Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Lincomycin (Alias: Linkomisin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Virly Isella pada 07 Feb 2019
Lincomycin digunakan untuk mengobati infeksi berat yang disebabkan oleh bakteri anaerob.
Lincomycin hanya digunakan untuk mengobati infeksi berat yang disebabkan oleh bakteri anaerob.

Merk dagang yang beredar:

Biolincom, Comilin, Comyn, Ethilin, Lapilin, Linco MPL, Lincocin, Lincomycin, Lincophar, Lincoze, Lincyn, Lintropsin, Miracom, Nichomycin, Nolipo 500, Nolipo Syrup, Percocyn, Pritalinc, Tamcocin, Tismamisin, Zencocin 500.

Lincomycin merupakan antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Lincomycin juga digunakan untuk pasien yang memiliki reaksi alergi terhadap antibiotik seperti penisilin. Obat ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri.

Lincomycin (Linkomisin)
Golongan

Antibiotik

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Suntik, sirup, kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak di atas 1 bulan

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Lincomycin dikeluarkan dalam ASI bila dikonsumsi selama menyusui. Meskipun tidak ada pelaporan mengenai efek samping yang ditimbulkan pada bayi, namun data ini masih sangat terbatas. Sehingga penggunaannya harus dengan hati-hati. Pertimbangkan untuk menggunakan alternatif obat lainnya. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi obat ini.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.

Injeksi intramuskular
Infeksi anaerob berat

  • Dewasa: 600 mg, 1–2 kali sehari.
  • Anak-anak ≥ 1 bulan: 10-20 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi.

Intravena
Infeksi anaerob berat 

  • Dewasa: 0,6–1 gram, 2–3 kali sehari, diinfus selama setidaknya 1 jam. (Dosis maksimal: 8 gram/hari)
  • Anak-anak ≥ 1 bulan: 10–20 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi.

Oral
Infeksi anaerob berat

  • Dewasa: 500 mg, 3–4 kali sehari.
  • Anak-anak ≥ 1 bulan: 30–60 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi.

Aturan pakai Lincomycin dengan benar

Suntikan lincomycin hanya diberikan oleh petugas medis. Dosis penggunaan lincomycin sebaiknya mengikuti anjuran dari dokter. Obat ini harus diminum saat perut kosong. Minum dengan segelas air 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan. Konsumsilah obat ini sesuai dengan anjuran dari dokter agar mendapatkan manfaat yang efektif. Jangan berhenti mengonsumsi obat ini bahkan jika Anda sudah merasa lebih baik, karena berhenti mengonsumsi antibiotik terlalu cepat dapat menyebabkan kembalinya pertumbuhan bakteri.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi bila terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis. Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian lincomycin antara lain:

  • Sakit kepala, pusing
  • Vertigo
  • Telinga berdenging
  • Mual, muntah
  • Diare, sakit perut
  • Nyeri otot
  • Sariawan
  • Ruam
  • Terjadi lebam-lebam
  • Penyakit Kuning
  • Hipotensi
  • Reaksi alergi ringan hingga berat

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping lain diluar daftar di atas, konsultasikan segera ke dokter Anda.

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Riwayat gangguan pencernaan terutama kolitis
  • Riwayat asma atau alergi
  • Gangguan hati atau ginjal yang berat
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi secara bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat secara bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu, bila perlu dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi lincomycin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Meningkatkan risiko efek samping bila dikonsumsi dengan obat relaksan otot seperti pancuronium.
  • Mengurangi penyerapan lincomycin bila dikonsumsi bersamaan dengan kaolin.
  • Melawan efek eritromisin bila dikonsumsi bersamaan dengan lincomycin.
  • Makanan akan menurunkan kecepatan penyerapan obat.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/linkomisin
Diakses pada 21 November 2018

Gerald G. Briggs, Roger K. Freeman, Sumner J. YaffeDrugs in Pregnancy and Lactation: A Reference Guide to Fetal and Neonatal Risk. 2011. https://books.google.co.id/books?id=OIgTE4aynrMC&pg=PA833&lpg=PA833&dq=lincomycin+in+breastfeeding

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/lincomycin-injection-route/description/drg-20064534
Diakses pada 21 November 2018

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/lincomycin/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 21 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top