabetes, bila tidak digunakan sesuai petunjuk dapat menyebabkan kadar gula darah yang rendah.
  • Pasien penderita gangguan tiroid.
  • Pasien penderita kekurangan (defisiensi) tiamin.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar.

Kategori kehamilan

Asam alfa lipoat:
Kategori N: Keamanan penggunaan lipesco kaplet pada ibu hamil dan menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Vitamin E:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan lipesco kaplet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Vitamin B1, vitamin B6, vitamin B12:
Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak menggangu perkembangan janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya.
Bila dikonsumsi dalam dosis berlebihan: Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan neufor kaplet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Pengobatan untuk kanker (kemoterapi).
    Ada beberapa kekhawatiran bahwa antioksidan seperti asam alfa lipoat dapat menurunkan efektivitas beberapa obat yang digunakan untuk kanker.
  • Obat untuk antidiabetes seperti glimepirid, gliburid, insulin, pioglitazon, rosiglitazon, klorpropamid, glipizid, tolbutamid.
    penggunaan asam alfa lipoat yang dapat menurunkan gula darah dengan obat diabetes dapat menyebabkan gula darah Anda terlalu rendah.
  • Levodopa.
    Penggunaan levodopa bersama vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12 dapat mengurangi efek terapi dari levodopa.
  • Siklosporin.
    Vitamin E dikonsumsi dengan siklosporin dapat meningkatkan absorpsi siklosporin dalam tubuh. Dengan meningkatkan berapa banyak siklosporin yang diserap tubuh, vitamin E dapat meningkatkan efek samping siklosporin.
  • Lovastatin, ketokonazol, itrakonazol, fexofenadine, dan triazolam.
    Vitamin E dapat menurunkan efektivitas obat yang diuraikan oleh hati, seperti obat-obat di atas.
  • Aspirin, klopidogrel, diklofenak, ibuprofen, naproksen, dalteparin, enoxaparin, heparin, dan warfarin.
    Vitamin E dapat memperlambat proses pembekuan darah, jika dikonsumsi dengan obat-obat di atas dapat meningkatkan kemungkinan memar dan perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalami:

  • Gejala gula darah rendah seperti sakit kepala, lapar, lemas, berkeringat, kebingungan, mudah tersinggung, pusing, detak jantung cepat, perasaan gelisah, dan pusing seperti Anda akan pingsan.
  • Mengi atau kesulitan bernapas.
  • Ruam atau gatal-gatal pada kulit.
  • Sedikit atau tidak dapat buang air kecil.
  • Sesak napas.
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau bagian tubuh lainnya.

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-767/alpha-lipoic-acid
Diakses pada 8 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/alpha-lipoic-acid.html
Diakses pada 8 Oktober 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vitamins-and-minerals/vitamin-e/
Diakses pada 8 Oktober 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/uvw021.html
Diakses pada 8 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/thiamine?mtype=generic
Diakses pada 8 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/pyridoxine?mtype=generic
Diakses pada 8 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cyanocobalamin?mtype=generic
Diakses pada 8 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/vitamin%20e?mtype=generic
Diakses pada 8 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email