Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Ipratropium (Alias: -)

Ditulis oleh dr. Joni Indah Sari
Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Merk dagang yang beredar:

Atrovent, Atrovent HFA

Ipratropium adalah obat golongan antikolinergik yang digunakan untuk mengatasi dan mencegah mengi, batuk, dan sesak napas pada penderita PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), penderita rhinitis, dan penderita asma. 

Ipratropium tersedia dalam berbagai sediaan seperti inhaler, spray, dan cairan nebulisasi. Sediaan dan dosis ipratropium yang digunakan tergantung dari indikasi.

Ipratropium (-)
Golongan

Antikolinergik

Kategori Obat

obat keras/obat resep

Bentuk Obat

Inhalasi, spray, cairan nebulisasi

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak 12 tahun atau lebih

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun penelitian terkontrol pada wanita hamil belum dilakukan. Atau penelitian terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada penelitian terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester berikutnya).

Keamanan penggunaan ipratropium selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Ipratropium terdapat dalam beberapa sediaan, yaitu:

  • Metered Dose Inhaler (MDI): 17 mcg/semprotan
  • Spray hidung (hanya untuk dewasa): 0.03%
  • Cairan nebulisasi/ua : 0.02%

Dosis ipratropium berbeda-beda berdasarkan penyakit, seperti:

PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis)

  • Sediaan inhaler: 2 kali semprot tiap 6 jam. Frekuensi pemberian dapat ditambahkan bila diperlukan, namun pemakaian jangan melebihi 12 kali semprot/hari
  • Sediaan cairan nebulisasi: 2,5 ml (500 mcg) setiap 6-8 jam

Rhinitis non-alergi/parennial allergic

  • Dewasa: Semprotkan spray hidung 2 kali pada tiap lubang hidung setiap 8-12 jam sekali
  • Anak di atas 6 tahun: Semprotkan spray hidung 2 kali pada tiap lubang hidung setiap 8-12 jam sekali

 Rhinitis alergi 

  • Dewasa: semprotkan spray hidung 2 kali di tiap lubang hidung, dilakukan setiap 6 jam sekali
  • Anak di atas 5 tahun: semprotkan spray hidung 2 kali di tiap lubang hidung, dilakukan setiap 6 jam sekali.

Perburukan Asma Akut 

Dewasa 

  • Sediaan inhaler: 8 kali semprot/kali pemberian tiap 20 menit  sekali sampai 3 kali pemberian 
  • Sediaan larutan nebulisasi: 500 mcg setiap 20 menit sampai 3 kali pemberian

Anak-anak 

  • Anak di bawah 12 tahun (sediaan inhaler): 4-8 kali semprot/kali pemberian tiap 20 menit atau seperlunya sampai 3 kali pemberian
  • Anak 12 tahun atau lebih (sediaan inhaler): 8 kali semprot/kali pemberian tiap 20 menit atau seperlunya sampai 3 kali pemberian
  • Anak di bawah 12 tahun (sediaan larutan nebulisasi): 250-500 mcg tiap 20 menit sampai 3 kali pemberian, lalu setelahnya bisa diberikan lagi bila diperlukan
  • Anak 12 tahun atau lebih (sediaan larutan nebulisasi): 500 mcg tiap 20 menit sampai 3 kali pemberian, lalu setelahnya bisa diberikan lagi bila diperlukan.

Aturan pakai Ipratropium dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan ipratropium sebelum penggunaan.

Efek Samping

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis. 

Ipratropium dapat menyebabkan efek samping yang meliputi: 

Segera berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala berikut setelah menggunakan ipratropium:

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut: 

  • Riwayat alergi terhadap ipratropium, obat golongan atropin, dan obat golongan lain sejenis
  • Mengalami atau memiliki riwayat kondisi berikut sebelumnya: glaukoma, masalah buang air kecil atau prostat (pada pria)
  • Bila Anda sedang hamil atau merencanakan akan hamil atau bila sedang menyusui
  • Bila Anda akan menjalani operasi jenis apapun itu (termasuk operasi gigi)

Kontraindikasi 

Jangan menggunakan ipratropium jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Riwayat alergi terhadap ipratropium dan obat golongan antikolinergik lainnya
  • Glaukoma sudut tertutup
  • Penyumbatan kandung kemih
  • Pembesaran prostat
  • Masalah pengosongan kandung kemih

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi ipratropium dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

Selain obat-obatan di atas, masih banyak lagi obat yang diketahui dapat berinteraksi dengan ipratropium. Oleh karena itu sebaiknya sebutkan semua obat yang Anda konsumsi kepada dokter saat berkonsultasi untuk menghindari terjadinya interaksi.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merk tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Penyakit
Referensi

Drugs. https://www.drugs.com/pro/ipratropium.html
Diakses pada 5 September 2019

Medicinet. https://www.medicinenet.com/ipratropium_bromide_inhaler/article.htm
Diakses pada 5 September 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a695021.html
Diakses pada 5 September 2019

Rx List. https://www.rxlist.com/atrovent-nasal-spray-drug.htm#indications
Diakses pada 5 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3752-8008/ipratropium-bromide-inhalation/ipratropium-hfa-inhaler-oral-inhalation/details/list-contraindications
Diakses pada 5 September 2019

Artikel Terkait:
Back to Top