Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Levofloxacin (Alias: Levofloxacin)

Ditulis oleh Maria Yuniar
Terakhir ditinjau oleh dr. Virly
Selain mengobati infeksi kulit akibat bakteri antraks, Levofloxacin dapat mengobati infeksi saluran kemih
Infeksi atau luka di kulit bisa menjadi penyebab penularan bakteri antraks.

Merk dagang yang beredar:

Armolev 500, Cravit/Cravit IV, Cravox/Cravox IV, Difloxin, Floxacap, Farlev/Farlev 750, Ikaquix, Lecrav 500, Levocin, Lexa, Lekuicin, Levoxal, Lovequin, Levocin eye drops, LQ-500/LQ infus, Metilev, Mosardal, Nufalev, Nislev/Nislev IV, Prolecin/Prolecin infusion, Rinvox, Simlev, Tevox, Volequin, Voxin, Volox, Zidalev

Levofloxacin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih, infeksi kulit, sinusitis, infeksi prostat. Obat ini termasuk antibiotik golongan kuinolon. Obat ini bekerja membunuh dan mencegah pertumbuhan bakteri. 

Levofloxacin (Levofloxacin)
Golongan

Antibiotik golongan quinolone

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet, tetes mata, suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Penggunaan levofloxacin selama kehamilan perlu digunakan secara hati-hati. Bayi yang mendapatkan ASI dari ibu yang megonsumsi levofloxacin harus dipantau adanya kemungkinan efek pada flora saluran pencernaan (diare atau kandidiasis). Penundaan pemberian ASI selama 4–6 jam setelah mengonsumsi levofloxacin dapat mengurangi paparan levofloxacin ke bayi. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum penggunaannya.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Oral
Anak:

<5 tahun: 10 mg/kgBB/dosis. Diberikan dua kali sehari. Dosis maksimal 500 mg/hari

5 tahun: 10 mg/kgBB/dosis. Diberikan sekali sehari. Dosis maksimal: 750 mg/hari.

  • Pyelonefritis

Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 7–10 hari

  • Infeksi saluran kemih komplikata

Dewasa: 500 mg satu kali sehari selama 7-14 hari.

  • Infeksi saluran kemih non-komplikata

Dewasa: 250 mg sekali sehari selama 3 hari.

  • Prostatitis bakterial kronis

Dewasa: 500 mg satu kali sehari selama 28 hari.

  • Eksaserbasi bakterial akut pada bronkitis kronis

Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 7–10 hari

  • Sinusitis bakterial akut

Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 10–14 hari.

  • Pneumonia komunitas

Dewasa: 500 mg satu kali sehari selama 7-14 hari.

Anak:

6 bulan – <5 tahun: 8–10 mg/kgBB/dosis. Diberikan dua kali sehari. Dosis maksimal : 750 mg/hari.

5–16 tahun: 8–10 mg/kgBB/hari. Dosis maksimal: 750 mg/hari.

  • Infeksi kulit berat

Dewasa: 500 mg satu kali sehari selama 7-14 hari.

Intravena
Infeksi saluran kemih komplikata

Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 7–14 hari. Diinfus selama paling tidak 60 menit

  • Pyelonefritis :

Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 7–10 hari. Diinfus selama paling tidak 60 menit.

  • Pneumonia komunitas, infeksi kulit berat

Dewasa: 500 mg sekali sehari atau dua kali sehari selama 7–14 hari. Diinfus selama paling tidak 60 menit.

Aturan pakai Levofloxacin dengan benar

Baca petunjuk obat Levofloxacin atau ikuti sesuai anjuran dokter sebelum menggunakan obat ini. Obat ini dikonsumsi dengan atau tanpa makan biasanya satu kali sehari. Dosis diberikan sesuai kondisi medis.

Konsumsi obat secara teratur dan jangan berhenti. Jika sudah merasa sehat, terus konsumsi obat ini hingga selesai sesuai anjuran dokter. Memberhentikan obat lebih awal dapat menyebabkan infeksi timbul kembali. Beri tahu dokter jika kondisi Anda semakin memburuk. 

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi bila terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis. Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian levofloxacin antara lain:

  • Saluran pencernaan: Mual, diare dan konstipasi
  • Sakit kepala
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Gangguan irama jantung
  • Gangguan pada sistem otot dan rangka (nyeri atau radang pada sendi)
  • Demam
  • Penurunan pandangan
  • Radang tenggorokan
  • Reaksi alergi ringan sampai berat

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping lain diluar daftar di atas, konsultasikan segera ke dokter Anda.

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Gangguan irama jantung
  • Gangguan elektrolit (hipokalemia)
  • Diabetes
  • Riwayat penyakit kejiwaan
  • Gangguan sistem saraf pusat (seperti epilepsi) atau faktor risiko lain yang mencetuskan terjadinya kejang
  • Gangguan ginjal
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Alergi terhadap levofloxacin atau golongan obat kuinolon lainnya.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi secara bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat secara bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu, bila perlu dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi obat levofloxacin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Menurunkan penyerapan levofloxacin bila dikonsumsi bersamaan dengan sukralfat, didanosin, antasida yang mengandung magnesium atau aluminum, suplemen makanan yang mengandung zinc, magnesium atau besi.
  • Meningkatkan risiko gangguan tendon berat bila dikonsumsi bersamaan dengan kortikosteroid.
  • Gangguan kadar glukosa bila dikonsumsi bersamaan dengan obat anti diabetes (insulin, glibenklamid).
  • Meningkatkan stimulasi sistem saraf pusat dan risiko kejang bila dikonsumsi dengan dengan OAINS.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

Hughes H. Kahl LK. The Harriet Lane Handbook 21st ed. Elsevier. 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/levofloxacin-oral-route/description/drg-20064518
Diakses pada 21 November 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/levofloxacin/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 21 November 2018.

NIH. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501002/
Diakses pada 21 November 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-14495-8235/levofloxacin-oral/levofloxacin-oral/details
Diakses pada 21 November 2018.

Artikel Terkait:
Back to Top