Irvask kaplet 150 mg untuk pengobatan hipertensi sebagai terapi tunggal maupun dikombinasikan dengan obat antihipertensi lain
Irvask kaplet 150 mg untuk pengobatan hipertensi sebagai terapi tunggal maupun dikombinasikan dengan obat antihipertensi lain
Irvask kaplet 150 mg untuk pengobatan hipertensi sebagai terapi tunggal maupun dikombinasikan dengan obat antihipertensi lain
Irvask kaplet 150 mg untuk pengobatan hipertensi sebagai terapi tunggal maupun dikombinasikan dengan obat antihipertensi lain
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 137.280/strip (10 kaplet) per Juli 2019
Kemasan 1 box isi 3 strip @ 10 kaplet (150 mg)
Produsen Dankos Farma

Irvask kaplet adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) untuk mencegah risiko terjadinya stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal. Obat ini merupakan obat keras yang harus dengan resep dokter. Irvask mengandung zat aktif irbesartan.

Pengobatan hipertensi.

Irbesartan 150 mg

1-2 tablet sebanyak 1 kali/hari.

Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Infeksi saluran nafas, sakit kepala, nyeri otot, pusing, kelelahan, diare, batuk, gangguan pencernaan, gangguan fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang (trauma muskuloskeletal), nyeri dada, pembengkakan pada anggota tubuh (edema), sakit perut, kemerahan pada kulit, jantung berdebar (takikardia), dan cemas.

Hipersensitif terhadap Irbesartan, tidak untuk ibu hamil trimester kedua dan ketiga serta ibu menyusui.

  • Penurunan cairan di pembuluh darah (penurunan volume intravaskular).
  • Pasien yang memiliki tekanan darah tinggi bersamaan dengan diabetes tipe-II ,
  • Pasien yang memiliki tekanan darah tinggi karena gangguan ginjal (hipertensi renovaskular).
  • Pasien yang memiliki riwayat donor ginjal dan gangguan ginjal lainnya.
  • Kondisi ketika jumlah kalium dalam darah sangat tinggi (hiperkalemia).
  • Penyempitan katup jantung (stenosis).

Suplemen kalium, diuretik hemat kalium, lithium, OAINS.

Sesuai kemasan per Juli 2019.

Artikel Terkait