KSR Tablet 600 mg

05 Jan 2021| Anita Djie
KSR tablet adalah obat untuk mengatasi dan mencegah kadar kalium rendah dalam darah

Deskripsi obat

KSR tablet adalah obat untuk mencegah dan mengatasi rendahnya kadar kalium dalam darah (hipokalemia). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. KSR tablet mengandung zat aktif potassium chloride atau kalium klorida.
Kalium adalah mineral yang ditemukan di banyak makanan dan dibutuhkan untuk beberapa fungsi tubuh, misalnya membantu sel, ginjal, jantung, otot, dan saraf agar bekerja dengan baik. Itu sebabnya, penting untuk menjaga kadar kalium yang normal dalam darah. Kebanyakan orang mendapatkan cukup kalium dengan makan makanan yang seimbang.
Beberapa kondisi yang dapat menurunkan kadar kalium dalam tubuh, antara lain diare dan muntah parah yang berkepanjangan. Selain itu, penyebab lainnya adalah masalah hormon, seperti kelainan kelenjar endokrin, serta mengonsumsi diuretik atau obat untuk meningkatkan pengeluaran air seni.

KSR Tablet 600 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 22.464/strip per Oktober 2019
Kandungan utamaKalium klorida.
Kelas terapiElektrolit.
Klasifikasi obatMineral.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (600 mg)
ProdusenMerck

Informasi zat aktif

Kalium klorida adalah kation atau ion bermuatan positif utama dari cairan intraseluler (di dalam sel tubuh). Zat ini penting untuk proses fisiologis, seperti konduksi impuls saraf di jantung, otak, dan otot rangk, kontraksi otot jantung, rangka dan polos, pemeliharaan fungsi ginjal normal, metabolisme karbohidrat, keseimbangan asam basa, serta sekresi lambung.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kalium klorida diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dan mudah dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Didistribusikan ke dalam sel.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine, feses, dan keringat (sedikit).

Indikasi (manfaat) obat

  • Mencegah atau mengobati kadar kalium dalam darah yang rendah (hipokalemia).

Kalium klorida dapat digunakan sebagai pengganti ion-ion kalium elektrolit. Selain itu, KSR tablet ini juga dapat digunakan sebagai sumber kation, atau ion bermuatan positif. Kation dari cairan di dalam sel tubuh penting untuk pemeliharaan asam-basa serta keseimbangan cairan dan elektrolit sel.

Komposisi obat

Pottasium chloride atau kalium klorida 600 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 1-2 tablet sebanyak 2-3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi bersama makanan.

Efek samping obat

  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu sering. Bicaralah dengan apoteker, jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis karena minuman mengandung gula dapat membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu mengurangi sakit perut. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan atau botol air panas.
  • Perut kembung.
  • Sakit pinggang.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu 20-25° C, serta terhindar dari cahaya matahari langsung dan tempat lembap.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit ginjal.
  • Pasien penderita sirosis atau penyakit hati lainnya.
  • Pasien dengan gangguan kelenjar adrenal.
  • Pasien yang mengalami cedera jaringan besar, seperti luka bakar parah.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien penderita penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.
  • Pasien yang mengalami perdarahan lambung atau usus.
  • Pasien yang mengalami penyumbatan di perut atau usus.
  • Pasien yang mengalami diare kronis, seperti pada kondisi peradangan usus besar (kolitis ulserativa) dan peradangan usus menahun (penyakit Crohn).

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan KSR tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien gagal ginjal tahap lanjut.
  • Pasien yang memiliki kerusakan kelenjar adrenal, sehingga tidak mampu memproduksi hormon yang memadai untuk tubuh (penyakit Addison) dan tidak diobati.
  • Pasien penderita dehidrasi akut.
  • Jumlah kalium dalam darah sangat tinggi (hiperkalemia).
  • Pasien yang memiliki penyumbatan pada saluran pencernaan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Inhibitor ACE, siklosporin, diuretik hemat kalium seperti spironolakton, triamteren, atau amilorida.
    Penggunaan KSR tablet bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya hiperkalemia atau peningkatan kadar kalium dalam tubuh. Hal tersebut dapat memicu terjadinya kelemahan otot, gangguan irama jantung, dan kesemutan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Iritasi tenggorokan parah.
  • Perut kembung, muntah hebat, dan sakit perut parah.
  • Peningkatan kadar kalium yang ditandai dengan mual, lemah, perasaan geli, nyeri dada, detak jantung tidak teratur, dan kehilangan gerakan.
  • Tanda-tanda perut berdarah yang ditandai dengan feses berdarah, batuk darah, atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.

Drugs. https://www.drugs.com/potassium_chloride.html#:~:text=Potassium%20chloride%20is%20used%20to,illness%20with%20diarrhea%20or%20vomiting.
Diakses pada 17 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-676-7058/potassium-chloride-oral/potassium-extended-release-dispersible-tablet-oral/details
Diakses pada 17 Desember 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/potassium-chloride
Diakses pada 17 Desember 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ksr?type=full
Diakses pada 17 Desember 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/potassium%20chloride?mtype=generic
Diakses pada 17 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Penyakit Terkait