Kolkatriol kapsul 0,25 mcg obat untuk mengobati osteoporosis dan hipoparatiroid.
Kolkatriol kapsul 0,25 mcg obat untuk mengobati osteoporosis dan hipoparatiroid.
Kolkatriol kapsul 0,25 mcg obat untuk mengobati osteoporosis dan hipoparatiroid.
Kolkatriol kapsul 0,25 mcg obat untuk mengobati osteoporosis dan hipoparatiroid.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 246.760/box (0,25 mcg) per Oktober 2019.
Kemasan 1 botol @ 30 kapsul (0,25 mcg).
Produsen Dankos Farma

Kolkatriol adalah obat untuk mencegah dan mengobati gangguan kalsium/fosfat/paratiroid yang dapat terjadi pada gangguan ginjal dan hipoparatiroid. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Kolkatriol mengandung zat aktif calcitriol.

  • Mengobati:
    • Gangguan tulang yang ditandai dengan penurunan massa tulang yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah (osteoporosis postmenopause).
    • Perubahan morfologi tulang pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (osteodistrofi ginjal).
    • Pelunakan dan kelemahan tulang pada anak yang terjadi karena kekurangan vitamin D (rakhitis).
    • Kekurangan hormon tiroid paska bedah.
    • Kekurangan hormon tiroid yang tidak diketahui penyebabnya (hipoparatiroid idiopatik).
    • Kondisi di mana kadar kalsium dalam darah dan tulang rendah, namun hormon paratiroid tinggi (pseudohipoparatiroidisme).

Calcitriol 0,25 mcg.

  • Dewasa:
    • Osteoporosis postmenopause: 0,25 mcg sebanyak 2 kali/hari.
    • Osteodistrofi ginjal pada penderita dialisis: 0,25 mcg/hari dosis dapat ditingkatkan pada interval 2 sampai 4 minggu.

    • Bayi dan anak usia 1-5 tahun (dengan hipoparatiroidisme): 0,25-0,75 mcg/hari.
    • Hipoparatiroidisme dan rakhitis: 0,25 mcg/hari diberikan pada pagi hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Pasien penderita dengan tingkat kalsium dalam darah di atas normal (hiperkalsemia).
  • Penderita yang hipersensitif tehadap calcitriol.
  • Wanita hamil.
  • Anak-anak dengan dialisis.
  • Pasien yang tidak dapat bergerak, setelah operasi cenderung mempunyai resiko kalsium dalam darah tinggi (hiperkalsemia).
  • Pasien gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien dialisis.
  • Pasien dengan rakhitis yang resisten terhdapa vitamin D.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait