Kolkatriol F kapsul 0,5 mcg obat untuk mengobati osteoporosis dan hipoparatiroid.
Kolkatriol F kapsul 0,5 mcg obat untuk mengobati osteoporosis dan hipoparatiroid.
Kolkatriol F kapsul 0,5 mcg obat untuk mengobati osteoporosis dan hipoparatiroid.
Kolkatriol F kapsul 0,5 mcg obat untuk mengobati osteoporosis dan hipoparatiroid.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 412.500/box (0,5 mcg) per Oktober 2019
Kemasan 1 botol @ 30 kapsul (0,5 mcg)
Produsen Kimia Farma

Kolkatriol F adalah obat yang digunakan agar tulang tetap kuat pada pasien dengan gangguan kalsium/fosfat/paratiroid yang dapat terjadi pada gangguan ginjal dan hipoparatiroid. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Kolkatriol F mengandung zat aktif calcitriol.

  • Mengobati:
    • Gangguan tulang yang ditandai dengan penurunan massa tulang yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah (osteoporosis postmenopause).
    • Perubahan bentuk dan struktur tulang pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (osteodistrofi ginjal).
    • Pelunakan dan perlemahan tulang pada anak yang terjadi karena kekurangan vitamin D (rakhitis).
    • Kekurangan hormon tiroid paska bedah.
    • Kekurangan hormon tiroid yang tidak diketahui penyebabnya (hipoparatiroid idiopatik).
    • Kondisi di mana kadar kalsium dalam darah dan tulang rendah, namun hormon paratiroid tinggi (pseudohipoparatiroidisme).

Calcitriol 0,5 mcg.

  • Dewasa:
  • Osteoporosis postmenopause: 1 kapsul (0,5 mcg) sebanyak 1 kali/hari.
  • Osteodistrofi ginjal pada penderita dialisis: 0,25 mcg/hari dosis dapat ditingkatkan pada interval 2 sampai 4 minggu.
  • Hipoparatiroidisme dan rakhitis: 0,25 mcg/hari diberikan pada pagi hari.
  • Bayi dan anak usia 1-5 tahun
    • Osteodistrofi ginjal pada penderita dialisis (dengan hipoparatiroidisme): 0,25-0,75 mcg/hari.

Kolkatriol tersedia dalam 2 kemasan dengan kadar zat aktif yang berbeda, konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda, untuk memastikan kemasan yang tepat untuk kebutuhan dosis yang sesuai dengan tujuan terapi dan respon terapi setiap individu.

  • Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Simpan dalam ruang ber-AC (suhu di bawah 25°C), dalaam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan kelembaban.
  • Lemah.
  • Pusing.
  • Mengantuk.
  • Mulut kering.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Sembelit (konstipasi).
  • Nyeri otot.
  • Nyeri tulang.
  • Mulut terasa seperti logam (metallic taste).
  • Pasien penderita dengan tingkat kalsium dalam darah di atas normal (hiperkalsemia).
  • Penderita yang hipersensitif tehadap calcitriol.
  • Wanita hamil.
  • Anak-anak pasien dialisis.
  • Pasien yang tidak dapat bergerak, setelah operasi cenderung mempunyai resiko kalsium dalam darah tinggi (hiperkalsemia).
  • Pasien gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien dialisis.
  • Pasien dengan rakhitis yang resisten terhadap vitamin D.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait