Kalium

02 Mar 2021| Maria Yuniar
Ditinjau oleh Veronika Ginting
Kalium digunakan untuk mengobati dan mencegah kekurangan kalium

Kalium digunakan untuk mengobati dan mencegah kekurangan kalium

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Aspar-K, Kalipar, Ksr-600, Otsu KCL 7,46

Deskripsi obat

Kalium merupakan suplemen yang digunakan untuk mengobati dan mencegah kekurangan kalium. Mineral ini memiliki peran penting dalam menjaga fungsi jantung, ginjal, otot, saraf, dan sistem pencernaan, serta memelihara keseimbangan cairan, dan berbagai reaksi kimia dalam tubuh.

Kadar kalium dalam tubuh bisa berkurang karena penyakit tertentu, misalnya penyakit ginjal dan penyakit saluran cerna dengan muntah dan diare, serta penggunaan obat-obatan, terutama diuretik atau peluruh air seni.

Suplemen kalium dikonsumsi untuk menggantikan kehilangan kalium dan mencegah kekurangan kalium. Kekurangan kalium dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, batu ginjal, kelemahan dan kram otot, gangguan irama jantung (aritmia), perubahan suasana hati, gangguan pernapasan, serta mual dan muntah.

Belum ada standar angka kecukupan gizi (AKG) kalium per hari yang digunakan secara universal. Akan tetapi, asupan kalium dalam jumlah yang direkomendasikan untuk orang dewasa per harinya adalah 1600 hingga 2000 mg atau 40-50 mEq (miliekuivalen).

Kalium
GolonganKelas terapi : Suplemen. Klasifikasi Obat : Suplemen mineral.
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, injeksi
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan kalium, di antaranya:

  • Diare
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu sering. Bicaralah dengan apoteker, jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat.
    Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Muntah
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis karena minuman mengandung gula dapat membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur
  • Mual
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur.
    Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Sakit perut
    Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu mengurangi sakit perut. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan atau botol air panas
  • Perut kembung
  • Kelebihan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia berat)
  • Sakit pinggang
  • Infus atau injeksi: nyeri, perih, dan peradangan pada pembuluh darah

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping lain di luar daftar di atas, konsultasikan segera ke dokter Anda.

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan kalium pada kondisi:

  • Gangguan ginjal dan hati ringan
  • Gangguan keseimbangan asam basa
  • Kerusakan hati yang menyebabkan terbentuknya jaringan parut (sirosis hati)
  • Gangguan kelenjar adrenal
  • Diabetes
  • Anak-anak
  • Kehamilan dan menyusui
  • Penyakit jantung, seperti gagal jantung, denyut jantung tidak teratur, blok jantung, dan tekanan arah tinggi
  • Perdarahan pada lambung atau usus
  • Diare kronis, seperti pada kondisi peradangan usus besar (kolitis ulserativa) dan peradangan usus menahun (penyakit Crohn)

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

  • Tablet: Simpan pada suhu di bawah 20-25°C
  • Injeksi intravena, intramuskular, dan obat tetes: 15-30°C

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Penyakit ginjal tahap lanjut atau gangguan ginjal berat
  • Kerusakan kelenjar adrenal, sehingga tidak mampu memproduksi hormon yang memadai untuk tubuh (penyakit Addison) dan tidak diobati
  • Cedera jaringan besar, seperti luka bakar parah
  • Dehidrasi akut
  • Penggunaan bersama diuretik hemat kalium, misalnya amiloride, spironolakton, dan triamterene
  • Kadar kalium tinggi dalam tubuh (hiperkalemia)
  • Penyumbatan saluran pencernaan
  • Alergi terhadap kalium

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan kalium pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan kalium dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kebingungan, kecemasan, dan perasaan seperti akan pingsan
  • Detak jantung tidak merata
  • Rasa haus yang ekstrim dan peningkatan buang air kecil
  • Ketidaknyamanan kaki
  • Kelemahan otot atau perasaan lemas
  • Mati rasa dan perasaan geli di tangan, kaki, atau sekitar mulut
  • Sakit perut yang parah, diare, atau muntah berkelanjutan
  • Batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi obat. Dokter mungkin akan mengurangi dosis, atau bila perlu mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi kalium dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Infus glukosa
    Penggunaan kalium bersama infus glukosa dapat menurunkan konsentrasi kalium dalam darah.
  • Inhibitor ACE misalnya captopril, antagonis reseptor angiotensin II, dan cyclosporin
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko kelebihan kalium atau hiperkalemia.
  • Agen antikolinergik
    Penggunaan kalsium dalam bentuk oral padat bersama obat di atas dapat meningkatkan efek yang menyebabkan terbentuknya ulser atau luka.
  • Diuretik hemat kalium, misalnya amiloride, spironolakton, dan triamterene
    Berpotensi fatal:
    Peningkatan risiko kelebihan kalium (hiperkalemia).

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-851/potassium
Diakses pada 5 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601099.html
Diakses pada 5 Februari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/potassium.html
Diakses pada 5 Februari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/potassium-supplement-oral-route-parenteral-route/description/drg-20070753
Diakses pada 5 Februari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/potassium%20chloride?mtype=generic
Diakses pada 5 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email