Licoprima Suspensi 60 ml

Licoprima digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih, infeksi pencernaan, infeksi pernafasan, serta infeksi THT.

Deskripsi obat

Licoprima suspensi adalah obat untuk mengobati infeksi saluran kemih, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran pernapasan, serta infeksi telinga, hidung, dan tenggorokan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Licoprima suspensi mengandung trimethoprim dan sulfamethoxazole.
Kombinasi trimethoprim dan sulfamethoxazole disebut juga cotrimoxazole. Obat ini berada dalam kelas obat sulfonamida, yaitu golongan antibotik yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri. Antibiotik ini tidak akan membunuh virus yang menyebabkan pilek, flu, atau infeksi virus lainnya.
Cotrimoxazole digunakan untuk mengobati infeksi bakteri tertentu, seperti peradangan pada paru-paru yang disebabkan infeksi bakteri (pneumonia), infeksi pada cabang saluran pernapasan atau bronkus (bronkitis), serta infeksi saluran kemih, telinga, dan usus. Selain itu, obat ini juga dapat mengatasi diare.

Licoprima Suspensi 60 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kandungan utamaCotrimoxazole (sulfametoxazole dan trimethoprim).
Kelas terapiAntiinfeksi.
Klasifikasi obatSulfonamid.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 60 ml
ProdusenBerlico Mulia Farma

Informasi zat aktif

Sulfametoxazole bekerja dengan cara mengganggu sintesis dan pembentukan asam folat bakteri melalui penghambatan pembentukan asam dihidrofolat dari asam paraaminobenzoat. Sementara, trimethoprim bekerja dengan cara menghambat perubahan asam dihidrofolat, yang merupakan enzim untuk mengaktifkan jalur metabolisme asam folat dengan mengubah dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat. Proses tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri (bakteriostatik) dan membunuh bakteri (bakterisidal).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, cotrimoxazole diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam jaringan dan cairan tubuh.
  • Metabolisme: Dimetabolisme oleh hati.
  • Ekskresi: Melalui urine dan ASI.

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati:

  • Infeksi saluran kemih yang disebabkan bakteri E. Coli, Klebsiella, Enterobacter, dan Proteus mirabilis.
  • Infeksi saluran pencernaan yang disebabkan bakteri Salmonella dan Shigella, seperti:
    • Penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella typhii, yaitu demam tifoid.
    • Penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Salmonella parathyphi, yaitu demam paratifoid.
    • Peradangan usus yang disebabkan bakteri Shigella, yaitu disentri basiler.
  • Infeksi saluran pernafasan yang disebabkan bakteri H. Influenzae dan S. Pneumoniae.
  • Infeksi telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) yang disebabkan bakteri H. Influenzae dan S. Pneumoniae, seperti:
    • Infeksi akut pada telinga bagian tengah, tepatnya pada rongga di belakang gendang telinga (otitis media).
    • Sinusitis akut, yaitu peradangan sinus yang menyebabkan penumpukan lendir yang umumnya terjadi ketika pilek.

Cotrimoxazole adalah antibiotik yang bekerja dengan cara menghambat enzim metabolisme asam folat pada bakteri penginfeksi. Cotrimoxazole umumnya bersifat bakterisidal atau dapat membunuh bakteri dengan menghambat pertumbuhannya.

Komposisi obat

Tiap 5 ml:

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Bayi berusia lebih dari 2 bulan:

  • Berat badan 10 kg: 1 sendok takar 5 ml sebanyak 2 kali/hari (setiap 12 jam).
  • Berat badan 20 kg: 2 sendok takar 5 ml (10 ml) sebanyak 2 kali/hari (setiap 12 jam).
  • Berat badan 30 kg: 3 sendok takar 5 ml (15 ml) sebanyak 2 kali/hari (setiap 12 jam).
  • Berat badan 40 kg: 4 sendok takar 5 ml (20 ml) sebanyak 2 kali/hari (setiap 12 jam).

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

Efek samping obat

  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis karena minuman mengandung gula dapat membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Ruam kulit.
  • Demam.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Rendahnya kadar sel darah putih (leukopenia).
  • Rendahnya kadar trombosit (trombositopenia).
  • Kgagalan pembentukan granulosit (agranulosit).
  • Kegagalan pembentukan sel darah (anemia aplastik).
  • Kelainan darah (diskrasia).
  • Pada penggunaan jangka panjang, pernah dilaporkan adanya kelainan pembentukan sel darah merah (anemia megaloblastik).

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu 30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan gangguan ginjal dan hati.
  • Pasien dengan kelainan darah, seperti porfiria dan anemia akibat defisiensi vitamin.
  • Pasien dengan kelainan darah akibat pengobatan dengan trimetoprim dan sulfametoxazole.
  • Pasien dengan gangguan sumsum tulang belakang.
  • Pasien penderita ketidakseimbangan mineral dalam tubuh, seperti memiliki kadar kalium tinggi atau kadar natrium rendah dalam darah.
  • Pasien dengan kadar gula darah tinggi (diabetes melitus).
  • Pasien yang memiliki berbagai alergi.
  • Pasien penderita asma.
  • Pasien penderita anemia.
  • Pasien yang mengalami kekurangan vitamin atau asam folat.

Kategori kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Penggunaan bersamaan leucovorin untuk pengobatan P. jiroveci pada pasien positif HIV.
  • Bayi berusia kurang dari 6 minggu.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Metenamin.
    Metenamin dapat meningkatkan risiko terdapatnya kristal pada urine (kristaluria).
  • Fenitoin.
    Kombinasi sulfametoksazol dan trimetoprim dapat meningkatkan waktu paruh fenitoin, sehingga kadar fenitoin dalam darah meningkat dan menyebabkan efek samping, seperti pusing dan vertigo.
  • Anisindion.
    Anisindion dapat meningkatkan risiko perdarahan, terutama jika Anda sudah lanjut usia atau memiliki gangguan ginjal atau hati.
  • Klozapin.
    Klozapin dapat menurunkan jumlah sel darah putih, sehingga dapat memengaruhi fungsi sumsum tulang.
  • Amilorid, benazepril, dan captopril.
    Amilorid, benazepril, dan captopril dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah. Kadar kalium tinggi dapat berkembang menjadi kondisi yang disebut hiperkalemia. Pada kasus parah, kondisi ini dapat menyebabkan gagal ginjal, kelumpuhan otot, irama jantung tidak teratur, dan serangan jantung.
  • Amiodarone.
    Amiodarone dapat meningkatkan risiko jantung berdetak cepat di atas normal (aritmia ventrikular).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Terjadi kelemahan otot dan perubahan mental atau mood.
  • Rasa kantuk yang ekstrim.
  • Terjadi tanda-tanda gula darah rendah, seperti berkeringat tiba-tiba, gemetar, detak jantung cepat, lapar, penglihatan kabur, pusing, atau kesemutan pada tangan atau kaki.
  • Terjadi tanda-tanda masalah ginjal, seperti perubahan jumlah urine dan adanya darah dalam urine.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera informasikan kepada dokter Anda. Jangan menghentikan obat tanpa persetujuan dari dokter.

Berlico Mulia Farma. http://berlico.co.id/product/licoprima-sirup
Diakses pada 4 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4083/trimethoprim-oral/details
Diakses pada 4 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3409-1071/sulfamethoxazole-trimethoprim-oral/sulfamethoxazole-trimethoprim-suspension-oral/details
Diakses pada 4 Desember 2020

Patient. https://patient.info/medicine/co-trimoxazole-for-infection
Diakses pada 4 Desember 2020

GlowM. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/c087.html
Diakses pada 4 Desember 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a684026.html#:~:text=Co%2Dtrimoxazole%20is%20a%20combination,flu%2C%20or%20other%20viral%20infections.
Diakses pada 4 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email