Dopain, Erphapain, Farpain, Ketopain, Ketorolac Hexpharm, Ketorolac OGB Dexa, Ketosic, Ketrobat, K-Pain, Lactopain, Lactor, Lantipain, Latorec, Matolac, Painrel, Rativol, Remopain, Rindopain, Rolac, Ropain, Scelto, Teranol, Toradol, Toramine, Torasic, Torpain, Trolac, Toradol, Xevolac.

Ketorolac adalah obat yang digunakan untuk menangani rasa sakit jangka pendek, dengan tingkat keparahan dari nyeri sedang sampai berat.

Ketorolac biasanya digunakan sebelum atau sesudah operasi. Obat ini termasuk dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

Ketorolac (Ketorolak)
Golongan

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet, suntik, tetes

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Obat tetes 0,5%

Konjungtivitis akibat alergi

  • Dewasa: 1 tetes ke mata yang terkena sebanyak 4 kali sehari.

Pascaoperasi mata

  • Dewasa: 1 tetes ke mata yang terkena sebanyak 4 kali sehari, mulai dari 24 jam setelah operasi katarak hingga 2 minggu pertama pascaoperasi.

Oral

Nyeri pascaoperasi

  • Dewasa: 20 mg, lalu 10 mg pada 4-6 jam sebagai terapi lanjutan dari dosis parenteral. Dosis maksimalnya adalah 40 mg per hari. Durasi maksimal penggunaan adalah 5 hari (kombinasi parenteral dan oral). 
  • Lansia: 10 mg, lalu 10 mg lagi pada 4-6 jam sebagai terapi lanjutan dari pemberian parenteral. Dosis maksimalnya adalah 40 mg per hari.

Khusus untuk penggunaan pada anak-anak, harus diberikan sesuai dengan anjuran dokter.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan ketorolac sebelum mengonsumsinya.

Bagi pasien yang mengonsumsi tablet ketorolac:

  • Untuk menghindari sakit perut, obat perlu diminum bersama dengan makanan atau dengan obat antasida.
  • Konsumsi obat ini dengan segelas air.
  • Jangan berbaring sekitar 15-30 menit untuk menghindari masalah saat menelan obat.

Agar penggunaan obat tetap aman dan efektif, jangan menggunakan ketorolac dengan dosis lebih banyak dari yang disarankan dan lebih dari 5 hari. Dosis ketorolac yang terlalu banyak akan meningkatkan risiko dari efek yang tidak diinginkan, khususnya pada pasien lansia.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Obat ketorolac umumnya dapat menyebabkan efek samping berupa sakit perut, muntah, sembelit, diare, kembung, dan pusing. Jika efek samping makin memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Anda juga disarankan untuk mencari bantuan medis secepatnya bila terjadi efek samping serius di bawah ini:

  • Pingsan.
  • Detak jantung yang cepat.
  • Gangguan pendengaran (suara berdenging di telinga).
  • Perubahan mood (kebingungan, depresi).
  • Sakit kepala yang parah.
  • Sakit perut.
  • Kenaikan berat badan tanpa alasan yang jelas.
  • Pembengkakan tangan dan kaki.
  • Perubahan penglihatan, misalnya pandangan buram.
  • Kelelahan tanpa penyebab yang jelas.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

Kontraindikasi

Jangan menggunakan ketorolac jika Anda mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Hipersensitivitas terhadap ketorolac.
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Gangguan ginjal sedang hingga berat.

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi ketorolac dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Dapat meningkatkan efektivitas kadar plasma dan paruh waktu bila digunakan bersama probenesid.
  • Dapat meningkatkan efektivitas lithium plasma.
  • Dapat meningkatkan risiko nefrotoksisitas bila digunakan bersama obat diuretik.

 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3919/ketorolac-oral/details
Diakses pada 12 September 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ketorolac-oral-route-injection-route/proper-use/drg-20066882
Diakses pada 12 September 2019

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/ketorolac/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 12 September 2019

Artikel Terkait