Kalmoxillin Kaplet 500 mg

31 Agu 2020| Ajeng Prahasta
Kalmoxillin kaplet adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Deskripsi obat

Kalmoxillin kaplet adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, infeksi kulit, dan otitis media. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Kalmoxillin kaplet mengandung zat aktif amoksisilin.
Kalmoxillin Kaplet 500 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 270.000/box per Agustus 2020
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (500 mg)
ProdusenKalbe Farma

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati:

  • Infeksi saluran pernapasan.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak.
  • Infeksi pada bagian tengah telinga (otitis media).
  • Infeksi tulang yang disebabkan karena jamur atau bakteri (osteomielitis).
  • Tipes (demam tifoid).
  • Infeksi yang disebabkan akibat mengonsumsi makanan yang terkena bakteri (listeriosis).
  • Peradangan pada selaput otak (meningitis).

Amoksisilin adalah antibiotik golongan beta-laktam yang dapat bekerja dengan mengikat protein pengikat penisilin yang menghambat proses yang disebut transpeptidasi, yang mengarah ke aktivasi enzim autolitik di dinding sel bakteri. Proses ini menyebabkan lisis pada dinding sel, dan sel bakteri akan rusak.

Komposisi obat

Amoksisilin 500 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Infeksi ringan hingga sedang: 250 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Infeksi berat: 500 mg sebanyak 3 kali/hari.

Anak-anak:

  • Infeksi ringan hingga sedang: 25-50 mg/kgBB/hari dalam 3 dosis terbagi.
    Dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan agar dapat diabsorpsi lebih baik dan mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Efek samping obat

  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi antara lain buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urin berbau tajam. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Mual.
    Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana dan jangan makan makanan terlalu banyak atau pedas. Mungkin membantu untuk mengambil amoksisilin setelah makan atau ngemil.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Reaksi alergi.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap sefalosporin
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Pasien penderita gangguan sumsum tulang dalam memproduksi sel darah putih yang terlalu banyak (leukimia limfatik).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami infeksi virus Epstein-Barr (EBV) yang dapat ditularkan melalui droplet atau liur saat batuk maupun bersin (mononukleosis).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap penisilin.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Probenesid.
    Probenecid dapat memperpanjang waktu paruh amoksisilin dalam plasma.
  • Allopurinol.
    Penggunaan amoksisilin dan allopurinol dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadian ruam pada kulit.
  • Kontrasepsi oral.
    Amoksisilin dapat menyebabkan penurunan efektivitas dari kontrasepsi oral.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/kalmoxilin?type=brief&lang=id
Diakses pada 18 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/amoxicillin
Diakses pada 18 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1531-3295/amoxicillin-oral/amoxicillin-oral/details
Diakses pada 18 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a685001.html
Diakses pada 18 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/amoxicillin/
Diakses pada 18 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email