Konvermex Tablet 125 mg

23 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Konvermex tablet adalah obat untuk mengobati cacingan yang disebabkan parasit saluran pencernaan.

Deskripsi obat

Konvermex tablet adalah obat untuk mengobati cacingan yang disebabkan parasit pada saluran pencernaan. Obat ini termasuk dalam golongan obat bebas terbatas. Konvermex tablet mengandung zat aktif pirantel pamoat.
Konvermex Tablet 125 mg
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
Produk HalalYa
Kandungan utamaPirantel pamoat.
Kelas terapiAntelmintik.
Klasifikasi obatDerivat pirimidin.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 4 tablet (125 mg)
ProdusenKonimex

Informasi zat aktif

Pirantel pamoat bekerja dengan melumpuhkan cacing yang terlepas dan diekskresikan dengan gerakan peristaltik usus. Pirantel efektif melawan cacing gelang (Ascaris), cacing kremi (Enterobius), cacing tambang, dan Trichostrongylus. Tidak efektif melawan cacing cambuk.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, pirantel pamoat diketahui memiliki status:

  • Absorbsi: Sedikit diserap dari saluran pencernaan (oral).
  • Ekskresi: Melalui urin (7% sebagai obat dan metabolit tidak berubah), melalui feses (> 50% sebagai tidak berubah).

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati kecacingan yang disebabkan karena parasit pada saluran pencernaan, seperti:

  • Cacing tambang (Necator americanus).
  • Cacing kremi (Enterobius vermicularis).
  • Cacing gelang (Ascaris lumbricoides).
  • Cacing tambang (Ancyllostoma duodenale).
  • Cacing Trichoctrongylus colubriformis dan Orientalis.

Pirantel pamoat merupakan obat yang bekerja dengan mempromosikan pelepasan zat penghantar rangsangan saraf atau neurotransmitter yang menstimulasi otot (asetilkolin), menghambat enzim yang mengkatalisis asetilkolin (kolinesterase), dan merangsang neuron ganglionik, pirantel berfungsi sebagai agen penghambat neuromuskuler depolarisasi pada cacing. Hal ini menyebabkan depolarisasi yang luas pada membran otot cacing, sehingga mengakibatkan ketegangan pada otot cacing dan membuat cacing tidak bisa bergerak atau lumpuh sehingga tubuh bisa mengeluarkannya secara alami melalui feses.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 3-4 tablet.
Anak-anak:

  • 2-6 tahun: 1-2 tablet.
  • 6-12 tahun: 2-3 tablet.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Pusing.
    Jika merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai merasa lebih baik, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai merasa lebih baik.
  • Mual.
    Cobalah mengonsumsi makanan ringan dan jangan mengonsumsi makanan berat atau pesan. Cobalah konsumsi obat ini setelah makan. Hubungi dokter jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Sakit kepala.
    Pastikan untuk istirahat dan minum banyak cairan. Jika hal tersebut mengganggu, mintalah apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau parah.
  • Muntah.
    Minum banyak cairan, seperti air untuk menghindari terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Minumlah sedikit demi sedikit. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Diare.
    Konsumsi banyak air untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya atau urin yang berarna gelap dan berbau tajam.
  • Mengantuk.
    Beristirahatlah dan jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika mengantuk.
  • Penurunan nafsu makan (anoreksia).
  • Ruam pada kulit.

Perhatian Khusus

  • Wanita hamil.
  • Tidak dianjurkan untuk anak-anak 2 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita anemia atau malnutrisi berat.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan konvermex tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap pirantel pamoat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Piperazin.
    Penggunaan pirantel pamoat dan piperazin dapat berakibat fatal.
  • Obat cacing lainnya.
    Penggunaan pirantel pamoat dengan obat cacing lainnya dapat menyebabkan penurunan efektivitas pirantel pamoat.
  • Teofilin.
    Penggunaan pirantel pamoat dan teofilin dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

Pirantel pamoat digunakan sebagai dosis tunggal dan tidak memiliki jadwal pemberian dosis harian.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami sakit perut parah, mual, muntah, atau diare, pusing parah atau sakit kepala.

Sesuai kemasan per September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/pyrantel?mtype=generic
Diakses pada 30 September 2020

Konimex. https://www.konimex.com/product/pharmaceutical/over-the-counter/antelmintik/konvermex-1
Diakses pada 30 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-9999-6119/pyrantel-pamoate-oral/pyrantel-suspension-oral/details
Diakses pada 30 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682820.html
Diakses pada 30 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/pyrantel.html
Diakses pada 30 September 2020

Drugbank https://go.drugbank.com/drugs/DB11156
Diakses pada 30 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email