Lamivudine

10 Mei 2019| Olivia
Ditinjau oleh dr. Wisniaty
Lamivudine mencegah replikasi HIV dan memperlambat kerusakan sistem kekebalan tubuh

Lamivudine digunakan dalam kombinasi dengan obat-obatan lain untuk pengobatan infeksi HIV.

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

3TC-HBV, 3TC, Heplav

Deskripsi obat

Lamivudine digunakan dalam kombinasi dengan obat-obatan lain untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV). Lamivudine tidak menyembuhkan atau mencegah infeksi HIV atau AIDS. Lamivudine mencegah replikasi HIV dan memperlambat kerusakan sistem kekebalan tubuh. Lamivudine juga digunakan untuk mengobati infeksi virus hepatitis B kronis.

Lamivudine (Lamivudine)
Golongan

Antivirus NRTIs

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet dan cairan

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Infeksi HIV

Oral

  • Dewasa: 150 mg dua kali sehari atau 300 mg sekali sehari, dikombinasikan dengan obat antiretroviral lain.
  • Anak: : dalam bentuk cair: diatas 3 bulan, berat badan <14 kg: 4 mg / kg dua kali sehari. Sediaan tablet, berat badan 14-21 kg: 75 mg dua kali sehari; berat badan 22-30 kg: 75 mg di pagi hari dan 150 mg di malam hari; berat badan > 30 kg: 150 mg dua kali sehari. Maks: 300 mg setiap hari. Obat diberikan dalam kombinasi dengan antiretroviral lain.

Hepatitis B kronis

Oral

  • Dewasa: 100 mg sekali sehari. Untuk pasien dengan koinfeksi HIV: 150 mg dua kali sehari atau 300 mg sekali sehari.
  • Anak: 2-17 tahun 3 mg / kg sekali sehari. Maks: 100 mg setiap hari.

Efek samping obat

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat Lamivudine dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Nyeri perut, mual, muntah, diare,
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Ruam
  • Alopecia
  • Malaise, insomnia
  • Batuk
  • Arthralgia, nyeri muskuloskeletal, pankreatitis,
  • Anemia, neutropenia, trombositopenia, sindrom rekonstitusi imunitas
  • Lipodistrofi, kelainan metabolik (hipertrigliseridemia, hiperkolesterolemia, resistensi insulin, hiperlactatemia),
  • Osteonecrosis

Beritahukan dokter Anda mengenai setiap efek samping yang terjadi pada Anda.

Obat ini juga dapat menyebabkan efek samping yang berpotensi fatal seperti asidosis laktat, hepatomegali disertai steatosis. Jika efek samping tidak menghilang atau semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Perhatian Khusus

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Pasien dg hepatomegali, hepatitis atau berisiko menderita penyakit hati; anak dengan riwayat atau berisiko menderita pankreatitis.
  • Kehamilan

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas
  • Laktasi

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat Lamivudine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Penurunan ekskresi ginjal dengan trimetoprim dosis tinggi
  • Anemia berat dapat terjadi bila digunakan bersamaan dengan zidovudine
  • Kegagalan pengobatan dan munculnya resistensi dapat terjadi pada pemberian kombinasi tiga rejimen lamivudine dan tenofovir dengan abacavir atau didanosine
  • Dapat mengantagonis kerja obat antivirus zalcitabine
  • Dapat meningkatkan efek samping obat emtricitabine
  • Makanan dapat menurunkan kecepatan absorpsi obat

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Waspada, Ini Gejala Awal HIV yang Harus Anda Kenali!

Gejala HIV bersifat individual sehingga setiap orang bisa berbeda-beda. Satu-satunya cara untuk dapat mengetahui gejala awal HIV adalah dengan melakukan uji laboratorium. Namun, ada beberapa gejala yang bisa Anda pahami sebagai antisipasi, seperti demam, sakit tenggorokan, dan infeksi yang sering terjadi.
03 May 2019|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Waspada, Ini Gejala Awal HIV yang Harus Anda Kenali!

Tidaklah Sama, Pahami Perbedaan HIV dan AIDS Ini

HIV tidaklah sama dengan AIDS. Secara umum, HIV adalah virus dan AIDS adalah tahap akhir infeksi virus HIV.Orang terinfeksi HIV tidak selalu berkembang AIDS.
26 Nov 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Tidaklah Sama, Pahami Perbedaan HIV dan AIDS Ini

Virus Ebola, Si Teroris Kecil yang Berbahaya

Penyakit Ebola disebabkan oleh virus dan bukan bakteri, maka vaksinnya sulit untuk ditemukan. Virus Ebola sendiri menyerang sel imun tubuh yang menyebabkan sistem imun tidak dapat dikendalikan.
13 May 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Virus Ebola, Si Teroris Kecil yang Berbahaya