Levopar tablet obat yang berguna untuk mengobati penyakit parkinson.
Levopar tablet obat yang berguna untuk mengobati penyakit parkinson.
Levopar tablet obat yang berguna untuk mengobati penyakit parkinson.
Levopar tablet obat yang berguna untuk mengobati penyakit parkinson.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 5.500/butir per Desember 2019
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet
Produsen Meprofarm

Levopar obat yang berguna untuk mengobati gejala dan penyakit parkinson kecuali parkinsonisme yang disebabkan oleh obat. Obat ini merupakan golongan obat keras yang memerlukan resep dokter. Levopar mengandung zak aktif levodopa dan benserazide HCL.

Mengobati penyakit parkinson, gejala parkinsonisme (post ensepalitis, serebral arteriosklerosis, keracunan) kecuali parkinsonisme yang disebabkan oleh obat.

  • Levodopa 100 mg.
  • Benserazide 25 mg.
  • Dewasa:
    • Dosis awal: ½ tablet (50 mg) sebanyak 3-4 kali/hari, atau 1 tablet (100 mg) sebanyak 3 kali/hari bila penyakit sudah mencapai tahap lanjut.
    • Dosis efektif: 400-800 mg/hari dalam dosis terbagi.
    • Aturan penambahan dosis: Tiap 1 atau 2 kali/minggu dosis perhari dapat ditambah 100 mg.
  • Pasien penderita usia lanjut:
    • Dosis awal: ½ tablet (50 mg) sebanyak 1-2 kali/hari.
    • Aturan penambahan dosis: tiap 3-4 hari dosis ditambah 50 mg.

Dikonsumsi sesudah makan.

  • Anoreksia.
  • Gangguan gastrointestinal.
  • Gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia).
  • Penurunan tekanan darah yang terjadi tiba-tiba saat berubah posisi dari telentang ke posisi duduk atau tegak (hipotensi ortostatik).
  • Gerakan involunter abnormal seperti atetosis pada akhir pengobatan.
  • Rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh (leukopenia).
  • Jumlah keping darah (trombosit) rendah dalam tubuh (trombositopenia).
  • Diare.
  • Flushing.
  • Berkeringat.
  • Mengantuk.
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma)
  • Hipersensitif terhadap levodopa dan benserazide HCl
  • Penderita yang mengalami gangguan endokrin, ginjal, hati dan jantung yang berat.
  • Penderita psikosis & psikoneurosis berat
  • Penderita dengan usia dibawah 25 tahun
  • Wanita hamil
  • Dikombinasi dengan MAOI, kecuali selegiline
  • Levodopa diperkirakan dapat mengaktivasi melanoma malignum, oleh karena itu levopar tidak dapat digunakan pada pasien dengan riwayat atau menderita melanoma malignum
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita dengan riwayat infark miokardium.
  • Pasien kondisi di mana aliran darah menuju ke jantung berkurang secara tiba-tiba (insufisiensi koroner).
  • Pasien Jantung berdebar-debar (aritmia).
  • Pasien dengan riwayat tukak lambung (ulkus lambung).
  • Hentikan pemberian levopar 12-48 jam sebelum operasi dengan anastesi umum
  • Jika pasien terpaksa dioperasi ketika sedang menggunakan levopar hindari anestesi siklopropane atau halotan.
  • Pasien penderita dengan gangguan hati osteomalasia.
  • Neuroleptik.
  • Penghambat monoaminoksidase.
  • Opioid.

Sesuai kemasan per Desember 2019

Artikel Terkait