Kaditic Tablet 50 mg

21 Mei 2020| Lenny Tan

Deskripsi obat

Kaditic tablet digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Kaditic tablet mengandung zat aktif kalium diklofenak.

Kaditic Tablet 50 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 34.716/box per Mei 2020
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 tablet (50 mg)
ProdusenIfars Pharmaceutical Laboratories

Indikasi (manfaat) obat

  • Terapi jangka pendek untuk nyeri akibat trauma.
  • Mengatasi peradangan.
  • Meringankan nyeri sesudah operasi.
  • Terapi pendukung untuk nyeri pada peradangan infeksi tehinga hidung dan tenggorokan (THT).

Komposisi obat

Kalium diklofenak 50 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 100-150 mg/hari dikonsumsi dalam 2-3 kali dosis terbagi.

  • Anak 14 tahun ke atas: 75-100 mg/hari dikonsumsi dalam 2-3 kali dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau sesudah makan.

Efek samping obat

  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Mengantuk.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Gagal ginjal akut.
  • Reaksi kulit.
  • Peningkatan enzim hati.
  • Anemia sekunder.
  • Kesulitan mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Kesulitan mengeluarkan cairan tubuh (retensi cairan tubuh).
  • Peningkatan tekanan darah.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungsi jantung.
  • Pasien penderita ganguan fungsi ginjal.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati yang berat.
  • Pasien yang mengalami gangguan pancernaan atau riwayat luka pada dinding lambung.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien yang berisiko mengalami pendarahan.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Anak 14 tahun ke bawah.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap aspirin atau obat antiinflamasi non steroid lainnya.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Parasetamol.
  • Antikoagulan.
  • Aspirin.
  • Amilorid.
  • Spironolakton.
  • Triamteren.
  • Probenesid.
  • Litium.
  • Metotreksat.
  • Siklosporin.

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/kaditic/kaditic?type=brief&lang=id
Diakses pada 20 Mei 2020

Ifars Pharmaceutical. http://www.ifars.co.id/user/alpha_brandsort
Diakses pada 20 Mei 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Apa Saja yang Bisa Diketahui Dari Tes Laju Endap Darah?

Tes laju endap darah tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis suatu penyakit yang spesifik. Tetapi hasil tes ini bisa membantu untuk mengetahui ada tidaknya peradangan pada tubuh Anda. Berdasarkan hasil pemeriksaan darah tersebut, dokter dapat menyarankan Anda guna melakukan tes-tes lanjutan demi mendapat diagnosis yang tepat.
29 Oct 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Apa Saja yang Bisa Diketahui Dari Tes Laju Endap Darah?

Obat Kortikosteroid: Meredakan Peradangan, Melemahkan Sistem Imun

Kortikosteroid adalah obat yang bisa mengatasi peradangan. Obat ini juga mampu melemahkan sistem imun untuk penyakit tertentu. Ketahui efek samping dan peringatan terkait konsumsi kortikosteroid.
16 Mar 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Obat Kortikosteroid: Meredakan Peradangan, Melemahkan Sistem Imun

Kenali Gejala Alergi Air yang Dapat Mengganggu Kesehatan Anda

Alergi air merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat Anda sepelekan dampaknya. Gejala dari penyakit ini bisa berbentuk ruam pada area mulut hingga sesak napas.
19 Dec 2019|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Kenali Gejala Alergi Air yang Dapat Mengganggu Kesehatan Anda