Levodopa (Alias: L-dopa)

Terakhir ditinjau oleh dr. Virly Isella pada 07 Feb 2019
Levodopa adalah obat anti Parkinson yang dapat mengurangi gejala seperti tubuh kaku atau gemetar.
Kekakuan tubuh atau gemetar yang menjadi gejala umum penyakit Parkinson.

Levodopa merupakan obat anti parkinson yang digunakan untuk mengobati gejala penyakit Parkinson atau gejala serupa Parkinson (tubuh gemetar, kaku, dan kesulitan bergerak) yang umumnya disebabkan karena kurangnya kadar dopamin di dalam otak.

Cara kerja Levodopa adalah saat ia masuk ke dalam otak, levodopa akan berubah menjadi dopamin yang membantu mengontrol gerakan. Levodopa dapat digunakan secara tunggal atau dikombinasi dengan obat lainnya seperti Carbidopa dengan tujuan untuk mencegah pecahnya levodopa di dalam aliran darah sehingga levodopa dapat masuk ke dalam otak.

Levodopa (L-dopa)
Golongan

Antiparkinson

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet dan kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Meskipun terdapat bukti menunjukkan tidak timbulnya efek samping dari pemberian ASI pada bayi dari ibu yang mengonsumsi levodopa, namun penelitian terhadap keamanan penggunaan levodopa selama menyusui masih sangat terbatas, sehingga penggunaannya selama menyusui harus hati-hati. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum mengonsumsinya.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.

Penyakit Parkinson

  • Dewasa: dosis awal, 125 mg, 2 kali sehari. Ditingkatkan secara bertahap setiap 3–7 hari sesuai dengan respon. (Dosis maksimal 8 gram/hari dalam dosis terbagi)

Penyakit Parkinson (dikombinasi dengan carbidopa)

  • Dewasa: Pasien yang sebelumnya tidak menggunakan terapi levodopa: dosis awal: 25 mg carbidopa dengan 100 mg levodopa, 3 kali sehari; ditingkatkan perlahan dengan penambahan 12,5 mg carbidopa dengan 50 mg levodopa atau 25 mg carbidopa dengan 100 mg levodopa setiap hari. Dosis pemeliharaan: 75–200 mg carbidopa dengan 750–2000 mg levodopa/hari dalam dosis terbagi. (Dosis maksimal carbidopa adalah 200 mg/hari)

Penyakit Parkinson (dikombinasi dengan benserazide)

  • Dewasa: Pasien yang sebelumnya tidak menggunakan terapi levodopa: dosis awal 50 mg, 3-4 kali sehari. Dosis pemeliharaan: 400–800 mg/hari dalam dosis terbagi. Sebagian besar memerlukan <600 mg/hari. Pasien yang sebelumnya mendapatkan terapi kombinasi levodopa/dopa-dekarboksilase lainnya. Dosis awal: 50 mg, 3–4 kali/hari.
  • Lansia: dosis awal 50 mg sekali atau 2 kali sehari, kemudian ditingkatkan 50 mg setiap hari ke-3 atau ke-4.

Aturan pakai Levodopa dengan benar

Baca petunjuk dan ikuti anjuran dokter Anda. Levodopa sebaiknya dikonsumsi bersama dengan makanan untuk mengurangi rasa mual atau gangguan pencernaan. Hindari makanan tinggi protein saat mengonsumsi levodopa karena protein dapat mengganggu respon tubuh terhadap levodopa.

Besarnya dosis ditentukan berdasarkan kondisi medis dan respon Anda terhadap pengobatan. Jangan meningkatkan atau menurunkan dosis serta menghentikan penggunaan obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu. Kondisi Anda mungkin bisa menjadi lebih buruk karena penghentian konsumsi levodopa secara mendadak. Dokter mungkin akan menyarankan untuk mengurangi dosis Anda secara bertahap agar dapat mengurangi efek samping obat yang ditimbulkan obat ini.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi bila terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis. Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian levodopa antara lain:

  • Gangguan pencernaan seperti mual, muntah, anoreksia.
  • Perdarahan saluran pencernaan pada pasien tukak lambung
  • Hipotensi ortostatik
  • Irama jantung tak beraturan
  • Depresi
  • Gerakan involunter abnormal
  • Halusinasi
  • Delirium
  • Peningkatan enzim hati dan asam urat

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping lain diluar daftar di atas, konsultasikan segera ke dokter Anda. 

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Alergi carbidopa atau levodopa
  • Penyakit jantung
  • Penyakit hati atau ginjal
  • Penyakit paru-paru
  • Gangguan endokrin
  • Gangguan kejang
  • Demensia atau psikosis
  • Glaukoma
  • Osteomalacia
  • Riwayat tukak lambung
  • Hindari pemberhentian obat secara mendadak
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Glaukoma sudut tertutup
  • Melanoma maligna

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi secara bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat secara bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu, bila perlu dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi obat levodopa dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Meningkatkan hipotensi postural dan penurunan penyerapan levodopa bila digunakan bersamaan dengan antidepresan trisiklik.
  • Mengurangi efek levodopa bila digunakan bersamaan dengan fenotiazin, butyrophenones, thioxanthenes dan obat antipsikotik lainnya; reserpine, papaverine, fenitoin, isoniazid.
  • Mencetuskan gerakan involunter abnormal dan penundaan penyerapaan levodopa bila dikonsumsi bersamaan dengan antikolinergik.
  • Meningkatkan efek hipotensi bila digunakan bersamaan dengan obat antihipertensi.
  • Meningkatkan toksisitas sistem saraf pusat bila digunakan dengan methyldopa.
  • Mencetuskan gejala Parkinson bila digunakan bersamaan dengan metoclopramide.
  • Meningkatkan risiko krisis hipertensi bila digunakan bersamaan dengan obat MAOI non selektif.
  • Meningkatkan risiko aritmia jantung bila digunakan bersamaan dengan siklopropana atau anestesi halogen.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/levodopa
diakses pada 19 November 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/levodopa-oral-route/description/drg-20064498
diakses pada 19 November 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/levodopa/?type=brief&mtype=generic
diakses pada 19 November 2018.

National Library of Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501337/
diakses pada 19 November 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3394-41/carbidopa-levodopa-oral/carbidopa-levodopa-oral/details
diakses pada 19 November 2018.

Artikel Terkait:
Back to Top