L-alanyl-L-glutamine bekerja pada saluran pencernaan untuk melindungi lapisan dan mempertahankan fungsi pertahanan saluran pencernaan.
L-alanyl-L-glutamine digunakan untuk pasien yang membutuhkan tambahan glutamin dalam bentuk suplemen nutrisi.

Dipeptiven, Gabaxa, Glutiven

L-alanyl-L-glutamine adalah suplemen nutrisi (asam amino) yang diberikan untuk pasien yang membutuhkan tambahan glutamin. Glutamin digunakan untuk mencegah infeksi dan mengatasi efek samping akibat kemoterapi kanker, nyeri dan pembengkakan di dalam mulut, nyeri saraf, nyeri otot dan sendi.

L-alanyl-L-glutamine bekerja pada saluran pencernaan untuk melindungi lapisan saluran pencernaan dan mempertahankan fungsi pertahanan saluran pencernaan. Hal ini akan menurunkan risiko infeksi, kerusakan akibat peradangan, dan gejala yang berhubungan dengan infeksi seperti diare, dehidrasi, gangguan penyerapan, dan ketidakseimbangan elektrolit.

Fungsi L-alanyl-L-glutamine lainnya adalah meningkatkan perbaikan sel, mencegah kematian sel akibat kerusakan yang terjadi yang pada akhirnya akan meningkatkan penyerapan nutrisi, mengurangi diare, menurunkan resiko infeksi saluran pencernaan dan meningkatkan penyembuhan.

L-alanyl-L-glutamine (N (2)-L-ALANYL-GLUTAMIN)
Golongan

Suplemen asam amino

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.

Dosis tergantung pada tingkat keparahan kondisi katabolik dan kebutuhan protein/asam amino. Dalam sediaan larutan 200 mg/ml untuk infus: 300–500 mg/kgBB/hari. Maksimal: 500 mg L-alanyl-L-glutamine/kgBB/hari. Dosis tidak melebihi 2 gram asam amino/kgBB/hari. Durasi pengobatan maksimal adalah 3 minggu.

Baca petunjuk dan ikuti anjuran dokter Anda. Karena L-alanyl-L-glutamine hanya diberikan melalui suntikan oleh petugas medis.

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi bila terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis. Efek samping yang mungkin timbul setelah menggunakan obat ini adalah kejang, gangguan psikis (mania), alergi terhadap glutamat, gangguan kesadaran terutama pada pasien dengan penyakit hati.

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping lain diluar daftar di atas, konsultasikan segera ke dokter Anda.

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Pada pasien dengan gangguan hati, perlu pemantauan fungsi hati secara teratur
  • Wanita hamil dan menyusui
  • Jika terjadi overdosis, infus harus segera dihentikan

Jangan menggunakan obat ini jika Anda mempunyai kondisi medis seperti:

  • Gangguan ginjal berat
  • Gangguan hati berat
  • Asidosis metabolik berat

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

  • Menggunakan laktulosa dengan glutamin dapat menurunkan efektivitas laktulosa.
  • Glutamin dapat menurunkan efektivitas obat kejang seperti fenobarbital, asa valproat, gabapentin, carbamazepine, dan fenitoin bila digunakan secara bersamaan.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/n-2-l-alanyl-glutamin-natrium-levoglutamid
diakses pada 19 November 2018.

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/l-alanyl-l-glutamine?mtype=generic
diakses pada 19 Novemebr 2018.

NIH. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/l-Alanyl-l-glutamine#section=Molecular-Formula
diakses pada 19 November 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-878/glutamine
diakses pada 19 November 2018.

Artikel Terkait