Itraconazole

27 Apr 2021
Itraconazole digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi jamur

Itraconazole digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi jamur

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Fungitrazol, Forcanox, Itzol, Igrazol, Mycotrazol, Nufatrac, Petrazole, Sporanox, Sporax, Sporacid, Sporadal, Sporanox Oral Solution, Spyrocon, Tracor, Trachon, Unitrac

Deskripsi obat

Itraconazole digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi jamur. Infeksi jamur yang dapat diatasi dengan itraconazole, di antaranya infeksi jamur pada mulut, tenggorokan, paru-paru, jari tangan dan kaki, serta vagina.

Selain itu, obat ini juga dapat membantu mengatasi infeksi jamur di kulit yang paling umum, yaitu yang disebabkan jamur kelompok tinea.

Itraconazole juga digunakan untuk mencegah infeksi jamur pada pasien dengan sistem imun lemah, seperti pada penderita HIV/AIDS  dan neutropenia atau rendahnya jumlah sel darah putih, serta pasien yang menjalani transplantasi organ dan proses penyembuhan kanker (kemoterapi).

Itraconazole (Itrakonazol)
GolonganKelas terapi: Obat antijamur Klasifikasi obat: Azole
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, kapsul, injeksi
Dikonsumsi olehDewasa
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Petunjuk umum konsumsi

Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Injeksi pembuluh darah vena (intravena)
Infeksi jamur sistemik atau seluruh tubuh

  • Dewasa: 200 mg melalui infus dengan durasi 1 jam sebanyak 1 kali/hari selama 2 hari, diikuti 200 mg dengan durasi 1 jam/hari selama 14 hari

Oral
Infeksi jamur sistemik atau seluruh tubuh

  • Dewasa:
    • Sediaan kapsul: 100-200 mg/hari, ditingkatkan menjadi 200 mg sebanyak 2 kali/hari untuk infeksi yang luas
    • Infeksi yang mengancam jiwa: 200 mg sebanyak 3 kali/hari selama 3 hari

Tinea corporis dan tinea cruris

  • Dewasa: 100 mg/hari selama 15 hari atau 200 mg setiap hari, selama 7 hari

Pencegahan infeksi primer atau sekunder pada pasien neutropenia atau AIDS

  • Dewasa: 200 mg/hari, dapat ditingkatkan menjadi 200 mg sebanyak 2 kali/hari jika dibutuhkan

Pencegahan infeksi jamur pasien dengan gangguan sistem imun (immunocompromised)

  • Dewasa:
    • Larutan oral: 5 mg/kgBB/hari dalam 2 dosis terbagi

Pityriasis versicolor

  • Dewasa: 200 mg/hari selama 7 hari

Kandidiasis orofaring

  • Dewasa: 100 mg/hari selama 15 hari
  • Pasien dengan AIDS atau neutropenia: 200 mg mg/hari selama 15 hari

Kandidiasis vulvovaginal

  • Dewasa: 200 mg sebanyak 2 kali/hari selama 1 hari

Infeksi kuku

  • Dewasa:  200 mg/hari selama 3 bulan

Kandidiasis esofagus dan kandidiasis pada mulut

  • Dewasa: Berikan larutan 200 mg/hari dalam 1 atau 2 dosis terbagi selama 1-2 minggu. Tahan di dalam mulut selama 20 detik sebelum ditelan.
  • Infeksi yang kebal terhadap fluconazole: 100-200 mg sebanyak 2 kali/hari untuk 2-4 minggu

Tinea manuum dan tinea pedis

  • Dewasa: 100 mg/hari selama 30 hari atau 200 mg sebanyak 2 kali/hari, selama 7 hari

Aturan pakai obat

  • Oral:
    • Kapsul: Dikonsumsi bersama makanan
    • Larutan oral: Dikonsumsi saat perut kosong
  • Injeksi: Dilakukan langsung oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan itraconazole adalah:

  • Sakit kepala
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Jika efek samping ini terasa mengganggu, mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Pusing
    Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Mengantuk
  • Peningkatan tekanan darah
  • Kemerahan atau ruam
  • Gatal
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Konstipasi (sembelit)
  • Demam
  • Nyeri otot atau sendi
  • Rasa yang tidak biasa atau tidak enak di mulut
  • Rambut rontok
  • Masalah ereksi
  • Perubahan periode menstruasi

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan itraconazole pada kondisi:

  • Pasien dengan faktor risiko gagal jantung
  • Penurunan keasaman lambung
  • Infeksi jamur sistemik yang mengancam jiwa dan fibrosis kistik (penyakit keturunan yang membuat lendir di tubuh menjadi kental dan lengket)
  • Pasien yang mengalami gangguan sistem imun seperti AIDS dan menjalani transplantasi organ
  • Gangguan ginjal dan hati
  • Lansia
  • Menyusui

Penyimpanan

  • Tablet, kaplet, dan kapsul: Simpan pada suhu antara 15-25°C
  • Larutan oral dan injeksi: Simpan pada suhu di bawah 25°C

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan itraconazole pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap itraconazole
  • Gangguan ginjal dan hati berat
  • Kehamilan

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan itraconazole pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan itraconazole dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami tanda-tanda gagal jantung, seperti:

  • Lelah atau sesak napas
  • Batuk berlendir
  • Detak jantung cepat
  • Bengkak
  • Kenaikan berat badan yang cepat
  • Masalah tidur

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi itraconazole dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, meliputi:

  • Fluticasone dan budesonide
    Itraconazole secara signifikan dapat meningkatkan penyerapan fluticasone dan budesonide ke dalam aliran darah. Hal tersebut akan menyebabkan efek samping, seperti pembengkakan, penambahan berat badan, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, kelemahan otot, depresi, jerawat, kulit menipis, mudah memar, kehilangan kepadatan tulang, katarak, ketidakteraturan menstruasi, pertumbuhan rambut wajah atau tubuh berlebihan, serta distribusi lemak tubuh yang tidak normal, terutama di wajah, leher, punggung, dan pinggang
  • Kalsum karbonat
    Penggunaan kalsium karbonat bersama itraconazole dapat menurunkan efektivitas itraconazole.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/itraconazole?mtype=generic
Diakses pada 16 April 2021

DermNet NZ. https://dermnetnz.org/topics/itraconazole/
Diakses pada 16 April 2021

Patient. https://patient.info/medicine/itraconazole-for-fungal-infections-sporanox
Diakses pada 16 April 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/itraconazole.html
Diakses pada 16 April 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email