Lameson 4 Tablet 4 mg

25 Nov 2020| Dina Rahmawati
Lameson tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi peradangan

Deskripsi obat

Lameson 4 tablet adalah obat yang digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Lameson 4 tablet mengandung zat aktif methylprednisolone. Methylprednisolone digunakan untuk mengobati sejumlah kondisi berbeda, seperti peradangan (pembengkakan), alergi parah, asma, masalah mata atau penglihatan, penyakit autoimun lupus, serta gangguan saraf pada mata, otak, dan tulang belakang (multiple skeloris). Methylprednisolone adalah kortikosteroid yang mengandung hormon steroid yang diperlukan untuk meredakan peradangan (inflamasi). Methylprednisolone bekerja pada sistem kekebalan untuk membantu meredakan pembengkakan, kemerahan, gatal, dan reaksi alergi.
Lameson 4 Tablet 4 mg
HETRp 46.750/strip per Desember 2019
Kandungan utamaMethylprednisolone.
Kelas terapiHormon kortikosteroid.
Klasifikasi obatGlukokortikoid.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet
ProdusenLapi Laboratories

Informasi zat aktif

Methylprednisolone menekan sistem kekebalan. Obat ini termasuk dalam golongan glukokortikoid kerja menengah. Methylprednisolone tidak memiliki aktivitas mineralokortikoid yang berfungsi untuk mengeluarkan cairan elektrolit pada ginjal. Methylprednisolone merupakan obat golongan glukokortikoid yang kuat, dengan potensi lima kali lipat dari hydrocortisone. Obat ini digunakan sebagai antiradang (antiinflamasi) dan penekan sistem imun (imunosupresan).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, methylprednisolone memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Didistribusikan dengan cepat ke otot, hati, kulit, usus, dan ginjal. Adrenokortikoid didistribusikan ke dalam ASI dan melalui plasenta.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit glukuronida dan sulfat yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Metabolit tidak aktif dan sejumlah kecil obat yang tidak termetabolisme dikeluarkan oleh ginjal. Jumlah obat yang tidak signifikan dikeluarkan melalui feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi terminal) adalah 18 hingga 36 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi gangguan pada kulit, seperti gatal-gatal, kemerahan pada kulit, peradangan kulit (dermatitis), peradangan pada kulit yang ditandai dengan kemerahan, kulit kering, dan mudah terkelupas (psoriasis), kelainan pada kulit, mulut, alat kelamin, dubur, dan lapisan bola mata (sindrom Stevens-Johnson) dan kelainan kulit lainnya yang responsif terhadap kortikosteroid.
  • Penyakit peradangan pada sendi yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Mengatasi asma bronkial.
  • Mengobati gangguan kolagen, seperti lupus eritematosus sistemik.
  • mengobati kelainan endokrin.
  • Mengobati penyakit kelainan pada darah.
  • Mengatasi peradangan sendi (arthritis), gangguan kulit, sel darah, ginjal, mata, tiroid, dan usus, seperti peradangan pada usus besar atau kolon (kolitis).
  • Mengobati alergi parah.
  • Mengobati jenis kanker tertentu.

Methylprednisolone adalah obat yang termasuk kedalam kelas obat yang disebut glukokortikoid, yaitu golongan hormon steroid yang berpengaruh terhadap metabolisme nutrisi. Methylprednisolone bekerja dengan mengurangi peradangan dan mengubah respons kekebalan tubuh Anda, sehingga dapat mengurangi terjadinya peradangan.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas: 

  • Dosis awal: 4-48 mg/hari, dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dosis terbagi
  • Dosis pemeliharaan: 4-16 mg/hari. 

Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah: 0,8-1,5 mg/kgBB/hari.

  • Dosis maksimal: 80 mg/hari.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi bersama makakan.

Efek samping obat

  • Mudah berkeringat.
    Penggunaan metilprednisolon dapat menyebabkan naiknya kadar gula darah yang akan memperburuk penderita diabetes. Jadi, konsultasilah dengan dokter jika mengalami gejala kadar gula darah tinggi, seperti mudah merasa haus dan meningkatnya kecenderungan ingin buang air kecil. Metilprednisolon juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan akan memperparah infeksi. Konsultasikan juga kepada dokter jika memiliki gejala infeksi, seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan terus menerus, dan batuk.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa seperti makanan pedas.
  • Gangguan tidur.
  • Rasa terbakar pada dada.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
  • Gatal-gatal.
  • Diare.
  • Keringat berebih.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Kesulitan bernapas.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat pembedahan anatomosis intestinal, peradangan berupa kantung-kantung kecil (divertikula) yang muncul di dinding saluran pencernaan yang terdapat pada saluran pencernaan (divertikulitis), luka pada dinding lambung (tukak peptik) aktif atau laten, gangguan ginjal (insufisiensi ginjal), tekanan darah tinggi (hipertensi), pengeroposan tulang (osteoporosis), dan kelemahan otot (miastenia gravis).
  • Pasien dengan kondisi ketika tubuh hanya menghasilkan sedikit hormon tiroid (hipotiroid).
  • Rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (kolitis ulseratif non spesifik).
  • Penggunaan bersama asam asetilsalisilat karena akan menimbulkan rasa perih atau nyeri ulu hati, mual, dan muntah.
  • Penggunaan jangka panjang.
  • Pasien penderita tuberkulosis.
  • Anak-anak.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Bayi.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Lameson tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen (poliomielitis).
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien yang mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata yang menjadi terlalu tinggi (glaukoma sudut tertutup).
  • Pasien penderita infeksi parasit di dalam usus besar (amubiasis).
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien penderita gangguan mental.
  • Pasien penderita infeksi virus.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Ketoconazol, boseprevir, ciclosporin, erythromicin, rifamisin, phenitoin, phenobarbital, dan telaprevir.
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan terganggunya kerja methylprednisolone.
  • Aldesleukin, mifepriston, clopidogrel, warfarin, ibuprofen, celecoxib, aspirin, dan salisilat.
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan pendarahan atau timbul memar.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jangan berhenti menggunakan metilprednisolon tanpa berbicara dengan dokter Anda. Menghentikan obat secara tiba-tiba dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, sakit perut, muntah, kantuk, kebingungan, sakit kepala, demam, nyeri sendi dan otot, kulit mengelupas, dan penurunan berat badan. Jika Anda mengonsumsi obat ini dalam dosis besar dan dalam waktu yang lama, dokter mungkin akan menurunkan dosis secara bertahap agar tubuh Anda dapat beradaptasi, sebelum menghentikan obat sepenuhnya. Perhatikan efek samping ini jika Anda secara bertahap mengurangi dosis dan setelah berhenti minum obat ini. Jika masalah ini terjadi, segera hubungi dokter. Anda mungkin perlu meningkatkan dosis obat sementara atau mulai meminumnya lagi.

Sesuai kemasan per Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6470/methylprednisolone-oral/details
Diakses pada 13 November 2020

Drugs. https://www.drugs.com/international/methylprednisolone.html
Diakses pada 13 November 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682795.html#:~:text=It%20relieves%20inflammation%20(swelling%2C%20heat,treat%20certain%20types%20of%20cancer.
Diakses pada 13 November 2020

GlowM. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/m036.html
Diakses pada 13 November 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/medrol-drug.htm
Diakses pada 13 November 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/methylprednisolone-oral-tablet#side-effects
Diakses pada 13 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email