Levonorgestrel (Alias: Postinor)

Terakhir ditinjau oleh dr. Virly Isella pada 07 Feb 2019
Levonorgestrel merupakan progestin (bentuk sintetik hormon seks wanita, progesteron)
Levonorgestrel adalah obat dan alat kontrasepsi

Merk dagang yang beredar:

Andalan, Cyclogynon, Duplant, Indoplant, Jadelle, Jadena, Levygest-28, Marplant, Microgynon, Microlut, Mirena, Nogestat, Novadiol 28, Pil KB 1 Kombinasi, Planorges, Postinor-2, Sino Implant, Susuk KB II Tiga Tahunan, Valenor 2

Levonorgestrel adalah progestin (bentuk sintetik hormon seks wanita, progesteron) adalah obat dan alat kontrasepsi termasuk didalamnya kontrasepsi darurat untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan seks yang tidak menggunakan pelindung, atau akibat kegagalan alat kontrasepsi lainnya. Levonorgestrel bekerja dengan mencegah pelepasan sel telur dari ovarium, mengubah kualitas cairan serviks sehingga sperma tidak dapat hidup, serta mengubah lapisan rahim untuk mencegah sel telur menempel pada rahim.

Levonorgestrel (Postinor)
Golongan

Hormon progestin

Kategori Obat

Obat bebas

Bentuk Obat

Tablet, Implan

Dikonsumsi oleh

Wanita

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori X: Penelitian pada hewan percobaan atau manusia telah menunjukkan abnormalitas pada janin, atau ada bukti risiko kepada janin berdasarkan pengalaman pengguna, atau keduanya. Risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas melebihi kemungkinan adanya manfaat. Obat ini tidak boleh digunakan pada wanita yang hamil atau akan hamil.

Meskipun kontrasepsi non-hormonal lebih dipilih pada saat menyusui, namun kontrasepsi hormonal yang hanya mengandung progestin seperti levonorgestrel menjadi kontrasepsi hormonal pilihan saat menyusui karena tidak mempengaruhi komposisi ASI, pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum memulai pengobatan. 

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.

Oral

Kontrasepsi darurat:

Dewasa: 1,5 mg segera setelah berhubungan (tidak melewati 3 hari) atau 750 mcg segera setelah berhubungan (tidak melewati 3 hari) diikuti dengan dosis kedua 12 jam kemudian. Beberapa obat mengkombinasikan antara levonorgestrel 500 mcg dan etinilestradiol 100 mcg; obat kombinasi ini dapat diberikan dalam waktu 72 jam setelah berhubungan diikuti oleh dosis kedua 12 jam kemudian.

Kontrasepsi:

Dewasa: Terapi tunggal: 30 atau 37,5 mcg/hari. Kontrasepsi oral kombinasi (KOK) monofasik: 150–250 mcg/hari. KOK trifasik: 50–125 mcg/hari.

Terapi pengganti hormon pada menopause:

Dewasa: Sebagai komponen progestogenic: 75–250 mcg selama 10–12 hari dalam siklus 28 hari.

Subkutan:

Kontrasepsi:

Dewasa: Masukan 6 implan (36 mg/implan) dibawah kulit dalam waktu 7 hari pertama siklus menstruasi dan ganti dalam rentang waktu hingga 5 tahun.

Aturan pakai Levonorgestrel dengan benar

Baca petunjuk dan ikuti anjuran dokter Anda. Levonorgestrel dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Alat kontrasepsi tidak 100 persen efektif untuk mencegah kehamilan. Obat ini dapat mengubah waktu menstruasi dan banyaknya perdarahan. 

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi bila terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis. Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian levonorgestrel antara lain:

  • Menstruasi menjadi tidak teratur
  • Mual atau muntah
  • Sakit kepala, pusing
  • Rasa tidak nyaman pada bagian payudara
  • Gangguan kulit
  • Gangguan nafsu makan
  • Edema (bengkak)
  • Perubahan libido
  • Kuning
  • Hilangnya rambut atau pertumbuhan rambut berlebih
  • Munculnya lebam–lebam
  • Berpotensi fatal: Trombositopenia (kadar trombosit dalam darah rendah) dan stroke. Penggunaan kontrasepsi oral (estrogen-progestin) berhubungan dengan peningkatan risiko beberapa kondisi serius seperti tromboemboli (sumbatan pada pembuluh darah), stroke, serangan jantung, hipertensi dan risiko ini meningkat pada wanita dengan riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah, perokok berat (≥15 rokok/hari), serta wanita dengan usia lebih dari 35 tahun. Maka penggunaan levonorgestrel harus dengan sangat hati-hati pada populasi ini, jika ada pilihan kontrasepsi lain disarankan untuk menggunakan alternatif kontrasepsi lainnya.

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping lain diluar daftar di atas, konsultasikan segera ke dokter Anda.

Peringatan

Konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Sindrom malabsorbsi
  • Kista ovarium
  • Penyakit hati
  • Penyakit jantung
  • Gangguan ginjal
  • Diabetes Melitus
  • Asma
  • Epilepsi
  • Migrain
  • Menyusui

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Riwayat alergi terhadap levonorgestrel
  • Kehamilan
  • Perdarahan pada vagina
  • Penyakit arteri berat
  • Adenoma hati
  • Porfiria
  • Riwayat mola hidatidosa
  • Riwayat kanker payudara
  • Gangguan hati

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi secara bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat secara bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu, bila perlu dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya. Interaksi yang dapat terjadi antara lain:

  • Menggunakan obat-obatan yang merangsang enzim seperti aminoglutethimide dapat mengurangi efektivitas levonorgestrel.
  • Menghambat metabolisme ciclosporin.
  • Pemberian bersamaan dengan ampisilin, rifampisin, kloramfenikol, neomisin, sulfonamida, tetrasiklin, fenitoin, griseofulvin, karbamazepin dan pirimidone dapat menurunkan efek kontrasepsi.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

American Society of Health System Pharmacists; AHFS Drug Information 2010. Bethesda, MD. (2010), p.3112.

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/levonorgestrel
Diakses pada 21 November 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/levonorgestrel-oral-route/description/drg-20074413
Diakses pada 21 November 2018.

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/levonorgestrel?mtype=generic
Diakses pada 21 November 2018.

NIH. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/13109#section=2D-Structure
Diakses pada 21 November 2018.

Peck R, Rella W, Mozzangea B. Does Levonorgestrel emergency contraceptive have a post-fertilization effect? A review of its mechanism of action. The Linacre Quarterly. 2016. 

Web MD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-17833-1347/levonorgestrel-oral/levonorgestrel-1-5-mg-oral/details
Diakses pada 21 November 2018.

Artikel Terkait:
Back to Top