Isoniazid

02 Mar 2021| Maria Yuniar
Ditinjau oleh dr. Virly
Isoniazid adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi tuberkulosis (TB)

Isoniazid adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi tuberkulosis (TB)

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Beniazide, Decadoxin, Erabutol Plus, INH Ciba, Niaxid,Pulna, Pyravit, Restibi Z, Rifastar, Rifazid, Rimactazid, Selenemo, Suprazid, Suprazid Forte, Tibiq

Deskripsi obat

Isoniazid adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi tuberkulosis (TB). Obat ini berada dalam kelas obat agen antituberkulosis. Isoniazid merupakan antibiotik yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Dalam mengatasi tuberkulosis, isoniazid biasanya dikombinasikan dengan antibiotik lain, misalnya ethambutol, pyrazinamide, atau rifampicin.

Isoniazid juga digunakan dengan obat lain untuk mengobati tuberkulosis laten atau yang belum berkembang. Misalnya saja, orang yang berada dalam kontak dekat dengan penderita TB aktif, memiliki tes kulit tuberkulin positif, atau orang dengan human immunodeficiency virus (HIV) dan gangguan pernapasan akibat terbentuknya jaringan parut di organ paru-paru (fibrosis paru).

Isoniazid (Isoniasid)
GolonganKelas terapi : Antituberkulosis
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, sirup
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan isoniazid antara lain:

  • Mual atau muntah
    Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana dan hindari makanan dengan rasa kuat, seperti pedas. Minumlah banyak air untuk mengganti cairan yang hilang.
  • Suhu tinggi (demam), ruam kulit, masalah pendengaran, perubahan suasana hati, dan kesulitan buang air kecil
    Jika semua ini mengganggu, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Mulut kering
    Cobalah mengunyah permen karet atau mengisap manisan bebas gula.
  • Kelemahan otot
    Beri tahu dokter Anda sesegera mungkin jika efek samping ini terjadi.
  • Pusing
    Jangan mengemudi dan menggunakan alat atau mesin sampai Anda merasa lebih baik.
  • Mati rasa
  • Diare
  • Sakit perut
  • Lemas
  • Tidak nafsu makan

Penggunaan isoniazid dapat menyebabkan efek samping parah. Jika Anda mengalami salah satu efek samping serius di bawah ini, segera hubungi dokter:

  • Sakit mata
  • Perubahan penglihatan
  • Mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki
  • Demam
  • Pembengkakan kelenjar
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri berkelanjutan yang dimulai di perut tetapi bisa menyebar ke punggung

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan isoniazid pada kondisi:

  • Riwayat penyakit hati
  • Penyakit ginjal
  • Masalah saraf yang menyebabkan nyeri, kelemahan, atau mati rasa
  • Diabetes
  • HIV atau AIDS
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol
  • Kekurangan gizi
  • Pasien yang menerima suntikan obat
  • Kehamilan dan menyusui
  • Gangguan hati atau ginjal berat
  • Gangguan kejang
  • Riwayat psikosis

Selama penggunaan isoniazid, lakukan pemeriksaan fungsi hati secara rutin, agar dokter mengetahui secara dini jika terjadi gangguan pada hati. Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 20-25°C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung dan jangan menyimpan di tempat lembap.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Riwayat alergi terhadap isoniazid
  • Penyakit hati aktif
  • Riwayat hepatitis atau masalah hati
  • Riwayat efek samping isoniazid yang parah, seperti demam, menggigil, atau nyeri sendi, dan bengkak

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan isoniazid pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kelemahan tiba-tiba, perasaan sakit, atau demam selama 3 hari atau lebih
  • Nyeri di perut bagian atas yang menyebar ke punggung, mual, dan kehilangan nafsu makan
  • Urine gelap, tinja berwarna tanah liat, serta kulit atau mata menguning
  • Perubahan penglihatan dan sakit di belakang mata
  • Kebingungan, masalah ingatan, serta pikiran atau perilaku yang tidak biasa
  • Kejang
  • Kulit pucat, mudah memar, serta mimisan atau gusi berdarah

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi obat isoniazid dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Obat anti epilepsi (carbamazepine, ethosuximide, primidone, dan fenitoin), benzodiazepine (diazepam dan triazolam), teofilin, dan disulfiram
    Penggunaan bersama dapat menghambat metabolisme obat-obatan di atas. Hal ini dapat meningkatkan risiko keracunan atau kerusakan hati.
  • Warfarin
    Isoniazid dapat meningkatan konsentrasi dan efektivitas warfarin, sehingga dapat memicu perdarahan.
  • Alkohol
    Alkohol dapat menurunkan efektivitas isoniazid dan menyebabkan risiko neuropati perifer serta gangguan atau kerusakan hati.
  • Aluminium
    Penggunaan bersama obat antasida yang mengandung aluminium dapat mengurangi penyerapan isoniazid.
  • Stavudine dan zalcitabine
    Peningkatan risiko neuropati perifer bila dikonsumsi bersama stavudine dan zalcitabine.
  • Hindari makanan yang mengandung tiramin (keju) dan histamin (tuna) karena memperberat gejala sakit kepala, keringat, berdebar-debar, dan tekanan darah rendah.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8665/isoniazid-oral/details
Diakses pada 19 Februari 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/isoniazid-drug.htm#description
Diakses pada 19 Februari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/isoniazid.html
Diakses pada 19 Februari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/isoniazid?mtype=generic
Diakses pada 19 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682401.html
Diakses pada 19 Februari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/isoniazid-oral-route-intramuscular-route/side-effects/drg-20064419?p=1
Diakses pada 19 Februari 2021

Patient. https://patient.info/medicine/isoniazid-for-tuberculosis
Diakses pada 19 Februari 2021

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/isoniazid_inh/article.htm#what_are_the_uses_for_isoniazid_inh
Diakses pada 19 Februari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/loratadine?mtype=generic
Diakses pada 19 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email