Ketoconazole

Ketoconazole digunakan untuk mengatasi infeksi jamur yang menyerang kulit atau bagian tubuh lain

Ketoconazole digunakan untuk mengatasi infeksi jamur yang menyerang kulit atau bagian tubuh lain

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Anfuhex, Dermaral, Erazol, Funet, Fungoral, Fungasol, Formyco, Formyco Cream, Grazol, Interzol, Nizol, Nizoral Cream, Nizoral-SS, Solinfec, Solinfec Cream, Tokasid, Tokasid Cream, Zoloral Cream, Zoloral-SS

Deskripsi obat

Ketoconazole digunakan untuk mengatasi infeksi jamur yang menyerang kulit atau bagian tubuh lain. Ketoconazole termasuk ke dalam golongan obat antijamur yang bekerja dengan mencegah pertumbuhan sel jamur.

Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi kulit, seperti kutu air, gatal, kurap, kandidiasis, dan jenis ketombe tertentu. Obat ini juga digunakan untuk mengobati kondisi kulit yang dikenal sebagai pityriasis atau tinea versicolor, yaitu infeksi jamur yang menyebabkan pencerahan atau penggelapan kulit leher, dada, lengan, atau kaki. Ketoconazole tersedia dalam bentuk tablet, krim, gel, serta shampo.

Ketoconazole (Ketokonazol)
GolonganKelas terapi : Antifungi. Klasifikasi Obat : Derivat imidazol.
Kategori obatObat bebas dan obat resep
Bentuk sediaan obatTablet, obat oles (topikal)
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak berusia 6 tahun ke atas
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Petunjuk umum konsumsi

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Oral
Infeksi jamur yang mempengaruhi organ tubuh (sistemik)

  • Dewasa: 200 mg/hari, dapat ditingkatkan menjadi 400 mg/hari jika gejala klinis tidak membaik.
  • Anak-anak:
    • 2 tahun: 3.3-6.6 mg/kgBB/hari.

Sindrom Cushing

  • Dewasa: 400-600 mg/hari, dapat ditingkatkan sebesar 200 mg/hari setiap 7-28 hari.
    • Dosis pemeliharaan: 600-800 mg/hari.
    • Dosis maksimal: 1200 mg/hari. Semua dosis diberikan dalam 2 atau 3 dosis terbagi. Pengurangan atau penghentian dosis mungkin diperlukan berdasarkan fungsi kelenjar adrenal dan hati pasien.

Topikal atau obat luar
Pityriasis versicolor

  • Dewasa:
    • Krim 2%: Oleskan ke area yang terkena dan sekitarnya 1-2 kali/hari selama 2-3 minggu. Lanjutkan pengobatan sampai beberapa hari setelah gejala teratasi.
    • Shampo 2%: Oleskan pada kulit kepala basah sekali sehari selama maksimal 5 hari.
      • Pencegahan: Oleskan pada kulit kepala basah sekali sehari selama maksimal 3 hari, sebelum terpapar sinar matahari.

Kandidiasis kulit, Tinea corporis, Tinea cruris, Tinea manuum, Tinea pedis

  • Dewasa:
    • Krim 2%: Oleskan ke area yang terinfeksi dan sekitarnya 1-2 kali/hari. Durasi pengobatan 2-3 minggu. Tinea cruris sekitar 2-4 minggu, tinea corporis sekitar 3-4 minggu, tinea pedis sekitar 4-6 minggu. Lanjutkan pengobatan sampai beberapa hari setelah gejala teratasi.Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik

  • Dewasa:
    • Krim 2%: Oleskan ke area yang terkena 1-2 kali/hari selama 2-4 minggu. Untuk pemeliharaan, oleskan sekali seminggu di area yang terkena. Lanjutkan pengobatan sampai beberapa hari setelah gejala teratasi.
    • Shampo 2%: Oleskan pada kulit kepala basah dua kali seminggu selama 2-4 minggu. Pencegahan, oleskan pada kulit kepala basah setiap 1-2 minggu sekali. Biarkan selama 3-5 menit lalu bilas hingga bersih.

Ketombe

  • Dewasa:
    • Shampo 2%: Oleskan pada kulit kepala basah 2 kali/minggu selama 2-4 minggu. Untuk pencegahan, oleskan pada kulit kepala basah setiap 1-2 minggu/kali. Biarkan selama 3-5 menit lalu bilas hingga bersih.

Aturan pakai obat

  • Oral: Dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan atau petunjuk dokter.
  • Topikal: Oleskan pada bagian yang terinfeksi.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat.
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Efek samping dapat ditemukan pada setiap pemakaian obat. Efek samping yang sering terjadi pada pemakaian ketokonazol, seperti:

  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah dan hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin hingga kondisi Anda membaik. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu sering. Apabila terjadi tanda dehidrasi, hubungi dokter Anda.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur.
    Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sayuran, buah segar, dan sereal.
  • Pasien dengan kondisi ketika sperma dalam air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi berjumlah sedikit (oligospermia).
  • Pembesaran jaringan payudara pada pria (ginekomastia).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Penurunan kesadaran (somnolen).
  • Ketidakmampuan mempertahankan ereksi (impotensi).
  • Kesemutan (parestesia).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Kemerahan (ruam) kulit.
  • Gangguan menstruasi.
  • Reaksi alergi.
  • Kerusakan hati (hepatotoksisitas).
  • Reaksi sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
  • Kerontokan rambut (alopesia).
  • Demam dan menggigil.

Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Jika Anda mengalami gejala lainnya setelah menggunakan obat ketoconazole, konsultasikan kepada dokter Anda.

Perhatian Khusus

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum pemakaian obat, terutama jika Anda memiliki kondisi, seperti:

  • Mengalami stres berkepanjangan.
  • Berusia 2 tahun ke bawah.
  • Gangguan irama jantung.
  • Ibu menyusui.
  • Gangguan fungsi hati.

Lakukan pemantauan fungsi hati pada penggunaan jangka panjang atau 14 hari ke atas. Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 20-25°C, serta terlindung dari cahaya matahari langsung. Jangan dibekukan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi, seperti:

  • Alergi terhadap ketoconazole.
  • Menderita penyakit hati akut.
  • Penggunaan bersama astemizole atau terfenadine.
  • Wanita hamil.

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan ketoconazole pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Pusing.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Sesak napas.
  • Detak jantung cepat atau berdebar-debar.
  • Kelemahan atau kelelahan yang tidak biasa.
  • Pusing tiba-tiba seperti ingin pingsan.
  • Terjadi gangguan hati, seperti sakit perut bagian atas, demam, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, feses berwarna tanah liat, serta kulit atau mata menguning.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan dengan obat ini. Informasikan kepada dokter semua obat yang sedang Anda konsumsi. Bila diperlukan, dokter akan mengganti atau mengubah dosis obat tersebut.

Mengonsumsi obat ketoconazole dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Warfarin.
    Ketoconazole dapat meningkatkan kadar warfarin dalam plasma, sehingga meningkatkan risiko terjadinya memar dan perdarahan.
  • Ciclosporin.
    Ketoconazole dapat meningkatkan kadar ciclosporin dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti sakit kepala dan pusing.
  • Benzodiazepine.
    Penggunaan bersama benzodiazepine dapat menyebabkan keracunan.
  • Kontrasepsi oral.
    Ketoconazole dapat menurunkan efektivitas kontrasepsi oral.
  • Rifampicin dan phenytoin.
    Ketoconazole dapat menurunkan kadar obat di atas, sehingga dapat menurunkan efek rifampicin dalam terapi tuberkulosis dan efek phenytoin dalam mengatasi kejang.
  • Sulfonylurea.
    Ketoconazole dapat meningkatkan efek sulfonyllurea dalam menurunkan kadar gula darah, sehingga dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia.
  • Tacrolimus.
    Ketoconazole dapat meningkatkan kadar tacrolimus, sehingga dapat menyebabkan efek samping, seperti mual dan nyeri perut.

 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/ketoconazole
Diakses pada 29 Januari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ketoconazole-oral-route/description/drg-20071405
Diakses pada 29 Januari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11593/ketoconazole-oral/details
Diakses pada 29 Januari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/ketoconazole.html
Diakses pada 29 Januari 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_ketoconazole_nizoral/drugs-condition.htm
Diakses pada 29 Januari 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/ketoconazole-oral-tablet#about
Diakses pada 29 Januari 2021

Myclevelandclinic. https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/19077-ketoconazole-tablets
Diakses pada 29 Januari 2021

GLOWM. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/kl001.html
Diakses pada 29 Januari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email