Kaltrofen tablet 50 mg obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit peradangan sendi.
Kaltrofen tablet 50 mg obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit peradangan sendi.
Kaltrofen tablet 50 mg obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit peradangan sendi.
Kaltrofen tablet 50 mg obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit peradangan sendi.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 35.200/strip (50 mg) per November 2019
Kemasan 1 box isi 3 strip @ 10 tablet (50 mg)
Produsen Kalbe Farma

Kaltrofen adalah obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, seperti bengkak, dan kekakuan sendi akibat peradangan. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Kaltrofen mengandung ketoprofen sebagai zat aktifnya.

Mengobati gejala-gejala:

Ketoprofen 50 mg.

1 tablet (50 mg) sebanyak 3-4 kali/hari

Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau susu.

  • Tidak nyaman pada bagian perut atas atau sekitar lambung (dispepsia).
  • Mual.
  • Muntah.
  • Sering buang air besar, dengan kondisi tinja yang encer (diare).
  • Frekuensi buang air besar yang lebih sedikit dari biasanya (konstipasi).
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Hemoragi perforasi.
  • Ruam kulit.
  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Nyeri perut.
  • Konfusi ringan.
  • Kondisi yang membuat penderitanya mengalami pusing, sampai merasa dirinya atau sekelilingnya berputar (vertigo).
  • Gangguan tidur yang membuat penderitanya sulit tidur (insomnia)
  • Konsistensi tinja lunak.
  • Reaksi hematologi: jumlah trombosit dalam tubuh menurun atau berkurang dari jumlah normalnya (trombositopenia).
  • Hipersensitif terhadap ketoprofen, asetosal dan AINS lain.
  • Pasien penderita kerusakan pada lapisan mukosa, submukosa sampai lapisan otot saluran cerna (ulkus peptikum).
  • Pasien penderita peradangan aktif pada saluran cerna.
  • Pengetatan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasme) berat atau pasien dengan riwayat asma bronkial atau alergi.
  • Pasien penderita gagal fungsi ginjal.
  • Pasien penderita gagal fungsi hati yang berat.
  • Pasien penderita gagal ginjal.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien dengan keadaan hiperasiditas lambung.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Antikoagulan.
  • Sulphonylurea.
  • Hydantoins.
  • Hidroklorotiazid.
  • Metotreksat.
  • Warfarin.
  • Anti-inflamasi non-steroid (AINS).
  • Lithium.

Sesuai kemasan per November 2019.

Artikel Terkait