Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Ketamine (Alias: Ketamin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Ketamine termasuk golongan obat anestesi untuk menidurkan pasien selama perawatan atau operasi
Ketamine merupakan obat tidur

Merk dagang yang beredar:

Anesject, Ivanes, Ketalar, Venilam.

Ketamine merupakan obat yang membuat pasien tertidur selama perawatan atau operasi. Obat ini termasuk golongan obat anestesi umum.

Ketamine (Ketamin)
Golongan

Obat bius/anestesi

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Induksi anestesi

  • Dewasa: 4,5 mg/kg melalui suntikan ke pembuluh darah (intravena), lebih lambat dari 60 detik. Dosis 2 mg/kg menghasilkan anestesi bedah dalam 30 detik, setelah injeksi berlangsung selama 5-10 menit. Sebagai alternatif, dosis induksi total 0,5-2 mg/kg diberikan melalui infus.

Aturan pakai Ketamine dengan benar

Obat Ketamine diberikan langsung oleh dokter. Obat akan diberikan melalui suntikan ke otot atau pembuluh darah, sesuai kondisi pasien. Beri tahu dokter jika kondisi memburuk.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat berpotensi menimbulkan efek samping. Meski belum tentu terjadi, efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Obat ini dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi berupa pusing dan sakit kepala. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami efek samping berikut ini yang meski jarang, tapi sifatnya serius.

  • Kekakuan otot
  • Detak jantung lambat
  • Detak jantung yang tidak terasa normal
  • Kesulitan bernapas

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika Anda mengalami efek samping lain, tanyakan pada tenaga kesehatan.

Peringatan

Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu, termasuk jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Kejang
  • Cedera kepala
  • Infeksi paru
  • Cedera bola mata
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Trauma otak
  • Penyakit koroner

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi

Interaksi mungkin terjadi jika Anda mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Apabila ingin mengonsumsi ketamine bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan ketamine.

Jenis Obat

Interaksi

Anestesi terhalogenasi

Peningkatan risiko bradikardia, hipotensi, penurunan detak jantung

Barbiturat atau narkotika

Memperlambat pemulihan kesadaran

Selain itu, efek hipnotik thiopental juga bisa terjadi jika ketamine digunakan bersamaan obat lain.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/kanamycin.html
Diakses pada 16 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/kanamycin-injection-route/precautions/drg-20074528
Diakses pada 16 November 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/kanamycin
Diakses pada 16 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top