Lecozinc Tablet

03 Jul 2020| Arif Putra
Lecozinc tablet adalah obat untuk terapi penunjang diare.

Deskripsi obat

Lecozinc tablet adalah obat yang digunakan sebagai terapi penunjang diare. Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Lecozinc tablet mengandung zat aktif zink sulfat. Zink sulfat mampu bekerja dalam menghambat pertumbuhan bakteri seperti Salmonella thyphi, S. parathypi A, Kolera, Shigella flexneri dan S. sonnei. Zink juga dapat memperbaiki atau meningkatkan absorpsi air dan elektrolit dengan cara mengurangi kadar air dalam lumen usus yang menghasilkan perbaikan pada konsistensi feses. Perbaikan konsistensi feses akan dapat mengurangi frekuensi BAB yang timbul sehingga hal tersebut dapat pula mempersingkat lama diare pada anak.

Lecozinc Tablet
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (20 mg)
ProdusenIfars Pharmaceutical Laboratories

Indikasi (manfaat) obat

Terapi penunjang untuk diare pada anak-anak 5 tahun ke bawah, dikonsumsi dengan larutan oralit.

Komposisi obat

Zink sulfat monohidrat 54,9 mg yang setara dengan zink 20 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Bayi 2-6 bulan: ½ tablet/hari, dikonsumsi selama 10 hari.

  • Anak-anak 6 bulan-5 tahun: 1 tablet/hari, dikonsumsi selama 10 hari berturut-turut.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan. Penggunaan harus dilakukan selama 10 hari berturut-turut walaupun diare sudah berhenti.

Efek samping obat

  • Mual.
  • Rasa pahit pada mulut.
  • Muntah.
  • Iritasi pada rongga mulut.
  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Anemia.
  • Jumlah sel neutrofil dalam darah menurun (neutropenia)
  • Iritasi pada lambung.
  • Kekurangan tembaga (defisiensi tembaga).

Perhatian Khusus

  • Dapat menyebabkan terjadinya keracunan (toksisitas) zink pada pasien dewasa akibat asupan zink yang berlebihan (10 mg/hari ke atas).
  • Pada penggunaan dosis tinggi dan jangka panjang, dapat menyebabkan terjadinya penurunan lipoprotein plasma dan penurunan absorpsi tembaga.
  • Lakukan pemantauan darah pada penggunaan jangka panjang.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasienpenderita kelainan pada darah (diskrasia darah).
  • Pasien yang memiliki kadar kolesterol yang tinggi.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Zat besi.
  • Warfarin.
  • Sulfonilurea.
  • Fenitoin.
  • Fenobarbital.
  • Rifampisin.
  • Penisilamin.
  • Tetrasiklin.
  • Fosfor atau fosfat.
  • Siprofloksasin.
  • Levofloksasin.
  • Moksifloksasin.
  • Norfloksasin.
  • Ofloksasin.
  • Kalsium.

Sesuai kemasan per Juni 2020

MIMS. https://www.mims.com//indonesia/drug/info/lecozinc/?type=full
Diakses pada 29 Juni 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/zinc%20sulfate?mtype=generic
Diakses pada 29 Juni 2020

Webmd. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-982/zinc
Diakses pada 29 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email