Lerzin Kapsul 10 mg

05 Jan 2021| Aby Rachman
Ditinjau oleh Dea Febriyani
Kapsul Lerzin adalah obat untuk meredakan gejala alergi, seperti mata dan hidung berair

Deskripsi obat

Lerzin kapsul adalah obat untuk meredakan gejala alergi ,seperti mata berair, hidung berair, gatal pada mata, hidung, dan kulit, serta bersin-bersin. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Kapsul Lerzin mengandung zat aktif cetirizine dihydrochloride.
Cetirizine adalah obat pereda alergi. Ketika tubuh bersentuhan dengan zat yang mungkin menyebabkan alergi, atau disebut sebagai alergen, tubuh akan menghasilkan bahan kimia bernama histamin. Bahan kimia inilah yang menyebabkan reaksi alergi. Cetirizine dapat membantu meredakan rasa gatal yang terjadi karena alergi makanan atau obat.

Lerzin Kapsul 10 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kandungan utamaCetirizine dihydrochloride.
Kelas terapiAntihistamin.
Klasifikasi obatAntihistamin generasi ke-2.
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 kapsul (10 mg)
ProdusenIfars Pharmaceutical Laboratories

Informasi zat aktif

Cetirizine adalah obat antialergi dengan proses kerja dalam tubuh sebagai berikut:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran cerna. Penurunan tingkat penyerapan dengan makanan.
  • Distribusi: Memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara terbatas di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine (50% sebagai obat tidak berubah) dan feses (10%).

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi:

  • Alergi yang bisa dialami seseorang karena perubahan musim, yaitu rhinitis alergi musiman.
  • Kondisi alergi lain yang tidak diketahui penyebabnya secara jelas (urtikaria idiopatik kronis).
  • Peradangan pada mukosa hidung akibat reaksi alergi tubuh terhadap zat dari luar tubuh (rhinitis alergi perenial).

Cetirizine termasuk dalam kelompok obat antihistamin atau antialergi. Cetirizine menghentikan efek zat histamin untuk membantu meringankan gejala alergi yang terjadi, seperti rhinitis alergi atau hay fever dan biduran atau urtikaria.

Komposisi obat

Cetirizine dihydrochloride 10 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas: 1 kapsul sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Pusing.
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Bergeraklah dengan hati-hati. Beristirahatlah yang banyak. Minumlah banyak cairan terutama air, serta hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
  • Sakit kepala.
    Ketika merasa sakit kepala, beristirahatlah hingga merasa lebih baik. Jangan mengonsumsi alkohol karena akan menimbulkan rasa kantuk. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah seminggu pertama.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.
  • Mengantuk dan kelelahan.
    Gantikan dengan mengonsumsi obat antialergi yang tidak menimbulkan rasa kantuk. Jika tidak membantu, berkonsultasilah dengan dokter.
  • Mulut kering.
    Mengunyah permen karet atau menghisap permen bebas gula.
  • Sakit tenggorokan.
  • Gatal atau ruam.
  • Kaki dan tangan terasa kesemutan.
  • Merasa gelisah.
  • Reaksi alergi pada kulit yang menyebabkan pembengkakan (angioedema).
  • Pasien yang memiliki denyut jantung di atas normal atau 100 kali/menit (takikardi).
  • Muntah.
  • Perasaan tidak nyaman (malaise).
  • Kejang.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Halusinasi.
  • Peradangan pada faring (faringitis).
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Biduran (urtikaria).

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami kesulitan buang air kecil (retensi urine).
  • Pasien penderita epilepsi dan pasien yang berisiko mengalami kejang.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati atau ginjal ringan hingga sedang.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap cetirizine.
  • Pasien penderita penyakit ginjal berat.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Bayi dan anak-anak berusia 2 tahun ke bawah.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat-obatan yang menyebabkan kantuk seperti, nyeri opioid atau pereda batuk (misalnya codeine dan hidrokodon), alkohol, obat untuk tidur atau kecemasan (misalnya alprazolam, lorazepam, dan zolpidem), obat pelemas otot (misalnya carisoprodol dan cyclobenzaprine), atau pereda alergi lainnya (misalnya chlorpheniramine dan diphenhydramine).
    Penggunaan cetirizine bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan kadar cetirizine dalam darah dan meningkatkan risiko efek samping, seperti mengantuk.
  • Obat penenang.
    Penggunaan bersama cetirizine dapat mempengaruhi sistem saraf pusat.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami salah satu efek samping serius ini:

  • Gangguan gerakan yang tidak dapat dikendalikan (tremor).
  • Jantung berdetak cepat dan tidak merata.
  • Penurunan frekuensi dan jumlah urine.
  • Gangguan penglihatan.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Kebingungan.
  • Merasa lemah.

Sesuai kemasan per Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12065/cetirizine-oral/details
Diakses pada 11 Desember 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/drugs/cetirizine
Diakses pada 11 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12065/cetirizine-oral/details
Diakses pada 11 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/cetirizine-hcl.html
Diakses pada 11 Desember 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cetirizine?mtype=generic
Diakses pada 11 Desember 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a698026.html
Diakses pada 11 Desember 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/cetirizine/
Diakses pada 11 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email