Ketoconazole

Salah satu penggunaan ketoconazole sebagai sampo anti jamur.

Anfuhex, Dermaral, Erazol, Funet, Fungoral, Fungasol, Formyco, Formyco Cream, Grazol, Interzol, Nizol, Nizoral Cream, Nizoral-SS, Solinfec, Solinfec Cream, Tokasid, Tokasid Cream, Zoloral Cream, Zoloral-SS

Ketoconazole merupakan obat yang digunakan untuk mengobati infeksi pada kulit yang disebabkan oleh jamur atau ragi. Obat ini bekerja membunuh jamur dan mencegah pertumbuhan jamur.

Ketoconazole (Ketokonazol)
Golongan

Obat antijamur

Kategori obat

Obat resep dan obat bebas

Bentuk sediaan obat

Tablet, obat oles (topikal)

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Infeksi Jamur

  • Dewasa: Dosis per oral 200 mg satu kali sehari; dapat ditingkatkan menjadi 400 mg satu kali sehari jika gejala klinis tidak membaik
  • Anak: Umur lebih dari 2 tahun berikan dosis per oral 3.3-6.6 mg / kg satu kali sehari. Durasi pengobatan: 1-2 minggu untuk kandidiasis; setidaknya 4 minggu untuk infeksi dermatophyte dan sampai 6 bulan untuk mikosis sistemik.

Infeksi Jamur Kulit

  • Dewasa: Sebagai 2% krim: Oleskan 1-2 kali sehari pada area yang terinfeksi dan sekitarnya sampai beberapa hari setelah hilangnya gejala. Sebagai sampo 2%: Oleskan pada kulit kepala setiap hari selama 5 hari. Untuk profilaksis: Sebagai sampo 2%, gunakan satu kali setiap hari, maksimal 3 hari sebelum paparan sinar matahari.

Baca petunjuk yang ada di kemasan ketoconazole atau ikuti anjuran dari dokter. Untuk penggunaan obat oles, oleskan di daerah yang terkena. Obat ini biasanya digunakan 2 kali sehari selama 4 minggu atau seperti yang disarankan oleh dokter. Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaatnya. Beri tahu dokter jika kondisi semakin memburuk.

Efek samping dapat ditemukan pada setiap pemakaian obat. Efek samping yang sering terjadi pada pemakaian ketokonazol, seperti kemerahan, gatal, gangguan cerna (mual, muntah, nyeri perut), pusing, dan sakit kepala. Jika efek samping semakin memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Jika Anda mengalami gejala lainnya setelah menggunakan obat ketokonazol, konsultasikan kepada dokter Anda.

 Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum pemakaian obat, terutama jika Anda memiliki kondisi medis, seperti:

  • Alergi
  • Kehamilan dan menyusui

Penggunaan obat ini tidak disarankan pada kondisi medis berikut:

  • Hipersensitivitas
  • Riwayat penyakit hati

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan dengan obat ini. Informasikan kepada dokter semua obat yang sedang Anda konsumsi. Bila diperlukan, dokter akan mengganti atau mengubah dosis obat tersebut.

Mengonsumsi obat ketoconazole dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Efektifitas kadar plasma dapat berkurang dengan rifampicin dan isoniazid
  • Dapat mengurangi efektivitas kontrasepsi oral

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ketoconazole-topical-route/before-using/drg-20067739
diakses pada 15 November 2018.

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/ketoconazole/?type=brief&mtype=generic
diakses pada 15 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-75147-1014/ketoconazole-topical/ketoconazole-foam-topical/details
diakses pada 15 November 2018.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Penyebab Gatal di Selangkangan yang Tak Kunjung Sembuh dan Cara Mencegahnya

Penyebab gatal di selangkangan yang tak kunjung sembuh adalah karena infeksi jamur. Kondisi ini dapat diatasi dengan salep atau semprotan antijamur yang dibeli dengan resep dari dokter.
30 Apr 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Penyebab Gatal di Selangkangan yang Tak Kunjung Sembuh dan Cara Mencegahnya

Hilangkan Flek Hitam di Kulit dengan Cara yang Tepat Berikut Ini

Sebagian orang menganggap bahwa flek hitam dapat mengganggu penampilan. Ada berbagai cara menghilangkan flek hitam yang bisa menjadi pilihan, mulai dari pemakaian krim perawatan, hingga prosedur medis dengan laser. Sebenarnya, flek hitam dapat dicegah dengan menggunakan tabir surya setiap ingin keluar ruangan. Tabir surya berguna untuk menjaga kulit Anda dari paparan sinar matahari.
02 Apr 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Hilangkan Flek Hitam di Kulit dengan Cara yang Tepat Berikut Ini

Cara Menghilangkan Flek Hitam di Hidung Tanpa Harus ke Dokter

Area wajah menjadi tempat yang paling sering muncul flek hitam, termasuk hidung. Cara menghilangkan flek hitam di hidung tidak harus selalu ke dokter, tapi juga bisa memanfaatkan bahan-bahan alami.
14 Sep 2020|Bayu Galih Permana
Baca selengkapnya
Cara Menghilangkan Flek Hitam di Hidung Tanpa Harus ke Dokter