Karbon aktif, atau kini dikenal sebagai activated charcoal, adalah senyawa karbon yang mudah mengikat senyawa racun dalam tubuh.
Karbon aktif dikenal juga sebagai activated carbon atau activated charcoal.

Norit, Bekarbon

Karbon Aktif merupakan salah satu bentuk karbon yang mampu membatasi masuknya zat racun ke dalam tubuh dengan cara menyerap zat racun tersebut. Zat racun yang dapat diserap oleh karbon aktif antara lain alkaloid, asetaminofen, fenobarbital, karbamazepin, benzodiazepine, dan antagonis vitamin K. Pemberian karbon aktif dipertimbangkan hanya bila pasien telah menelan zat beracun dalam jumlah yang berpotensi menyebabkan keracunan dalam waktu 1-2 jam sebelumnya.

Karbon Aktif (Activated Carbon atau Activated Charcoal)
Golongan

Antidot keracunan

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa  dan anak-anak 1 tahun ke atas

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Keamanan penggunaan karbon aktif selama menyusui masih belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum penggunaannya.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Oral
Keracunan (akut)

  • Dewasa: 25–100 gram sebagai dosis tunggal. Untuk pengobatan dalam multi-dosis: 50–100 gram sebagai dosis awal dilanjutkan dengan tidak kurang dari 12,5 g/jam. Atau sebagai alternatif, 25 mg setiap 2 jam atau 50 mg setiap 4 jam.
  • Anak:
    • <1 tahun: 1 g/kgBB/dosis
    • 1–12 tahun: 1-2 g/kgBB/dosis (atau 25–50 g/dosis)

Gangguan saluran cerna

Dewasa: 0,975–3,9 g tiga kali sehari

Baca petunjuk kemasan atau sesuai anjuran dokter Anda sebelum menggunakan obat karbon aktif. Beritahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik. 

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera di tangani oleh tenaga medis.

Karbon aktif dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Mual dan muntah
  • Sembelit
  • Diare
  • BAB berwarna hitam
  • Sumbatan saluran pencernaan
  • Pembengkakan perut
  • Perdarahan
  • Hipotensi
  • Hipokalsemia
  • Hipoglikemia
  • Trombositopenia
  • Kadar elektrolit tidak seimbang (hipernatremia, hipokalemia, hipermagnesemia)
  • Gigi dan mulut kehitaman

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping lain diluar daftar di atas, konsultasikan segera ke dokter Anda.

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Kehamilan
  • Penyakit hati atau ginjal
  • Tidak efektif dalam ingesti alkohol, besi, lithium, dan asam mineral

Jangan mengonsumsi obat ini dalam keadaan:

  • Saluran pencernaan rusak
  • Perdarahan atau perforasi saluran cerna
  • Sumbatan saluran pencernaan
  • Menelan bahan bersifat korosif seperti asam atau basa, hidrokarbon basa, atau surfaktan.
  • Penggunaan karbon aktif bersamaan dengan sorbitol, karena tingginya risiko diare berat.
  • Pasien dengan intoleransi fruktosa
  • Jangan menggunakan karbon aktif bila saluran pernafasan belum diproteksi, karena risiko utamanya adalah aspirasi

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi obat mungkin terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum penggunaannya, dokter mungkin akan mengurangi dosis, atau bila perlu mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi karbon aktif dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Mengurangi penyerapan sebagian besar obat dari saluran pencernaan.
  • Menurunkan efektivitas metionin
  • Menurunkan efek ipekak
  • Menurunkan efek asetilsistein bila digunakan bersamaan dengan karbon aktif
  • Menurunkan kadar digoksin dalam tubuh dengan cara menghambat penyerapannya dalam saluran cerna
  • Produk dari susu (misalnya susu, es krim) dapat menurunkan kadar karbon aktif

Saat konsumsi karbon aktif tidak diperbolehkan konsumsi makanan atau suplemen nutrisi dalam waktu 2 jam.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/activated-charcoal.html
diakses pada 19 Desember 2018.

Hughes H. Kahl LK. The Harriet Lane Handbook 21st ed. Elsevier. 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/charcoal-activated-oral-route/proper-use/drg-20070087
diakses pada 19 Desember 2018.

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/actidose-aqua-charcoal-activated-343714#91
diakses pada 19 Desember 2018.

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/activated-charcoal 
diakses pada 19 Desember 2018.

Artikel Terkait