Ketoprofen (Alias: Ketoprofen)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 31 Jan 2019
Ketoprofen termasuk golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, seperti bengkak, kekakuan sendi akibat peradangan, dan kram menstruasi
Ketoprofen digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada bengkak dan kekakuan sendi

Merk dagang yang beredar:

Altofen, Kaltrofen, Lantifam, Molaflam, Nasaflam, Noflam, Nazofel, Profika, Pronalges, Profenid, Profika, Protofen, Profecom, Rhetoflam.

Ketoprofen digunakan untuk mengurangi rasa sakit, seperti bengkak, dan kekakuan sendi akibat peradangan. Obat ini termasuk golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Ketoprofen juga dapat digunakan untuk mengobati kram menstruasi dan kondisi tertentu yang berdasarkan rekomendasi dokter.

Ketoprofen (Ketoprofen)
Golongan

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet, gel, suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Nyeri sendi, peradangan musculoskeletal dan sendi, nyeri pasca operasi ortopedi

  • 50-100 mg melalui injeksi ke dalam otot gluteal setiap 4 jam. Maksimal: 200 mg dalam 24 jam hingga 3 hari.

Nyeri

  • Sebagai gel 2,5%, oleskan ke area yang nyeri selama 2-4 kali sehari hingga 10 hari. Jika ingin mengonsumsi ketoprofen dalam bentuk tablet, gunakan 20-50 mg setiap 6-8 jam. Maksimal 300 mg/hari, dalam dosis terbagi.

Peradangan

  • Tablet 100-200 mg/hari dalam 2-4 dosis terbagi. Maksimal 300 mg/hari dalam dosis terbagi.

Aturan pakai Ketoprofen dengan benar

Baca petunjuk obat ketoprofen dan patuhi anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makan, sesuai yang disarankan oleh dokter. Jangan berbaring setelah mengonsumsi obat ini selama 10 menit.

Dosis akan diberikan sesuai kondisi medis. Jangan mengonsumsi obat ini lebih lama atau lebih sering. Untuk mengurangi efek samping, dokter akan memberikan dosis rendah pada awal pemakaian. Beri tahu dokter jika kondisi semakin memburuk.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat berpotensi menimbulkan efek samping. Meski belum tentu terjadi, efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Ketoprofen dapat menimbulkan efek samping berupa sakit perut, sembelit, diare, pusing, dan kehilangan nafsu makan. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami efek samping berikut ini yang meski jarang, tapi sifatnya serius.

  • Pingsan
  • Detak jantung cepat
  • Perubahan mental/mood
  • Kenaikan berat badan

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika Anda mengalami efek samping lain, tanyakan pada tenaga kesehatan.

Peringatan

Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu, termasuk jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Gangguan ginjal
  • Gangguan hati
  • Kehamilan
  • Tekanan darah tinggi
  • Asma

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Gagal jantung berat
  • Penderita asma
  • Hipersensitivitas terhadap aspirin

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi

Interaksi mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat bersamaan. Apabila ingin memakai ketoprofen bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan ketoprofen.

Jenis Obat

Interaksi

Diuretik

Peningkatan risiko gagal ginjal

Warfarin

Peningkatan risiko perdarahan saluran pencernaan

Obat antihipertensi (ACE inhibitors, angiotensin II receptor antagonists)

Penurunan efektivitas obat antihipertensi

Lithium dan metotreksat

Peningkatan konsentrasi plasma litium dan metotreksat

Aspirin dan obat golongan antiinflamasi nonsteroid lain (NSAID)

Penurunan pengikatan protein pada ketoprofen, peningkatan risiko di saluran pencernaan

 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/kanamycin.html
Diakses pada 16 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ketoprofen-oral-route/description/drg-20069709
Diakses pada 16 November 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/kanamycin
Diakses pada 16 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top