Levofloxacin

27 Apr 2021| Maria Yuniar
Ditinjau oleh dr. Virly
Levofloxacin digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri

Levofloxacin digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Armolev 500, Cravit/Cravit IV, Cravox/Cravox IV, Difloxin, Floxacap, Farlev/Farlev 750, Ikaquix, Lecrav 500, Levocin, Lexa, Lekuicin, Levoxal, Lovequin, Levocin eye drops, LQ-500/LQ infus, Metilev, Mosardal, Nufalev, Nislev/Nislev IV, Prolecin/Prolecin infusion, Rinvox, Simlev, Tevox, Volequin, Voxin, Volox, Zidalev

Deskripsi obat

Levofloxacin digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti peradangan dinding sinus (infeksi sinus), infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan jaringan lunak, serta infeksi prostat.

Obat ini juga digunakan untuk mencegah penyakit antraks pada orang yang mungkin terpapar kuman antraks di udara dan penyakit pes (plague), yaitu penyakit yang disebabkan bakteri Yersinia pestis.

Levofloxacin termasuk ke dalam antibiotik kuinolon yang bekerja dengan mencegah pertumbuhan dan membunuh bakteri. Antibiotik ini hanya efektif mengobati infeksi bakteri dan tidak akan bekerja untuk pilek, flu, atau infeksi virus lainnya.

Levofloxacin (Levofloksasin)
GolonganKelas terapi: Antiinfeksi Klasifikasi obat: Antibiotik kuinolon
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, kaplet, injeksi, inhaler
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Petunjuk umum konsumsi

Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Oral
Sinusitis bakteri akut

  • Dewasa: 500 mg/hari selama 10-14 hari

Pneumonia serta infeksi kulit dan jaringan lunak yang rumit

  • Dewasa: 500 mg/hari atau 2 kali/hari selama 7-14 hari

Peradangan kelenjar prostat (prostatitis) bakteri kronis

  • Dewasa: 500 mg/hari selama 28 hari

Infeksi bakteri akut pada bronkitis kronis dan penyakit saluran kemih bagian atas atau yang disebut pielonefritis

  • Dewasa: 500 mg/hari selama 7-10 hari

Pengobatan dan pencegahan pascainfeksi antraks

  • Dewasa: 500 mg/hari selama 8 minggu
  • Anak-anak usia 6 bulan ke atas:
    • 50 kg ke bawah: 8 mg/kgBB hingga maksimal 250 mg setiap 12 jam
    • 50 kg ke atas: 500 mg setiap 24 jam. Semua dosis diberikan selama 60 hari.

Peradangan kandung kemih (sistitis) tanpa komplikasi

  • Dewasa: 250 mg/hari selama 3 hari

Infeksi saluran kemih

  • Dewasa: 500 mg/hari selama 7-14 hari

Intravena atau injeksi pembuluh darah
Infeksi saluran kemih

  • Dewasa: 500 mg/hari selama 7-14 hari, diinfuskan selama 60 menit

Prostatitis bakteri kronis

  • Dewasa: 500 mg/hari selama 28 hari, diinfuskan selama 60 menit

Pneumonia yang didapat dari komunitas serta infeksi kulit dan jaringan lunak yang rumit

  • Dewasa: 500 mg/hari atau 2 kali lipat selama 7-14 hari, diinfuskan selama 60 menit

Pielonefritis

  • Dewasa: 500 mg/hari selama 7-10 hari, diinfuskan selama 60 menit

Pengobatan dan pencegahan (profilaksis) setelah terinfeksi antraks melalui udara

  • Dewasa: 500 mg/hari selama 8 minggu, diinfuskan selama 60 menit
  • Anak-anak usia 6 bulan ke atas:
    • 50 kg ke bawah: 8 mg/kgBB hingga maksimal 250 mg setiap 12 jam
    • 50 kg ke atas: 500 mg setiap 24 jam. Semua dosis diberikan selama 60 hari.

Obat tetes mata
Luka atau ulkus kornea akibat bakteri

  • Dewasa:
    • Larutan 1,5%: Teteskan 1-2 tetes ke mata yang terkena setiap 30 menit hingga setiap 2 jam selama jam bangun dan kira-kira 4 dan 6 jam setelah pensiun pada hari 1-3, kemudian setiap 1-4 jam saat terjaga kemudian.

Peradangan konjungtiva (konjungtivitis)

  • Dewasa:
    • Larutan 0,5%: Teteskan 1-2 tetes ke mata yang terinfeksi 2 hingga 8 kali sehari saat jam bangun tidur selama 1-2 hari, lalu 4 kali sehari pada hari ketiga hingga kelima. Durasi pengobatan tergantung pada tingkat keparahan dan jenis infeksi. Durasi biasa 5 hari.
  • Anak-anak 1 tahun ke atas: Sama dengan dosis dewasa

Inhalasi
Infeksi paru

  • Dewasa: 240 mg tawaran (12 jam) melalui nebuliser selama 28 hari diikuti dengan 28 hari bebas pengobatan. Siklus dapat diulang sesuai respons pasien.

Aturan pakai obat

  • Oral: Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan
  • Injeksi: Dilakukan secara langsung oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter
  • Obat tetes mata: Teteskan pada mata yang terinfeksi
  • Inhalasi: Dihirup dengan bantuan alat nebuliser

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan levofloxacin adalah:

  • Sakit kepala
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak air. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama mengonsumsi bisoprolol. Hubungi dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Diare
    Minumlah sedikit air tetapi dalam waktu sering. Jika Anda mengalami gejala dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, segera hubungi dokter Anda. Hindari mengonsumsi obat lain untuk menghentikan diare tanpa konsultasi dengan apoteker atau dokter terlebih dahulu.
  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah buruk.
  • Muntah
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan dengan rasa yang kuat, seperti makanan pedas.
  • Pusing
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda pusing.
  • Perubahan sementara pada enzim hati
  • Gangguan tidur

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan levofloxacin pada kondisi:

  • Gejala gangguan susunan saraf pusat
  • Gangguan fungsi ginjal dengan pembersihan kreatinin (klirens kreatinin) 50 ml/menit ke bawah
  • Penderita kencing manis yang menggunakan insulin atau obat antidiabetes
  • Mengemudi dan mengoperasikan mesin
  • Kehamilan dan menyusui

Hentikan penggunaan jika Anda mengalami alergi, paparan sinar matahari berlebihan, nyeri, dan peradangan. Dosis mungkin perlu dikurangi pada orang dengan fungsi ginjal buruk. Lakukan pemeriksaan berkala terhadap fungsi ginjal, hati, dan darah.

Penyimpanan

  • Oral dan obat tetes: Simpan pada suhu antara 20-25°C
  • Injeksi: Simpan pada suhu di bawah 25°C dan jauhkan dari cahaya matahari langsung

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan levofloxacin pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap levofloxacin
  • Gangguan irama jantung tertentu
  • Anak-anak, kecuali untuk mencegah infeksi bakteri Bacillus anthracis (antraks)
  • Penderita otot yang lemah (myasthenia gravis)
  • Penderita epilepsi

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan levofloxacin pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Gula darah rendah yang ditandai sakit kepala, lapar, berkeringat, mudah marah, pusing, mual, detak jantung cepat, perasaan cemas, atau gemetar
  • Gejala gangguan saraf di tangan, lengan, tungkai, atau kaki yang ditandai mati rasa, lemah, kesemutan, atau nyeri seperti terbakar
  • Perubahan suasana hati atau perilaku yang serius, seperti gugup, kebingungan, perasaan gelisah (agitasi), halusinasi, masalah ingatan, kesulitan berkonsentrasi, dan pikiran untuk bunuh diri
  • Tanda-tanda pecahnya tendon, seperti nyeri tiba-tiba, bengkak, memar, kaku, dan masalah gerakan

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Menggunakan levofloxacin dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Formoterol, albuterol, dan salmeterol
    Penggunaan formoterol bersama levofloxacin dapat meningkatkan risiko irama jantung tidak teratur serius dan berpotensi mengancam jiwa, meskipun ini adalah efek samping yang jarang terjadi.
  • Prednisone
    Levofloxacin dan obat lain di kelasnya dapat menyebabkan peradangan tendon (tendinitis). Risiko tersebut dapat meningkat bila dikombinasikan dengan steroid, seperti prednisone.
  • Naproxen, aspirin, dan ibuprofen
    Penggunaan obat-obatan di atas bersama levofloxacin dapat meningkatkan risiko tremor, kecemasan, kebingungan, depresi, halusinasi, dan kejang.
  • Warfarin
    Penggunaan levofloxacin dengan warfarin dapat mempermudah terjadinya perdarahan.
  • Tramadol
    Penggunaan bersama levofloxacin dapat meningkatkan risiko kejang.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/levofloxacin?mtype=generic
Diakses pada 10 Maret 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-14495-8235/levofloxacin-oral/levofloxacin-oral/details
Diakses pada 10 Maret 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/levofloxacin.html
Diakses pada 10 Maret 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/levofloxacin-oral-tablet#highlights
Diakses pada 10 Maret 2021

Patient. https://patient.info/medicine/levofloxacin-tablets-for-infection
Diakses pada 10 Maret 2021

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/levofloxacin.html
Diakses pada 10 Maret 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a697040.html
Diakses pada 10 Maret 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email