Kanamycin

31 Jan 2019| Maria Yuniar
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Efek samping yang sering timbul dari mengkonsumsi obat ini adalah pusing dan demam

Kanamycin Capsule Meiji, Kanamycin Sulphate Meiji, Kanamycin Harsen, Kanamycin Sanbe, Kanarco.

Kanamycin digunakan untuk mengobati infeksi pada tubuh. Obat ini termasuk golongan obat antibiotik aminoglikosida. Kanamycin bekerja membunuh bakteri dan mencegah pertumbuhan bakteri.

Kanamycin (Kanamisin)
Golongan

Antibiotik

Kategori obat

Obat Resep

Bentuk sediaan obat

Tablet, suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis obat

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Infeksi Gram-negatif dan staphylococcal.
Pemberian melalui inhalasi

  • Dewasa: 250 mg 2-4 kali sehari dengan terapi. Maksimal: 1,5 g setiap hari

Pemberian melalui suntikan maupun infus

  • Dewasa: 15 mg/kg dalam 2-4 dosis terbagi dengan suntikan atau infus 0,25-0,5% selama 30-60 menit. Maksimal: 1,5 g setiap hari. Durasi pengobatan: 7-10 hari.
  • Anak: 15-30 mg/kg sehari dalam 3 dosis

Peritonitis atau kontaminasi peritoneal selama operasi

  • Dewasa: 500 mg, diberikan ke dalam rongga peritoneum melalui kateter polietilen yang dijahit ke dalam luka pada saat penutupan. Maksimal: 1,5 g setiap hari.

Irigasi rongga tubuh

  • Dewasa: 0,25% cairan ke dalam rongga abses, rongga pleura, rongga peritoneum atau ventrikular. Maksimal: 1,5 g setiap hari.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat kanamycin sebelum mengonsumsinya. Obat akan diberikan melalui suntikan ke otot atau pembuluh darah, sesuai indikasi medis. Beri tahu dokter jika kondisi semakin memburuk.

Setiap pemakaian obat berpotensi menimbulkan efek samping. Meski belum tentu terjadi, efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Obat kanamycin dapat menyebabkan efek samping berupa pusing, demam, atau telinga berdengung. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami efek samping berikut ini yang meski jarang, tapi sifatnya serius.

  • Kelemahan otot
  • Sesak napas
  • Kehilangan pendengaran
  • Merasa sangat lelah

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika Anda mengalami efek samping lain, tanyakan pada tenaga kesehatan.

Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu, termasuk jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap kanamycin

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi mungkin terjadi jika Anda mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Apabila ingin mengonsumsi kanamycin bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan kanamycin.

Jenis Obat

Interaksi

Suksinikolin dan relaksan otot nondepolarisasi (seperti reconium)

Peningkatan efek samping obat suksinilkolin dan relaksan otot nondepolarisasi (seperti reconium)

Sefalosporin

Peningkatan risiko nefroksisitas (merusak ginjal)

 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/kanamycin.html
Diakses pada 16 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/kanamycin-injection-route/precautions/drg-20074528
Diakses pada 16 November 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/kanamycin
Diakses pada 16 November 2018

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Infeksi Nosokomial, Saat Rumah Sakit Jadi Sumber Penyakit

Infeksi nosokomial atau yang dapat juga disebut sebagai hospital-acquired infection adalah infeksi yang didapat di lingkungan rumah sakit akibat bakteri, virus, maupun jamur. Meski steril, rumah sakit rupanya masih bisa menjadi lokasi awal terjadinya penularan penyakit.
10 Dec 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Mengenal Infeksi Nosokomial, Saat Rumah Sakit Jadi Sumber Penyakit

Seperti Apakah Obat Bisul yang Aman dan Efektif?

Bisul sebenarnya tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri tanpa adanya penanganan khusus. Namun ada kondisi tertentu yang memerlukan obat bisul dan penanganan lain dari dokter.
04 Dec 2019|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Seperti Apakah Obat Bisul yang Aman dan Efektif?

Mengenal Sulfonamida, Antibiotik yang Umum Diresepkan Dokter

Sulfonamida atau sulfa adalah kelas dalam antibiotik yang umum diresepkan dokter. Antibiotik ini bekerja dengan menghambat produksi dihydropteroate yang krusial bagi bakteri. Sulfonamida dapat memicu efek samping tertentu, di samping juga mengantongi beragam peringatan.
16 Aug 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Mengenal Sulfonamida, Antibiotik yang Umum Diresepkan Dokter