Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Kalium (Alias: Kalium)

Ditulis oleh Maria Yuniar
Kalium atau potasium dapat diperoleh dari buah-buahan, sayur-sayuran, susu, ikan, daging merah, dan yogurt
Kentang merupakan salah satu makanan kaya potasium.

Merk dagang yang beredar:

Aspar-K, Kalipar, Ksr-600, Otsu KCL 7,46.

Kalium merupakan mineral penting bagi tubuh, yang diperlukan untuk fungsi sel normal karena ia berfungsi untuk mempertahankan volume cairan dalam tubuh, keseimbangan asam basa, cairan, dan elektrolit. Ia juga memegang peranan penting dalam penghantaran rangsangan saraf, pergerakan otot, otot jantung, dan lain-lain Kalium diserap dalam tubuh terutama di usus halus, dikeluarkan terutama melalui urin beberapa melalui feses, dan keringat dalam jumlah yang sangat kecil. Ginjal mengatur pengeluaran kalium dalam tubuh, bila tubuh kekurangan kalium maka pengeluaran kalium akan menurun, begitu pula dalam keadaan sebaliknya.

Sumber kalium dalam makanan dapat ditemukan di  kacang-kacangan, susu, ikan, daging, yogurt, nasi merah, sayuran (tomat, brokoli, bayam, kol, wortel) serta buah-buahan (pisang, apel). Kalium dalam bentuk suplemen ada dalam sediaan kalium klorida (bentuk tersering), kalium sitrat, fosfat, aspartat, bikarbonat, dan glukonat. Obat ini sering digunakan untuk mengobati kadar kalium yang rendah dalam darah.

Kelompok orang yang cenderung untuk mengalami hipokalemia adalah penyakit inflamasi usus, pasien yang menggunakan obat seperti diuretik (thiazid) dan laksatif. Kadar kalium yang rendah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, batu ginjal, perubahan mood, mual, muntah, kelemahan otot, detak jantung tidak teratur, buang air kecil berlebih, sampai terganggunya pernapasan.

Kalium (Kalium)
Golongan

Suplemen mineral

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet, cairan suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko

Selama kehamilan suplemen kalium dapat digunakan. Pastikan untuk selalu konsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Angka Kecukupan Gizi di Indonesia

  • 0–6 bulan: 500 mg/hari
  • 7–11 bulan: 700 mg/hari
  • 1–3 tahun: 3000 mg/hari
  • 4–6 tahun: 3800 mg/hari
  • 7–12 tahun: 4500 mg/hari
  • 13–18 tahun: 4500–4700 mg/hari
  • >18 tahun: 4700 mg/hari
  • Menyusui: 5100 mg/hari

Oral
Hipokalemia

  • Anak: 1–4 mEq/kg/hari dibagi dalam 2–4 dosis per hari. Pantau kadar kalium dalam darah
  • Dewasa: Sebagai pengobatan: 40-100 mEq/hari dalam 2–4 dosis terbagi. Sebagai profilaksis: 20 mEq setiap hari.

Intravena (Pantau secara ketat kadar kalium dalam darah)
Hipokalemia

  • Anak: 0,5–1 mEq/kgBB/dosis diberikan dalam infus 0,5 mEq/KgBB/jam. Laju kecepatan pemberian infus maksimal: 1 mg/kgBB/jam. Kecepatan ini dapat diberikan pada keadaan hipokalemia dengan gangguan irama jantung.
  • Dewasa:
    • Kadar K darah ≥2,5 mEq/L: Penggantian Kalium hingga 10 mEq/jam. Total dosis tidak melebihi 200 mEq/hari.
    • Kadar K darah <2 mEq/L: Penggantian kalium hingga 40 mEq/jam. Total dosis tidak melebihi 400 mEq/hari.
    • Konsentrasi maksimal pemberian K melalui jalur perifer: 40 mEq/L
    • Konsentrasi maksimal pemberian K melalui jalur sentral: 150–200 mEq/L.

Aturan pakai Kalium dengan benar

Baca petunjuk kemasan atau ikuti anjuran dokter Anda sebelum menggunakan obat kalium. Obat ini dapat dikonsumsi bersama makanan. Dosis diberikan sesuai kondisi medis Anda

Kalium dalam sediaan tablet harus diminum langsung dalam bentuk utuh, jangan menghancurkan atau mengunyah tablet. Sedangkan dalam sediaan larutan harus diencerkan terlebih dahulu dalam air atau dalam jus buah.

Kalium injeksi intravena harus diencerkan terlebih dahulu, jika tidak diencerkan akan menyebabkan iritasi dan nyeri. Jangan menggunakan obat ini lebih sering atau dengan dosis berlebih di luar anjuran dokter Anda. Beritahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak ada perbaikan.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera di tangani oleh tenaga medis.

Kalium dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Perdarahan saluran cerna
  • Mual dan muntah
  • Perut kembung
  • Sakit perut
  • Diare
  • Hipersensitivitas
  • Hiperkalemia berat
  • Infus/injeksi: nyeri, perih, dan radang pada pembuluh darah
  • Berpotensi fatal: hiperkalemia (kadar kalium tinggi dalam darah)

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping lain diluar daftar di atas, konsultasikan segera ke dokter Anda.

Peringatan

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Gangguan keseimbangan asam-basa
  • Penyakit jantung (gagal jantung, denyut jantung tidak teratur, blok jantung)
  • Gangguan ginjal dan hati ringan
  • Sirosis
  • Anak-anak
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hiperkalemia (kadar kalium tinggi dalam darah)
  • Insufisiensi adrenal
  • Gangguan ginjal berat
  • Dehidrasi
  • Luka bakar
  • Penggunaan bersamaan dengan diuretik hemat kalium (misalnya amiloride, spironolakton, triamterene)

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum penggunaannya, dokter mungkin akan mengurangi dosis, atau bila perlu mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi kalium dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Dapat menurunkan konsentrasi kalium dalam darah bila diberikan bersamaan dengan infus glukosa.
  • Peningkatan risiko hiperkalemia dengan inhibitor ACE (misalnya captopril), antagonis reseptor angiotensin II, ciclosporin.
  • Dapat meningkatkan efek yang menyebabkan terbentuknya ulser akibat konsumsi kalium dalam sediaan oral padat bila dikonsumsi bersamaan dengan agen antikolinergik.
  • Berpotensi fatal: Peningkatan risiko hiperkalemia bila dikonsumsi bersamaan dengan diuretik hemat kalium (misalnya amiloride, spironolakton, triamterene). 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ditinjau oleh: dr. Virly Isella

Referensi

Hughes H. Kahl LK. The Harriet Lane Handbook 21st ed. Elsevier. 2018.

Institute of Medicine. Dietary Reference Intakes for Water, Potassium, Sodium, Chloride, and Sulfate. Washington, DC; 2005.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/potassium-supplement-oral-route-parenteral-route/proper-use/drg-20070753
diakses pada 19 Desember 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/potassium%20chloride/?type=brief&mtype=generic
diakses pada 19 Desember 2018.

NIH. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/5462222#section=Top 
diakses pada 19 Desember 2018.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan bagi bangsa Indonesia. Depkes. 2013.

Preuss HG, Clouatre DL. Sodium, chloride, and potassium. In: Erdman JW, Macdonald IA, Zeisel SH, eds. Present Knowledge in Nutrition. 10th ed. Washington, DC: Wiley-Blackwell; 2012:475-92.

Stone MS, Martyn L, Weaver CM. Potassium intake, bioavailability, hypertension, and glucose control. Nutrients 2016;8

Web MD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-851/potassium
diakses pada 19 Desember 2018. 

Back to Top