Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Isoflurane (Alias: Isofluran)

Ditulis oleh Lenny Tan
Terakhir ditinjau oleh dr. Virly
Isoflurane merupakan obat yang digunakan untuk anestesi (pembiusan) umum.

Merk dagang yang beredar:

Aeerrane, Forane, Isoflurane Dexa Medica, Terrell

Isoflurane merupakan obat yang digunakan untuk anestesi (pembiusan) umum. Obat ini menyebabkan otot-otot menjadi rileks (lemas) dan mengurangi sensivitias nyeri.

Isoflurane merupakan anestesi dengan tipe inhalasi (dihirup), yang memiliki keuntungan dibandingkan dengan anestesi intravena. Pasalnya, kedalaman anestesi dapat langsung diubah dengan mengubah konsentrasi obat yang diinhalasi. Anestesi ini umumnya digunakan saat seseorang menjalani proses operasi.

Isoflurane (Isofluran)
Golongan

Anestesi

Kategori Obat

Obar resep

Bentuk Obat

Cairan inhalasi

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Keamanan penggunaan isoflurane selama menyusui belum diketahui. Karena pendeknya waktu kerja isoflurane dalam darah, obat kemungkinan tidak diserap dalam ASI, sehingga menyusui dapat langsung dilanjutkan setelah ibu pulih sepenuhnya dari anestesi umum. Namun penggunaannya tetap harus sangat hati-hati. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Dosis ini akan ditentukan langsung oleh dokter Anda.

 

Inhalasi

Induksi dan pemeliharaan anestesi umum

Dewasa: Induksi: 0,5% dengan oksigen (atau campuran oksigen dan nitrous oxide), ditingkatkan menjadi 1,5-3%. Pemeliharaan: 1-2,5% dengan campuran oksigen dan nitrous oxide, atau sebagai alternatif 1,5-3,5% dengan oksigen. Untuk pemeliharaan anestesi selama operasi caesar: 0,5-0,75% dengan campuran oksigen dan nitrous oxide. Dosis diberikan melalui vaporiser terkalibrasi.

Aturan pakai Isoflurane dengan benar

Isoflurane digunakan oleh dokter untuk keperluan anestesi dengan cara inhalasi atau dihirup dengan bantuan alat vaporiser. Saat menggunakan isoflurane, dokter akan melakukan pemantauan terhadap tekanan darah, denyut nadi, kadar oksigen dalam darah, kadar kalium dalam darah, kadar isoflurane sebelum dan selama anestesi.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat mempunyai efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera di tangani oleh tenaga medis.

Isoflurane dapat menyebabkan beberapa efek samping yang berupa:

  • Gangguan saraf: Kejang, perubahan mood.
  • Gangguan pernapasan: Batuk, kesulitan bernapas.
  • Gangguan jantung dan pembuluh darah: Detak jantung melambat dan tekanan darah rendah, gelombang QT memanjang pada gambaran EKG, infark miokard / serangan jantung.
  • Gangguan saluran pencernaan: Mual dan muntah.
  • Menggigil.
  • Perubahan warna kulit menjadi kebiruan pada bibir, kuku, jari tangan, atau jari kaki.
  • Berpotensi fatal: Hipertermia maligna yang ditandai dengan kekakuan otot, nadi cepat, napas cepat, denyut jantung tidak teratur, tekanan darah tidak stabil, dan peningkatan suhu tubuh dengan cepat. Efek samping fatal lainnya yang lebih jarang terjadi meliputi denyut jantung tidak teratur, gangguan hati berat (yang ditandai dengan urine berwarna gelap, kulit atau bagian putih mata yang menguning), dan hiperkalemia (kondisi kadar kalium tinggi dalam darah yang ditandai dengan denyut jantung tidak teratur, kebingungan, lemas, kesemutan, hingga sesak nafas).

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Peningkatan tekanan intrakranial, bronkokonstriksi.
  • Gelombang QT memanjang pada EKG.
  • Penyakit jantung koroner.
  • Hipotensi (tekanan darah rendah) dan hipovolemia (cairan dalam tubuh rendah) karena penggunaan isofluran dapat menyebabkan menurunnya alirah darah.
  • Penyakit neuromuskular (misalnya, duchene muscular dystrophy, myastenia gravies  mytochondrial disorder,  penyakit Addison, penyakit myxoedema).
  • Tidak boleh digunakan sebagai agen induksi anestesi tunggal satu-satunya pada keadaan gangguan ventrikel.
  • Gangguan hati.
  • Ibu hamil dan atau menyusui.

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis yang meliputi:

  • Kerentanan genetik terhadap hipertermia maligna.
  • Alergi terhadap isoflurane.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi secara bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat secara bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Penggunaan isoflurane dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi berikut ini:

  • Penggunaan isoflurane dengan dobutamine, dopamine, ephedrine, pseudoephedrine, epinephrine, norepinefrine, dan metafemtamin, berpotensi meningkatkan toksisitas yang memicu denyut jantung yang cepat (takikardia ventrikel) dan hipertensi.
  • Penggunaan bersamaan dengan fentanil memberikan efek sinergis, yang dapat menyebabkan depresi napas, tekanan darah rendah, koma, hingga kematian. Pertimbangkan untuk pengurangan dosis.
  • Penggunaan bersamaan dengan kaptopril memberikan efek sinergis. Kedua obat dapat menurunkan tekanan darah.

Ditinjau oleh: dr.Virly Isella

Referensi

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/isoflurane/?type=brief&mtype=generic

Diakses pada 4 Januari 2019

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/isoflurane.html

Diakses pada 4 Januari 2019

Back to Top