Lameson 8 Tablet 8 mg

05 Jan 2021| Maria Yuniar
Lameson 8 tablet adalah obat untuk mengatasi peradangan dan reaksi alergi

Deskripsi obat

Lameson 8 tablet adalah obat untuk mengatasi peradangan, reaksi alergi seperti gatal dan kemerahan, serta penyakit autoimun. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Lameson 8 tablet mengandung zat aktif metyhlprednisolone.
Methylprednisolone adalah hormon kortikosteroid. Obat ini digunakan untuk mengobati peradangan pada kondisi seperti radang sendi, kelainan darah, reaksi alergi parah, kanker tertentu, kondisi mata, penyakit kulit, ginjal, usus, paru-paru, dan gangguan sistem kekebalan. Cara kerja obat ini adalah dengan menurunkan respons sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit untuk mengurangi gejala, seperti pembengkakan, nyeri, dan reaksi alergi. Methylprednisolone juga dapat digunakan bersama obat lain untuk mengatasi gangguan hormon.

Lameson 8 Tablet 8 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 75.625/strip (10 tablet) per Desember 2019
Kandungan utamaMethylprenisolone.
Kelas terapiHormon kortikosteroid.
Klasifikasi obatGlukokortikoid.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (8 mg)
ProdusenLapi Laboratories

Informasi zat aktif

Methylprednisolone merupakan obat golongan kortikosteroid, yaitu senyawa yang mirip dengan hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Obat ini sering digunakan untuk menggantikan hormon ini ketika tubuh Anda tidak cukup memproduksinya. Methylprednisolone dapat mengurangi peradangan, seperti bengkak, panas, kemerahan, dan nyeri, sehingga digunakan untuk mengobati beberapa jenis arthritis, gangguan kulit, darah, ginjal, mata, tiroid, dan usus, alergi parah, serta asma. Methylprednisolone juga digunakan untuk mengobati jenis kanker tertentu.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, methylprednisolone memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah setelah pemberian oral atau melalui mulut.
  • Distribusi: Didistribusikan dengan cepat ke otot, hati, kulit, usus, dan ginjal. Didistribusikan ke dalam ASI dan melalui plasenta.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit glukuronida dan sulfat yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Metabolit tidak aktif dan sejumlah kecil obat yang tidak termetabolisme dikeluarkan oleh ginjal. Jumlah obat yang tidak signifikan dikeluarkan melalui feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi terminal) adalah 18 hingga 36 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi alergi dan peradangan, seperti:

  • Peradangan pada sendi (artritis), gangguan kulit, sel darah, ginjal, mata, tiroid, dan usus besar atau kolon (kolitis).
  • Peradangan pada sendi yang disebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Mengobati penyakit kelainan pada darah.
  • Pasien dengan kondisi sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (autoimun).
  • Mengatasi asma bronkial.
  • Mengobati alergi parah.
  • Mengobati jenis kanker tertentu.
  • Mengatasi gangguan pada kulit, seperti gatal-gatal, kemerahan pada kulit, peradangan kulit (dermatitis), psoriasis, kelainan pada kulit, mulut, alat kelamin, dubur, dan lapisan bola mata (sindrom Stevens-Johnson), serta kelainan kulit lainnya yang responsif terhadap kortikosteroid.
  • Mengobati gangguan kolagen, seperti lupus eritematosus sistemik.
  • mengobati kelainan endokrin.

Lameson merupakan obat yang digunakan untuk terapi supresi inflamasi atau untuk mengatasi peradangan dan meredakan gejala, seperti kulit gatal, merah, dan kering. Selain itu, methylprednisole juga dapat mengobati seriawan pada mulut.

Komposisi obat

Methylprednisolone 8 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas: 

  • Dosis awal: 4-48 mg/hari, dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dosis terbagi.
  • Dosis pemeliharaan: 4-16 mg/hari. 

Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah: 0,8-1,5 mg/kgBB/hari.

  • Dosis maksimal: 80 mg/hari.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi bersama makakan.

Efek samping obat

  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda pusing.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Mudah berkeringat.
    Penggunaan methylprednisolone dapat menyebabkan naiknya kadar gula darah yang akan memperburuk penderita diabetes. Jadi, konsultasilah dengan dokter jika mengalami gejala kadar gula darah tinggi, seperti mudah merasa haus dan meningkatnya rasa ingin buang air kecil. Metilprednisolon juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan akan memperparahnya. Konsultasikan juga kepada dokter jika memiliki gejala infeksi, seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan terus menerus, dan batuk.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Gangguan tidur.
  • Rasa terbakar pada dada.
  • Keringat berlebih.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Kesulitan bernapas.
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Gatal-gatal.
  • Diare.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Bayi.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Anak-anak.
  • Pasien dengan kondisi ketika tubuh hanya menghasilkan sedikit hormon tiroid (hipotiroid).
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (kolitis ulseratif non spesifik).
  • Penggunaan bersama asam asetilsalisilat dapat meningkatkan efek samping pada saluran pencernaan, seperti peradangan, perdarahan, dan maag.
  • Pasien yang mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang.
  • Rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan riwayat pembedahan pada saluran pencernaan, peradangan berupa kantung-kantung kecil (divertikula) yang muncul pada dinding saluran pencernaan (divertikulitis), luka pada dinding lambung (tukak peptik) aktif atau laten, gangguan ginjal (insufisiensi ginjal), tekanan darah tinggi (hipertensi), pengeroposan tulang (osteoporosis), dan kelemahan otot (myasthenia gravis).
  • Pasien penderita tuberkulosis.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Lameson 8 tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien penderita infeksi parasit di dalam usus besar (amubiasis).
  • Pasien penderita gangguan mental.
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata menjadi terlalu tinggi (glaukoma sudut tertutup).
  • Pasien penderita infeksi virus.
  • Pasien penderita penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen (poliomielitis).
  • Pasien yang mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Ketoconazol, boseprevir, ciclosporin, erythromicin, rifamisin, phenitoin, phenobarbital, dan telaprevir.
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan terganggunya kerja methylprednisolone dalam mengatasi gatal dan peradangan.
  • Aldesleukin, mifepriston, clopidogrel, warfarin, ibuprofen, celecoxib, aspirin, dan salisilat.
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan risiko terjadinya pendarahan atau timbul memar pada kulit.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain untuk mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jangan menghentikan konsumsi methylprednisolone tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda. Menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, sakit perut, muntah, kantuk, kebingungan, sakit kepala, demam, nyeri sendi dan otot, kulit mengelupas, dan penurunan berat badan.
Jika Anda mengonsumsi obat ini dalam dosis besar dan dalam waktu yang lama, dokter mungkin akan menurunkan dosis secara bertahap agar tubuh Anda dapat beradaptasi, sebelum menghentikan obat sepenuhnya.
Perhatikan efek samping yang terjadi saat Anda mengurangi dosis secara bertahap dan setelah berhenti minum obat. Jika mengalami efek samping, segera hubungi dokter. Anda mungkin perlu meningkatkan dosis obat sementara atau mulai meminum kembali obatnya.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lameson
Diakses pada 17 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/methylprednisolone.html
Diakses pada 17 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6470/methylprednisolone-oral/details
Diakses pada 17 Desember 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/medrol-drug.htm
Diakses pada 17 Desember 2020

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/methylprednisolone-oral-route/description/drg-20075237
Diakses pada 17 Desember 2020

Patient. https://patient.info/medicine/methylprednisolone-tablets-medrone
Diakses pada 17 Desember 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/methylprednisolone-oral-tablet
Diakses pada 17 Desember 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682795.html
Diakses pada 17 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email