Lioresal Tablet 10 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Lioresal tablet adalah obat untuk mengatasi otot yang kaku, tegang, dan kram.

Deskripsi obat

Lioresal tablet adalah obat untuk mengatasi permasalahaan otot kaku, tegang, kram otot, dan penyakit sistem imun yang menyerang saraf otak dan tulang belakang (multiple sclerosis). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Lioresal tablet mengandung zat aktif baclofen.
Lioresal Tablet 10 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaBaklofen.
Kelas terapiRelaksan otot.
Kemasan1 box isi 5 strip isi 10 tablet (10 mg)
ProdusenNovartis Pharmaceuticals

Informasi zat aktif

Baklofen atau analog struktural dari inhibitor neurotransmitter gamma aminobutyric acid (GABA) sebagai relaksan otot rangka yang bekerja dengan menghambat refleks monosinaptik dan polisinaptok di tulang belakang dan menstimulasi reseptor GABA dalam menghambat pelebasan asam amino glutamat dan aspartat atau dengan hiperpolarisasi pada pusat aferen primer sehingga dapat menenangkan otot yang tegang dan kaku. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, baklofen diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi secara cepat dan sempurna dari saluran pencernaan. Ketersediaan hayati sekitar 74% dan waktu puncak konsentrasi plasma sekitar 1 jam.
  • Distribusi: Melewati sawar darah otak dengan konsentrasi cairan cerebospinal di otak sekitar 8,5 kali lebih rendah daripada dlaam plasma. Melentasi plasenta dan memasuki ASI. Volume distribusi adalah 0,7 L/kg. Ikatan protein plasma adalah sekitar 30%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui deaminasi membentuk metabolit inaktif utamanya asam beta-(p-klorofenil)-4-hidroksibutirat.
  • Eskresi: Lebih dari 70% dieksreasi melalui urin dalam bentuk obat tidak berubah dan Dieskresi melalui feses. Waktu paruh eliminasi plasma adalah 3,75 ± 0,96 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Baklofen sebagai analog struktural dari inhibitor neurotransmitter gamma aminobutyric acid (GABA) bekerjasebagai relaksan otot rangka sehingga dapat:

  • Menenangkan otot yang tegang dan kaku.
  • Menagatasi kram otot.
  • Mengatasi penyakit sistem imun yang menyerang saraf otak dan tulang belakang (multiple sclerosis).

Komposisi obat

Baklofen 10 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 15 mg/hari dalam dosis terbagi. Dosis ditingkatkan secara bertahap sesuai respons.
    • Dosis regimen: 5 mg sebanyak 3 kali/hari selama 3 hari. Dosis dapat tingkatkan menjadi 10 mg sebanyak 3 kali/hari dan ditingkatkan kembali hingga 15 mg sebanyak 3 kali/hari. Peningkatan dosis dapat dilanjutkan hingga mencapai dosis maksimal 20 mg sebanyak 3 kali/hari. Hentikan pemakaian obat secara bertahap, jika gejala tak kunjung membaik setelah 6 minggu pengobatan.
  • Anak-anak: 0,3 mg/kgBB/hari disarankan dalam bentuk 4 dosis terbagi. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap setiap 1 minggu hingga manfaat obat dapat dirasakan oleh pasien.
    • Dosis pemeliharaan: 0,75-2 mg/kgBB/hari.
    • Dosis maksimal:
      • 8 tahun kebawah: 40 mg/hari.
      • 8-18 tahun: 60 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi bersama makanan.

Efek samping obat

Perhatian Khusus

  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki gangguan ginjal.
  • Pasien yang menderita gangguan mental seperti skizofrenia.
  • Pasien yang memiliki gangguan otak (stroke dan kejang).

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan lioresal tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang menderita kerusakan pada lapisan otot saluran pencernaan akibat aktivitas pepsin dan asam lambung yang berlebihan (ulkus peptikum).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Levodopa atau cardidopa.
      Penggunaan bersama baklofen meningkatkan efek samping seperti mual, gangguan mental, halusinasi, dan perasaan marah atau gelisah tanpa sebab (agitasi).
    • Tizanidin, obat opiat sintetik, obat penekan sistem saraf pusat (SSP), analgesik, neuroleptik, barbiturat, benzodiazepin, ansiolitik.
      Penggunaan bersama baklofen meningkatkan risiko mengantuk (efek sedasi) dan gangguan pernapasan (depresi saluran pernapasan) yang berakibat kurangnya ketersediaan oksigen pada organ tubuh.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika Anda mengalami salah satu dari gejala berikut, segera hubungi dokter Anda:

  • Melihat sesuatu atau mendengar suara-suara yang tidak ada.
  • Kejang.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/baclofen Diakses pada 5 Agustus 2020 Webmd. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12240/lioresal-oral/details Diakses pada 5 Agustus 2020 Medscape. https://reference.medscape.com/drug/lioresal-baclofen-343335#10 Diakses pada 5 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email