Lamivudine mencegah replikasi HIV dan memperlambat kerusakan sistem kekebalan tubuh
Lamivudine digunakan dalam kombinasi dengan obat-obatan lain untuk pengobatan infeksi HIV.

3TC-HBV, 3TC, Heplav

Lamivudine digunakan dalam kombinasi dengan obat-obatan lain untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV). Lamivudine tidak menyembuhkan atau mencegah infeksi HIV atau AIDS. Lamivudine mencegah replikasi HIV dan memperlambat kerusakan sistem kekebalan tubuh. Lamivudine juga digunakan untuk mengobati infeksi virus hepatitis B kronis.

Lamivudine (Lamivudine)
Golongan

Antivirus NRTIs

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet dan cairan

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Infeksi HIV

Oral

  • Dewasa: 150 mg dua kali sehari atau 300 mg sekali sehari, dikombinasikan dengan obat antiretroviral lain.
  • Anak: : dalam bentuk cair: diatas 3 bulan, berat badan <14 kg: 4 mg / kg dua kali sehari. Sediaan tablet, berat badan 14-21 kg: 75 mg dua kali sehari; berat badan 22-30 kg: 75 mg di pagi hari dan 150 mg di malam hari; berat badan > 30 kg: 150 mg dua kali sehari. Maks: 300 mg setiap hari. Obat diberikan dalam kombinasi dengan antiretroviral lain.

Hepatitis B kronis

Oral

  • Dewasa: 100 mg sekali sehari. Untuk pasien dengan koinfeksi HIV: 150 mg dua kali sehari atau 300 mg sekali sehari.
  • Anak: 2-17 tahun 3 mg / kg sekali sehari. Maks: 100 mg setiap hari.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat Lamivudine sebelum mengonsumsi.

Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat Lamivudine dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Nyeri perut, mual, muntah, diare,
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Ruam
  • Alopecia
  • Malaise, insomnia
  • Batuk
  • Arthralgia, nyeri muskuloskeletal, pankreatitis,
  • Anemia, neutropenia, trombositopenia, sindrom rekonstitusi imunitas
  • Lipodistrofi, kelainan metabolik (hipertrigliseridemia, hiperkolesterolemia, resistensi insulin, hiperlactatemia),
  • Osteonecrosis

Beritahukan dokter Anda mengenai setiap efek samping yang terjadi pada Anda.

Obat ini juga dapat menyebabkan efek samping yang berpotensi fatal seperti asidosis laktat, hepatomegali disertai steatosis. Jika efek samping tidak menghilang atau semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Pasien dg hepatomegali, hepatitis atau berisiko menderita penyakit hati; anak dengan riwayat atau berisiko menderita pankreatitis.
  • Kehamilan

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas
  • Laktasi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat Lamivudine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Penurunan ekskresi ginjal dengan trimetoprim dosis tinggi
  • Anemia berat dapat terjadi bila digunakan bersamaan dengan zidovudine
  • Kegagalan pengobatan dan munculnya resistensi dapat terjadi pada pemberian kombinasi tiga rejimen lamivudine dan tenofovir dengan abacavir atau didanosine
  • Dapat mengantagonis kerja obat antivirus zalcitabine
  • Dapat meningkatkan efek samping obat emtricitabine
  • Makanan dapat menurunkan kecepatan absorpsi obat

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Artikel Terkait