Lanamol Kaplet 500 mg

13 Nov 2020| Dea Febriyani
Lanamol kaplet adalah obat untuk mengatasi nyeri ringan dan menurunkan demam.

Deskripsi obat

Lanamol kaplet adalah obat untuk mengatasi nyeri ringan seperti sakit gigi, sakit kepala, dan nyeri haid, serta menurunkan demam. Obat ini merupakan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter. Lanamol kaplet mengandung zat aktif parasetamol.

Lanamol Kaplet 500 mg
Golongan ObatObat bebas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaParasetamol.
Kelas terapiAnalgesik dan antipiretik.
Klasifikasi obatAnalgesik non-opioid.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (500 mg)
ProdusenLandson Pertiwi Agung

Informasi zat aktif

Parasetamol adalah obat yang dapat menurunkan demam (antipiretik) dan meredakan nyeri (analgetik). Obat ini merupakan obat yang dapat bekerja dengan mengurangi produksi prostaglandin di otak. Prostaglandin merupakan bahan kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan. Parasetamol mengurangi rasa sakit dengan meningkatkan ambang rasa sakit, yaitu dengan membutuhkan rasa sakit yang lebih besar untuk berkembang sebelum seseorang merasakannya.


Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, parasetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) Sekitar 10-60 menit (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati melalui konjugasi asam glukuronat dan sulfat, selanjutnya dimetabolisme melalui konjugasi dengan glutathione di hati dan ginjal.
  • Ekskresi: Terutama melalui urin kurang dari 5% sebagai obat yang tidak berubah; 60-80% sebagai metabolit glukuronida dan 20-30% sebagai metabolit sulfat). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-3 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Meredakan nyeri ringan hingga sedang seperti pada nyeri otot, nyeri haid, sakit kepalasakit gigi, nyeri punggung, dan meringankan nyeri akibat radang sendi (osteoarthritis).
  • Membantu menurunkan demam.

Parasetamol dapat mengurangi demam melalui aksinya di pusat pengatur panas otak. Secara khusus, memberitahu pusat untuk menurunkan suhu tubuh saat suhu dinaikkan. Obat ini merupakan obat yang dapat bekerja dengan mengurangi produksi prostaglandin di otak. Prostaglandin merupakan bahan kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan. Parasetamol mengurangi rasa sakit dengan meningkatkan ambang rasa sakit, yaitu dengan membutuhkan rasa sakit yang lebih besar untuk berkembang sebelum seseorang merasakannya.

Komposisi obat

Parasetamol 500 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Demam dan nyeri ringan hingga sedang:

  • Dewasa: 0,5-1 g sebanyak 3 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 4 g/hari.

  • Anak-anak:
    • 1-2 bulan: 30-60 mg sebanyak 3 kali/hari.
      • Dosis maksimal: 60 mg/kgBB/hari.
        Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.
    • 3-6 bulan: 60 mg sebanyak 3 kali/hari.
    • 6 bulan-2 tahun: 120 mg sebanyak 3 kali/hari.
    • 2-4 tahun: 180 mg sebanyak 3 kali/hari.
    • 4-6 tahun: 240 mg sebanyak 3 kali/hari.
    • 6-8 tahun: 240-250 mg sebanyak 3 kali/hari.
    • 8-10 tahun:360-375 mg sebanyak 3 kali/hari.
    • 10-12 tahun: 480-500 mg sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Mual.
    Cobalah untuk mengonsumsi obat ini ketika sesudah makan untuk mengurangi rasa mual. Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana dalam jumlah yang sedikit dan dengan frekuensi yang sering.
  • Muntah.
    Minumlah cairan yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan.
  • Sakit pada perut bagian atas.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Gatal.
  • Ruam pada kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Feses berwarna gelap.
  • Pada penggunaan jangka panjang dan dosis besar dapat menyebabkan terjadinya kerusakan hati.
  • Reaksi alergi.
  • Kondisi rendahnya jumlah trombosit di dalam tubuh (trombositopenia).
  • Kondisi rendahnya jumlah sel darah putih di dalam tubuh (leukopenia).
  • Rasa gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Kelelahan.
  • Perubahan pada warna kulit atau sklera mata menjadi kekuningan.
  • Urin berwarna gelap.
  • Pembengkakan yang disebabkan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh seperti di sekitar bibit, mata, dan pipi (angioedema).
  • Kondisi ketika jumlah sel neutrofil dalam darah menurun (neutropenia).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).

Perhatian Khusus

  • Dapat menyebabkan kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi anafilaksis atau reaksi alergi berat.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal yang berat.
  • Hentikan penggunaan jika selama 3 hari mengonsumsi ini demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak hilang.
  • Pasien yang mengalami kekurangan gizi kronis.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita penyakit hati yang berat.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap parasetamol.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Fenobarbital, rifampisin, karbamazepin, dan fenitoin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menurunkan kadar parasetamol.
  • Metoklopramid dan domperidon.
    Jika dikonsumsi bersama obat di atas dapat meningkatkan absorpsi parasetamol.
  • Kloramfenikol.
    Penggunaan bersama parasetamol dapat meningkatkan kadar kloramfenikol dalam tubuh.
  • Kolestiramin.
    Penggunaan bersama dengan kolestiramin dapat menurunkan penyerapan parasetamol.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Masih merasakan sakit setelah 7 hari penggunaan (atau 5 hari jika merawat anak).
  • Gejala semakin memburuk atau timbulnya gejala baru.
  • Mengalami demam setelah 3 hari mengonsumsi obat ini.
  • Memiliki ruam kulit, kemerahan atau pembengkakan, serta sakit kepala berkelanjutan.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol?mtype=generic
Diakses pada 14 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-362/acetaminophen-oral/details
Diakses pada 14 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681004.html
Diakses pada 14 September 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_acetaminophen_tylenol/drugs-condition.htm
Diakses pada 14 September 2020

Medicenet. https://www.medicinenet.com/acetaminophen/article.htm
Diakses pada 14 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/acetaminophen.html
Diakses pada 14 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email