Laflanac Tablet 25 mg

14 Jan 2021
Laflanac tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan.

Deskripsi obat

Laflanac tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan seperti nyeri pasca trauma dan nyeri sendi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Laflanac tablet mengandung zat aktif kalium diklofenak.

Laflanac Tablet 25 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 60.000/box per September 2020
Produk HalalYa
Kandungan utamaKalium diklofenak.
Kelas terapiAnalgetik, antiinflamasi, dan antipiretik.
Klasifikasi obatNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (25 mg)
ProdusenLapi Laboratories

Informasi zat aktif

Diklofenak termasuk dalam golongan NSAID yang berasal dari asam fenilasetat, memiliki sifat pereda nyeri (analgesik), antiradang (antiinflamasi), dan penurun demam (antipiretik). Obat ini menghambat pembentukan senyawa kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan yaitu siklooksigenase-1 dan 2, juga menghambat sintesis prostaglandin.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, diklofenak diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dari saluran pencernaan, kulit. Tingkat penyerapan menurun dengan makanan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sebanyak 55%. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk puncak konsentrasi plasma) (dalam kondisi puasa) sekitar 1 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Volume distribusi: Sekitar 1,3-1,4 L/kg. Ikatan protein plasma: Lebih dari 99% terutama untuk albumin.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme efek lintas pertama di hati melalui proses biokimia yang memasukan gugus hidroksil atau OH yang menyebabkan obat lebih mudah larut dalam air (hidroksilasi).
  • Ekskresi: Terutama melalui urin (sekitar 60% sebagai metabolit termasuk konjugat glukuronida; di bawah 1% sebagai obat tidak berubah); empedu (sekitar 35%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (wktu paruh eliminasi terminal) sekitar 1-2 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi nyeri dan peradangan seperti:

  • Nyeri peradangan pasca trauma, nyeri dan peradangan pasca operasi, sebagai terapi tambahan pd nyeri inflamasi berat pada infeksi THT.
  • Peradangan sendi yang terjadi karena gesekan pada ujung tulang penyusun sendi (osteoarthritis).
  • Nyeri yang terjadi akibat gangguan fungsi otot, tendon, tulang belakang, dan ligamen (muskuloskeletal).
  • Gejala peradangan sendi yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Peradangan pada sendi bagian punggung yang menyebabkan nyeri dan kaku pada punggung belakang (spondilitis ankilosis).

Kalium diklofenak bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenasi (COX) sehingga dapat membentuk senyawa kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan (prostaglandin) saat terjadi luka dan peradangan, dengan terhambatnya enzim siklooksigenasi maka prostaglandin yang diproduksi akan berkurang dan nyeri serta peradangan juga akan berkurang.

Komposisi obat

Kalium diklofenak 25 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Dosis awal: 100-150 mg/hari yang terbagi dalam 2-3 dosis.
  • Kasus sedang dan anak-anak 14 tahun ke atas: 75-100 mg/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Berisitirahat dan konsumsi banyak cairan. Jangan minum alkohol terlalu banyak dan minta rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada apoteker anda. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama minum diklofenak. Jika sakit kepala bertahan selama satu minggu lebih atau bahkan semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Mual.
    Cobalah untuk konsumsi diklofenak sesudah makan. Hindari makan terlalu banyak dan hindari makanan pedas.
  • Pusing atau sakit kepala hingga membuat pasien merasa seperti sekelilingnya berputar (vertigo).
    Hentikan aktivitas yang dilakukan dan duduk atau berbaring hingga merasa lebih baik. Jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin jika Anda merasa pusing atau pusing. Efek samping ini akan hilang ketika sudah terbiasa mengonsumsi diklofenak.
  • Muntah atau diare.
    Konsumsi banyak air atau cairan. Hubungi dokter jika mengalami tanda dehidrasi seperti urin berkurang, urin berwarna gelap, dan berbau kuat. Jangan mengonsumsi obat lain tanpa konsultasi ke dokter atau apoteker.
  • Sakit perut, kembung, atau kehilangan nafsu makan.
    Hindari makanan yang mengandung gas seperti kacang polong, bawang merah, dan kacang-kacangan. Konsumsi makanan dalam jumlah sedikit, makan dan minum secara perlahan, dan olahraga secara teratur.
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Gangguan fungsi hati.
  • Luka pada saluran pencernaan.
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).

Perhatian Khusus

  • Wanita hamil pada trimester kedua.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang merokok.
  • Pasien yang mengalami asma, peradangan pada rongga hidung (rhinitis), peradangan paru yang dapat berkembang dalam jangka waktu panjang (PPOK), infeksi saluran pernapasan, lupus eritematous sistemik (SLE), gangguan jaringan ikat campuran, gangguan pembentukan heme (porfiria), penyakit mata termasuk infeksi pada mata.
  • Pasien dengan riwayat perdarahan pada saluran pencernaan atau luka pada lambung dan usus.
  • Gangguan pembekuan darah yang mengakibatkan perdarahan yang berlebihan (koagulopati).
  • Anak-anak.
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita penyakit jantung iskemik.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien yang mengalami kekurangan kadar kalium dalam tubuh (hipovolemia).
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal
  • Pasien yang memiliki kadar lemak tinggi dalam darah (hiperlipidemia).

Kategori kehamilan

Pada kehamilan sebelum memasuki 30 minggu: Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan laflanac tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan. Pada kehamilan setelah memasuki 30 minggu: Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita gagal jantung sedang hingga berat.
  • Pasien penderita penyempitanpembuluh darah arteri pada jantung atau penyakit jantung iskemik.
  • Pasien yang mengalami luka pada dinding lambung atau usus.
  • Pasien yang sedang menjalani perawatan CABG.
  • Pasien penderita gangguan hati atau ginjal berat.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap diklofenak atau NSAID lain.
  • Pasien penderita penyakit dimana terjadinya sumbatan aliran darah akibat penyempitan pembuluh darah (arteri perifer).
  • Wanita hamil pada trimester ketiga.
  • Pasien penderita penyakit serebrovaskular.
  • Pasien yang mengonsumsi obat antiplatelet, antikoagulan, dan NSAID.
  • Pasien yang memiliki luka pada saluran pencernaan.
  • Pasien dengan riwayat asma.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Glikosida jantung.
    Glikosida jantung dapat meningkatkan risiko efek samping terkait dengan gangguan kardiovaskular.
  • Azitromisin.
    Azitromisin dapat meningkatkan terjadnya gangguan pada darah atau toksisitas hematologis.
  • Mefiproston.
    Natrium diklofenak dapat mengurangi efek mifepriston.
  • Digoksin, lithium, metotreksat, dan fenitoin.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar obat dan risiko terjadinya toksisitas atau keracunan.
  • Inhibitor ACE, diuretik, siklosporin, dan takrolimus.
    Obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya peningkatan kadar kalium dalam darah dan menyebabkan gangguan ginjal.
  • NSAID lain, obat penghambat pembekuan darah, dan obat pengencer darah.
    Penggunaan bersama natrium diklofenak dapat menyebabkan peningkatan risiko luka dan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Kortikosteroid dan obat SSRI.
    Penggunaan obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Vorikonazol.
    Kalium diklofenak dapat meningkatkan konsentrasi puncak plasma jika dikonsumsi dengan vorikonazol.
  • Kolestipol dan kolestiramin.
    Natrium diklofenak dapat menyebabkan penurunan efektivitas obat kolestipol dan kolestiramin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
  • Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
  • Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika mengalami sesak napas, kelelahan, dan pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki bisa menjadi tanda gagal jantung.
  • Timbul ruam pada kulit, gatal atau bengkak pada kulit bisa menjadi tanda gatal (urtikaria) atau pembengkakan.
  • Jika mengalami nyeri dada, sesak napas, merasa pusing dan kelelahan atau merasa cemas yang berlebihan bisa menjadi gejala serangan jantung.
  • Jika merasa kelelahan pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara atau berfikir, kehilangan keseimbangan atau penglihatan kabur bisa menjadi gejala stroke.
  • Jika terdapat darah pada muntah atau kotoran berwarna hitam bisa menjadi tanda terjadinya perdarahan pada perut atau usus.
  • Jika mengalami gangguan pencernaan yang parah disertai dengan mulas, sakit perut, diare atau muntah bisa menjadi tanda terjadinya maag atau pembengkakan pada perut atau usus.
  • Warna kulit menjadi kekuningan dan perubawah warna sklera mata menajdi kekuningan bisa menjadi tanda terjadinya gangguan pada hati.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/diclofenac
Diakses pada 16 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/laflanac?type=brief&lang=id
Diakses pada 16 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/diclofenac.html
Diakses pada 16 September 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/diclofenac/
Diakses pada 16 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email