Irtan Tablet 300 mg

16 Agu 2020| Ajeng Prahasta

Deskripsi obat

Irtan tablet adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan mengurangi risiko terjadinya stroke, serangan jantung, dan ganguan ginjal. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Irtan tablet mengandung zat aktif irbesartan.

Irtan Tablet 300 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (300 mg)
ProdusenIkapharmindo Putramas

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Membantu melindungi ginjal dari kerusakan akibat penyakit kencing manis (diabetes melitus).
  • Menurunkan tekanan darah tinggi sehingga mencegah terjadinya stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal.

Irbesartan termasuk dalam kelas obat yang disebut angiotensin receptor blockers (ARBs). Ini bekerja dengan merelaksasi pembuluh darah sehingga darah bisa mengalir lebih mudah.

Komposisi obat

Irbesartan 300 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Hipertensi: 150 mg sebanyak 1 kali/hari.

  • Dosis maksimal: 300 mg sebanyak 1 kali/hari.

Nefropati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2: 150 mg sebanyak 1 kali/hari.

  • Dosis maksimal: 300 mg sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Pusing.
    Jika obat ini membuat Anda merasa pusing ketika berdiri atau beranjak, cobalah untuk berdiri dengan sangat pelan atau tetap duduk hingga merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda merasa pusing, kram otot atau nyeri otot, atau jika Anda hanya merasa sedikit gemetar.
  • Sakit kepala.
    Beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Minta apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama penggunaan irbesartan. Jika sakit kepala bertahan lebih dari satu minggu atau semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Mual.
    Cobalah untuk mengonsumsi obat ini setelah makan. Jangan makan terlalu banyak atau hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Muntah atau diare.
    Minumlah air yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti urin yang kurang dari biasanya atau mengeluarkan urin yang berwarna gelap dan berbau kuat. Jika Anda mengalami diare parah atau muntah karena sakit perut, segera hubungi dokter Anda.
  • Nyeri pada otot dan sendi.
    Jika Anda mengalami nyeri, kelemahan atau kelelahan otot yang tidak biasa akibat olahraga atau aktivitas berat, segera hubungi dokter Anda. Anda mungkin perlu tes darah untuk memeriksa penyebabnya.
  • Kelelahan.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Sensasi rasa panas dan seperti terbakar pada dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan (heartburn).
  • Kondisi dimana penderita mengalami pusing ketika beranjak dari duduk atau berbaring, hal tersebut disebabkan karena penurunan tekanan darah (hipotensi ortostatik).
  • Nyeri pada otot, ligamenm saraf, tendon dan sendi (muskuloskeletal).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Meningkatkan kadar serum kreatinin.

Perhatian Khusus

  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang mengalami penyempitan pada satu atau lebih arteri yang membawa darah menuju ginjal (stenosis arteri ginjal unilateral atau bilateral).
  • Pasien yang memiliki kadar kalium yang tinggi dalam darah (hiperkalemia).
  • Pasien yang mengalami penurunan volume intravaskular, penyempitan pada katup aorta atau mitral pada jantung (stenosis aorta atau mitral), atau kondisi yang terjadi ketika salah satu bagian dari jantung menebal dan terjadi penyumbatan tanpa sebab yang jelas kardiomiopati hipertrofik obstruktif.
  • Pasien gangguan hormonal yang menyebabkan tekanan darah tinggi (aldosteronism primer).
  • Pasien penderita kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah yang dibutuhkan tubuh. Hal ini dikarenakan terjadi kelainan pada otot-otot jantung sehingga jantung tidak bisa bekerja secara normal (gagal jantung kongestif)
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengonsumsi obat aliskiren.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita gangguan ginjal dengan klirens kreatinin 60 ml/menit ke bawah.
  • Wanita hamil.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) seperti aspirin dan ibuprofen.
    Penggunaan bersama irbesartan dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya kerusakan ginjal.
  • Amilorid, triamteren, spironolakton, dan suplemen yang mengandung garam kalium.
    Meningkatkan risiko terjadinya peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/irbesartan
Diakses pada 23 Juli 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/irbesartan/
Diakses pada 23 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4720/irbesartan-oral/details
Diakses pada 23 Juli 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/avapro-irbesartan-342319
Diakses pada 23 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/irbesartan.html
Diakses pada 23Juli 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/irbesartan
Diakses pada 23 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Workaholic: Penelitian Membuktikan Bahwa Gila Kerja Bisa Sebabkan Mati Muda

Penelitian menunjukkan bahwa seorang workaholic bisa mengalami masalah yang lebih besar dari serangan jantung atau bahkan stroke.Terutama jika bekerja lebih dari 55 jam per minggu memiliki risiko 13% lebih besar untuk serangan jantung, dan 33% lebih menderita stroke.Baca selengkapnya
Workaholic: Penelitian Membuktikan Bahwa Gila Kerja Bisa Sebabkan Mati Muda

Jangan Remehkan 13 Efek Alkohol pada Tubuh Anda Ini

Menyesap alkohol sekali-kali tidaklah masalah, tapi meminumnya secara berlebih dapat menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan. Efek alkohol terhadap tubuh tak boleh diremehkan, karena dapat menyebabkan penyakit jantung, dan berbagai gangguan medis lainnya.
18 Oct 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Jangan Remehkan 13 Efek Alkohol pada Tubuh Anda Ini

Berbagai Pilihan Obat Hipertensi yang Biasa Diresepkan Dokter

Modifikasi gaya hidup seperti mengurangi konsumsi garam dan lemak serta rutin olahraga bisa membantu mengurangi dan mengontrol tekanan darah tinggi. Namun bila upaya tersebut kurang membuahkan hasil, maka diperlukan obat hipertensi untuk mengontrol tekanan darah.
24 Oct 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Berbagai Pilihan Obat Hipertensi yang Biasa Diresepkan Dokter