Kaflam tablet 50 mg

27 Jan 2020| Anita Djie
Kaflam tablet 50 mg adalah obat yang berguna sebagai pengobatan jangka pendek untuk kondisi-kondisi akut seperti nyeri inflamasi dan nyeri.

Deskripsi obat

Kaflam adalah obat untuk mengatasi nyeri akibat inflamasi. Obat ini merupakan obat keras yang harus mengunakan resep dokter. Kaflam mengandung zat aktif diclofenac potassium.

Kaflam tablet 50 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 48.900/strip (50 mg) per November 2019
Kemasan1 box isi 3 blister @ 10 tablet (50 mg)
ProdusenDankos Farma

Indikasi (manfaat) obat

  • Obat ini hanya untuk digunakan dalam jangka pendek untuk kondisi-kondisi akut sebagai berikut:
    • Nyeri inflamasi setelah trauma seperti terkilir.
    • Nyeri dan inflamasi setelah operasi, setelah operasi gigi atau tulang.

Komposisi obat

Diclofenac potassium 50 mg

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dosis awal:  50mg sebanyak 2-3 kali/hari

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

Efek samping obat

  • Nyeri ulu hati, gangguan saluran pencernaan: mual, muntah, diare, kram perut, peningkatan asam lambung, perut kembung, perdarahan saluran pencernaan.
  • Gangguan saraf: sakit kepala, vertigo, pusing, mengantuk, gangguan memori, disorientasi, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, telinga berdenging, sulit tidur, kejang, depresi, kecemasan, mimpi buruk, tremor, reaksi psikotik, gangguan pengecapan
  • Kulit: ruam, gatal.
  • Gangguan fungsi hati: peningkatan enzim serum amino transferase SGOT, SGPT, hepatitis dengan atau tanpa (penyakit kuning) jaundice.
  • Gangguan darah: trombositopenia, leukopenia, anemia, agranulositosis.
  • Reaksi hipersensitif: asma, reaksi anafilaktik termasuk hipotensi, sesak napas.
  • Gangguan lainnya: pembengkakan, impoten, jantung berdebar, nyeri dada, hipertensi.
  • Sistem urogenital: kegagalan ginjal akut, kelainan urin, proteinuria, nefritis interstisialis, sindrom nefrotik

Perhatian Khusus

  • Pasien usia lanjut.
  • Pasien penderita kelainan genetik yang timbul akibat proses pembentukan heme yang tidak sempurna dalam organ hati (porfiria hati).
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien hipertensi.
  • Pasien gagal jantung kongestif dan edema.
  • Pasien dengan resiko ulserasi, perdarahan, perforasi saluran cerna.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Hipersensitif terhadap zat aktif obat ini.
  • Luka pada lambung.
  • Pasien dengan riwayat asma, urtikaria atau rhinitis akut
  • Pasien dengan penyakit jantung.
  • Pasien dengan gangguan pembuluh darah di otak, terutama arteri otak (penyakit serebrovaskuler)
  • Pasien penderita gagal jantung kongestif.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Sesuai kemasan per November 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email