Lasal ekspektoran sirup 100 ml

Lasal ekspektoran sirup 100 ml obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah bronkospasme pada penderita asma dan penyakit paru-paru.

Deskripsi obat

Lasal ekspektoran adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah penyempitan saluran udara (bronkospasme) pada penderita asma dan penyakit paru-paru. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Lasal ekspektoran mengandung salbutamol, guaifenesin sebagai zat aktifnya.

Lasal ekspektoran sirup 100 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 51.563/botol (100 ml) per November 2019
Kemasan1 botol @ 100 ml
ProdusenLapi Laboratories

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati gangguan pernapasan seperti:

  • Peradangan dalam saluran udara (bronkus) (asma bronkial).
  • Peradangan pada saluran bronkial, yaitu saluran pernapasan yang membawa udara ke paru-paru (bronkitis kronik).
  • Kantung udara di paru-paru secara bertahap hancur, membuat napas lebih pendek (emfisema).

Komposisi obat

Tiap 5 ml:

  • Salbutamol 2 mg.
  • Guaifenesin 75 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1-2 sendok takar (5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Anak-anak:
    • 2-6 tahun: ½-1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.
    • 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi saat perut kosong, 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.

Efek samping obat

Pada pemakaian dosis besar dapat menyebabkan:

  • Tremor.
  • Jantung terasa berdegup dengan kencang (palpitasi).
  • Kejang otot.
  • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardia).
  • Sakit kepala.
  • Ketegangan.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan kelebihan hormon tiroid di dalam tubuh (tirotoksikosis)
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Pasien penderita hipertiroid.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Wanita hamil dan menyusui.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Penderita hipersensitif terhadap komponen obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • B2-antagonis.
  • Monoamin oksidase.
  • Beta bloker non selektif seperti propanolol.

Sesuai kemasan per November 2019.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email