Lansoprazole

07 Feb 2021
Ditinjau oleh Dea Febriyani
Lansoprazole digunakan untuk mengobati gangguan pada lambung seperti tukak lambung

Lansoprazole digunakan untuk mengobati gangguan pada lambung seperti tukak lambung

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Acilaz, Betalans, Caprazol, Digest, Erphalanz, Lagas 30, Lapraz, Lasgan, Laz, Lancid, Lansomed, Lanzogra, Lazol, Lexid, Ladenum, Lanvell, Laproton, Lanpracid, Prazotec, Prosogan FD, Pysolan, Solans, Sopralan, Zolcer

Deskripsi obat

Lansoprazole digunakan untuk mengobati gangguan pada lambung, seperti luka atau tukak lambung, tukak duodenum (usus 12 belas jari), dan maag akibat produksi asam lambung berlebih.

Tukak lambung atau luka pada lambung membuat lapisan lambung terkikis, sehingga menyebabkan rasa sakit. Sementara, tukak duodenum atau luka pada usus 12 jari dapat menyebabkan nyeri ulu hati hingga mual, muntah, serta nyeri perut.

Lansoprazole merupakan obatgolongan antasida. Obat juga digunakan untuk mengobati gejala penyakit gastroesophageal reflux (GERD), yaitu suatu kondisi naiknya asam lambung dari perut yang menyebabkan mulas dan luka pada kerongkongan (esofagus) serta kondisi lain yang melibatkan tingginya produksi asam lambung, seperti sindrom Zollinger-Ellison.

 

Lansoprazole (Lansoprazol)
GolonganKelas terapi : Antasida. Klasifikasi Obat : Penghambat Pompa Proton (PPI).
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, kapsul, injeksi (bubuk)
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian lansoprazole, antara lain:

  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat. Minumlah banyak cairan dan sebaiknya jangan mengonsumsi alkohol karena akan menimbulkan efek samping mengantuk. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah seminggu pertama. Hubungi dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari satu minggu atau kondisi bertambah parah.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Pusing atau lelah.
    Jika lansoprazole membuat Anda merasa pusing atau lelah, hentikan apa yang Anda lakukan. Duduk atau berbaringlah sampai merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda merasa lelah. Jangan minum alkohol karena akan membuat Anda merasa lebih buruk.
  • Kesulitan membuang air besar (sembelit).
    Konsumsilah lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah, sayuran segar, dan sereal, serta minumlah banyak air. Lakukan olahraga dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika ini tidak membantu, segera hubungi dokter atau apoteker.
  • Merasa sakit.
    Hindari makan terlalu banyak atau makanan pedas saat Anda mengonsumsi lansoprazol.
  • Diare atau muntah.
    Minum air sedikit demi sedikit, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat.
  • Gatal dan ruam pada kulit.
    Cobalah untuk mengonsumsi obat alergi yang dapat Anda beli di apotek.
  • Mulut atau tenggorokan kering.
    Mengunyah permen karet atau permen yang bebas gula.
  • Pasien yang mengalami pusing dan merasa sekelilingnya seperti berputar (vertigo).
  • Kesemutan (parestesia).
  • Rasa gatal pada sebagian atau seluruh tubuh.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Biduran (urtikaria).
  • Nyeri pada otot dan sendi.
  • Ruam pada kulit.
  • Kelelahan.

Perhatian Khusus

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis, seperti:

  • Berisiko mengalami penurunan penyerapan vitamin B12.
  • Berisiko mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Penderita gangguan hati sedang hingga berat.
  • Lanjut usia.
  • Kehamilan dan menyusui.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 25°C. Hindari tempat lembap atau yang terpapar cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap lansoprazole.
  • Menjalani terapi dengan mengonsumsi obat rilpinavirin dan atazanavir.

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kemerahan atau ruam kulit.
  • Sesak napas (mengi).
  • Gatal.
  • Kesulitan bernapas atau menelan.
  • Feses berair atau berdarah.
  • Kram perut atau demam selama pengobatan atau hingga dua bulan atau lebih setelah menghentikan pengobatan.
  • Pembengkakan pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir, dan mata.
  • Sakit tenggorokan, demam, menggigil, atau tanda-tanda infeksi lainnya.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum penggunaannya. Dokter mungkin akan mengurangi dosis, atau bila perlu mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

  • Theophylline.
    Penggunaan lansoprazole dapat mengurangi konsentrasi serum theophylline.
  • Ketoconazole dan itrakonazole.
    Penggunaan lansoprazole dapat mengurangi penyerapan obat di atas dalam mengatasi infeksi jamur.
  • Rifampicin.
    Penggunaan lansoprazole dapat menurunkan kadar rifampicin.
  • Clopidogrel.
    Penggunaan lansoprazole dapat menurunkan efektivitas clopidogrel.
  • Metotreksat dan takrolimus.
    Penggunaan lansoprazole dapat meningkatkan konsentrasi obat di atas dalam plasma.
  • Fluvoksamin.
    Penggunaan lansoprazole dapat meningkatkan kadar fluvoksamin.
  • Obat peluruh urine (diuretik).
    Penggunaan lanzoprazole dengan obat diuretik dapat menurunkan kadar magnesium dalam darah (hipomagnesemia).

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Healthline. https://www.healthline.com/health/lansoprazole-oral-capsule-sprinkles
Diakses pada 22 Januari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11450-9143/lansoprazole-oral/lansoprazole-delayed-release-capsule-oral/details
Diakses pada 22 Januari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lansoprazole
Diakses pada 22 Januari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/lansoprazole.html
Diakses pada 22 Januari 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/lansoprazole/
Diakses pada 22 Januari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a695020.html
Diakses pada 22 Januari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email