Kolton tablet 100 mg dapat mengatasi hiperurisemia primer dan hiperurisemia sekunder
Kolton tablet 100 mg dapat mengatasi hiperurisemia primer dan hiperurisemia sekunder
Kolton tablet 100 mg dapat mengatasi hiperurisemia primer dan hiperurisemia sekunder
Kolton tablet 100 mg dapat mengatasi hiperurisemia primer dan hiperurisemia sekunder
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 17.875/strip (10 tablet) per Agustus 2019
Kemasan 1 box isi 5 strip @ 10 tablet (100 mg)
Produsen Pharos Indonesia

Kolton adalah obat yang digunakan untuk menurunkan konsentrasi asam urat dalam darah dan urine. Obat ini juga berguna untuk menurunkan endapan urat sehingga mencegah terjadinya gout arthritis dan urat nefropati. Obat keras ini memerlukan resep dokter. Kolton mengandung allopurinol.

Pengobatan:

  • Peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) primer: gout.
  • Hiperurisemia sekunder: mencegah pengendapan asam urat dan kalsium oksalat.
  • Produksi berlebihan asam urat antara lain pada peningkatan sel darah merah dalam tubuh (polisitermia) vera dan terapi kanker seperti sitostatik.

Allopurinol 100 mg.

Dewasa:

  • Penderita asam Urat:
  • Dosis awal: 100-300 mg/hari
  • Dosis pemeliharaan: 200-600 mg/hari
  • Dosis tunggal maksimal: 300 mg/hari
  • Kondisi ringan: 2-10 mg/kg BB/hari atau 100-200 mg/hari
  • Kondisi sedang: 300-600 mg/hari
  • Kondisi berat: 700-900 mg/hari
  • Penderita gangguan fungsi ginjal: sesuai petunjuk dokter.

Anak-anak: 10-20 mg/kg BB/hari atau 100-400 mg/hari. 

Dikonsumsi sesudah makan.

  • Reaksi hipersensitivitas: kulit menjadi kemerahan, demam, peradangan pada kelenjer getah bening, nyeri sendi, tingginya rasio eosinofil di dalam plasma darah.
  • Reaksi kulit: kulit menjadi gatal, ruam.
  • Sakit kepala, vertigo, mengantuk, gangguan mata.
  • Gangguan darah: leukopenia, trombositopenia, anemia hemolitik, anemia aplastik.

Hipersensitif, keadaan serangan akut gout.

  • Hindari penggunaan pada penderita kelainan fungsi ginjal atau penderita hiperurisemia asimptomatik.
  • Bila terjadi gatal-gatal, anoreksia, serta berkurangnya berat badan, harus dilakukan pemeriksaan fungsi hati.
  • Dapat meningkatkan resiko hipoglikemia terutama pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal.

Tidak ada interaksi berbahaya jika digunakan bersamaan dengan obat lain.

Sesuai kemasan per Agustus 2019.

Artikel Terkait