Lanolin

15 Agu 2019| Lenny Tan
Ditinjau oleh dr. Virly
Lanolin dapat mencegah dan mengobati kutil

Lanolin bekerja dengan membentuk lapisan berminyak di bagian atas kulit untuk menahan agar air tetap berada di dalam kulit.

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Decubal, Oilum, Sudocrem

Deskripsi obat

Lanolin termasuk dalam emolien atau pelembap yang digunakan untuk mencegah atau mengobati kulit yang kering, gatal, bersisik, kasar, atau iritasi kulit (misalnya, ruam popok atau kulit yang terbakar akibat terapi radiasi). Obat ini bekerja dengan membentuk lapisan berminyak di bagian atas kulit untuk menahan agar air tetap berada di dalam kulit, sehingga kulit tetap lembap.

Lanolin ()
Golongan

Emolien/pelembap

Kategori obat

Obat bebas

Bentuk sediaan obat

Obat oles

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.

Kulit Kering

Gunakan pada kulit yang terkena sesuai dengan kebutuhan.

Efek samping obat

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Pada umumnya, lanolin aman untuk digunakan dan tanpa efek samping. Namun efek samping, seperti rasa terbakar, menyengat, kemerahan, iritasi, dapat muncul meski jarang terjadi.

Efek samping lain yang sangat jarang terjadi berupa reaksi alergi berat yang ditandai dengan ruam, gatal, atau bengkak (terutama pada daerah wajah, lidah, dan tenggorokan), hingga kesulitan bernapas. Jika efek samping semakin memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Jangan menggunakan lanolin bila Anda alergi terhadap kandungan yang ada di dalamnya. Bacalah komposisi kandungan pada kemasan dengan saksama.

Perhatian Khusus

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Luka atau infeksi pada kulit.
  • Alergi terhadap kandungan lanolin.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum digunakan atau dikonsumsi. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Hingga saat ini, belum ada data mengenai interaksi penggunaan lanolin dengan obat lain. Pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Ditinjau oleh: dr.Virly Isella

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/lanolin-topical.html

Diakses pada 10 Januari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8944/lanolin-topical/details

Diakses pada 10 Januari 2019

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/lanaphilic-lan-o-soothe-lanolin-999358#90

Diakses pada 10 Januari 2019

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/lanolin

Diakses pada 10 Januari 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4885180/

Diakses pada 10 Januari 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email