Lactulax merupakan obat untuk konstipasi kronik dan gangguan otak serta persarafan
Lactulax merupakan obat untuk konstipasi kronik dan gangguan otak serta persarafan
Lactulax merupakan obat untuk konstipasi kronik dan gangguan otak serta persarafan
Lactulax merupakan obat untuk konstipasi kronik dan gangguan otak serta persarafan
Golongan obat Hijau Obat bebas: Tidak memerlukan resep dokter.
HET Rp 60.500/botol per April 2019
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Ikapharmindo Putramas

Lactulax merupakan obat untuk konstipasi kronik dan gangguan otak serta persarafan akibat penyakit hati kronis pada pasien pre-koma atau koma. Obat ini mengandung lactulose dan  termasuk golongan obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep.

Konstipasi kronik dan gangguan otak serta persarafan akibat penyakit hati kronis pada pasien pre-koma atau koma.

Tiap 5 ml: lactulose 3.335 mg

Dewasa pada kasus konstipasi kronis

Kasus berat: dosis awal untuk 1-3 hari pertama: 30 ml/hari, dosis penunjang: 15-25 ml/hari

Kasus sedang: dosis awal: 15-30 ml/hari, dosis penunjang: 10-15 ml/hari

Kasus ringan: dosis awal: 15 ml/hari, dosis penunjang: 10 ml/hari

 

Pada gangguan otak serta persarafan akibat penyakit hati kronis (ensefalopati portal-sistemik): 10-25 ml/hari

 

Anak-anak pada kasus konstipasi kronis

Usia 6-14 tahun: dosis awal: 15 ml/hari, dosis penunjang:10 ml/hari

Usia 1-5 tahun: dosis awal dan dosis penunjang: 5-10 ml/hari

 

Pada gangguan otak serta persarafan akibat penyakit hati kronis (ensefalopati portal-sistemik):

Usia 7-14 tahun: 10 ml/hari

Usia 1-6 tahun: 5-10 ml/hari

 

Bayi pada kasus konstipasi kronis

Usia <1 tahun: dosis awal dan dosis penunjang: 5 ml/hari

 

Pada gangguan otak serta persarafan akibat penyakit hati kronis (ensefalopati portal-sistemik):

Bayi <1 tahun: 5 ml/hari

Sebaiknya dikonsumsi pada waktu makan pagi.

Sering buang angin, mual, muntah. Pada dosis tinggi biasanya terjadi diare, kekurangan cairan tubuh, kekurangan kalium (hipokalemia) dan kelebihan natrium (hipernatremia).

Pasien yang diet galaktosa, galaktosemia, dan penyumbatan usus.

Penggunaan jangka panjang akan mengakibatkan rasa tidak enak pada perut dan lambung, diare, kram perut, rasa haus. Jangan mengonsumsi obat lebih dari satu minggu. Pasien diabetes atau gangguan metabolisme gula (galaktosemia) harus berhati-hati.

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/lactulax/lactulax?type=brief&lang=id
Diakses pada 1 April 2019

Artikel Terkait