Ipratropium

Ipratropium digunakan untuk mengatasi dan mencegah gejala penyakit pernapasan, seperti PPOK

Ipratropium digunakan untuk mengatasi dan mencegah gejala penyakit pernapasan, seperti PPOK

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Atrovent, Atrovent HFA

Deskripsi obat

Ipratropium adalah obat yang digunakan untuk mengatasi dan mencegah penyakit pernapasan, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, kerusakan kantung udara di paru-paru (emfisema), dan peradangan lapisan dalam hidung (rhinitis).

Obat ini akan meredakan gejala yang ditimbulkan penyakit tersebut, misalnya suara bernada tinggi saat bernapas (mengi), sesak napas, dan batuk.

Ipratropium merupakan obat golongan antikolinergik. Cara kerja obat ini adalah dengan mengendurkan otot-otot di sekitar saluran udara, sehingga saluran tersebut terbuka. Dengan begitu, pasien pun dapat lebih mudah bernapas.

Ipratropium
GolonganKelas terapi: Antikolinergik
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatInhalasi, spray, cairan nebulisasi
Dikonsumsi olehDewasa dan anak 12 tahun atau lebih
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Petunjuk umum konsumsi

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Inhalasi
Asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

  • Dewasa:
    • Aerosol dosis terukur: 20-40 mcg sebanyak 3-4 kali/hari, dosis tunggal hingga 80 mcg mungkin diperlukan pada beberapa pasien
    • Larutan untuk nebulisasi: 250-500 mcg sebanyak 3-4 kali/hari
  • Anak-anak:
    • Aerosol dosis terukur:
      • 6 tahun ke bawah: 20 mcg sebanyak 3 kali/hari
      • 6-12 tahun: 20-40 mcg sebanyak 3 kali/hari
    • Larutan untuk nebulisasi:
      • 6 tahun kebawah: Untuk asma akut sebanyak 125-250 mcg, diberikan tidak lebih dari 6 jam sampai dosis total 1 mg
      • 6-12 tahun: Untuk asma akut dan kronis sebanyak 250 mcg, diulangi seperlunya hingga dosis total 1 mg

Nasal
Rongga hidung dipenuhi lendir (rhinorrhoea) berhubungan dengan peradangan dalam hidung (rinitis)

  • Dewasa:
    • Semprotan hidung dosis terukur: 42 mcg ke setiap lubang hidung sebanyak 2-3 kali/hari, maksimal 84 mcg ke setiap lubang hidung sebanyak 3-4 kali/hari selama hingga 4 hari untuk rhinorrhoea karena flu biasa atau hingga 3 minggu jika disebabkan rhinitis alergi musiman
  • Anak-anak
    • Semprotan hidung dosis terukur usia 12 tahun ke atas: 42 mcg ke setiap lubang hidung sebanyak 2-3 kali/hari

Aturan pakai obat

Disemprotkan atau dihirup melalui hidung atau membran hidung, atau gunakan sesuai petunjuk dokter.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan ipratropium adalah:

  • Sakit kepala
    Pastikan Anda istirahat yang cukup. Minumlah banyak air dan kurangi minuman beralkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Hubungi dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Pusing
    Hentikan aktivitas Anda, lalu duduk atau berbaringlah sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan mesin jika Anda merasa pusing. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan membuat efek samping memburuk.
  • Konstipasi (sembelit)
    Konsumsilah makanan berserat tinggi, seperti buah segar, sayuran, dan sereal, serta minumlah banyak air putih. Cobalah berolahraga lebih teratur, misalnya berjalan kaki atau berlari. Jika cara ini tidak membantu, berkonsultasilah dengan dokter.
  • Mual dan muntah
    Pilih makanan sederhana dan hindari makanan pedas. Konsumsilah obat ini setelah makan. Minum air sedikit demi sedikit, tetapi sering. Hubungi dokter atau apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat.
  • Mulut kering
  • Gejala pilek, seperti hidung tersumbat, bersin, dan sakit tenggorokan
  • Batuk dengan lendir, sesak dada, dan kesulitan bernapas
  • Kelelahan
  • Detak jantung cepat (takikardia)
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan ipratropium pada kondisi:

  • Pembesaran prostat jinak
  • Obstruksi leher kandung kemih
  • Kelemahan otot akibat gangguan saraf dan otot (miastenia gravis)
  • Tekanan pada bola mata (glaukoma sudut sempit)
  • Penyakit keturunan berupa lendir kental dan lengket (fibrosis kistik)
  • Kehamilan dan menyusui

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 25°C. Terlindung dari cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan ipratropium pada pasien yang memiliki alergi terhadap ipratropium dan turunannya.

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Suara bernada tinggi saat bernapas (mengi)
  • Tersedak atau masalah pernapasan lainnya setelah menggunakan obat ini
  • Tidak bisa buang air kecil
  • Penglihatan kabur
  • Sakit mata atau melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu
  • Masalah pernapasan yang memburuk

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Menggunakan ipratropium dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Amitriptyline, aripiprazole, chlorpheniramine, dan dimenhydrinate
    Penggunaan obat di atas bersama ipratropium dapat meningkatkan efek samping, seperti kantuk, penglihatan kabur, mulut kering, intoleransi panas, kemerahan, penurunan keringat, kesulitan buang air kecil, kram perut, sembelit, detak jantung cepat, kebingungan, dan masalah memori.
  • Eluxadoline
    Penggunaan eluxadoline bersama ipratropium dapat meningkatkan risiko dan keparahan sembelit serta komplikasi saluran cerna lainnya.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ipratropium%20bromide?mtype=generic
Diakses pada 5 Maret 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3752-5222/ipratropium-bromide-inhalation/ipratropium-solution-inhalation/details
Diakses pada 5 Maret 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a695021.html
Diakses pada 5 Maret 2021

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/ipratropium-index.html
Diakses pada 5 Maret 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email