Keppra adalah obat yang dapat menjadi pengobatan tambahan onset kejang parsial
Keppra adalah obat yang dapat menjadi pengobatan tambahan onset kejang parsial
Keppra adalah obat yang dapat menjadi pengobatan tambahan onset kejang parsial
Keppra adalah obat yang dapat menjadi pengobatan tambahan onset kejang parsial
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 216.779/strip (10 tablet) per April 2019
Kemasan 1 box isi 2 strip @ 10 tablet (500 mg)
Produsen Glaxo Wellcome Indonesia

Keppra mengandung Levetiracetam yang merupakan turunan pirolidon [S-enansiomer α-etil-2-okso-pirrolidin asetamin], secara kimiawi tidak terkait dengan zat aktif antiepilepsi yang ada.

Pengobatan tambahan onset kejang parsial tanpa atau dengan generalisasi sekunder pada pasien dengan epilepsi.

Tiap 1 g: levetiracetam 500 mg

Dewasa dan remaja >16 tahun: 2x500 mg/hari

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, ditelan dengan jumlah cairan yang cukup.

Lelah, mengantuk, sakit kepala, pusing, tremor, depresi, insomnia, gugup; diare, dispepsia, mual, anoreksia, vertigo, diplopia, cedera tak disengaja.

Hipersensitif terhadap levetiracetam atau turunan pirolidon lainnya.

Penghentian tiba-tiba, gangguan hati dan ginjal berat, dapat memengaruhi kemampuan mengemudi atau mengoperasikan mesin, kehamilan dan laktasi, tua.

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/keppra/?type=brief
Diakses 15 April 2019