Inza Kaplet

Deskripsi obat

Inza kaplet digunakan untuk meredakan gejala flu. Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Inza kaplet mengandung parasetamol, pseudoefedrin HCl, dan klorfeniramina maleat.

Inza Kaplet
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
Kemasan1 box isi 25 strip @ 4 tablet
ProdusenKonimex

Indikasi (manfaat) obat

Meringankan gejala flu seperti:

Komposisi obat

  • Parasetamol 600 mg.
  • Pseudoefedrin HCl 30 mg.
  • Klorfeniramina maleat 1 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1 kaplet sebanyak 3 kali/hari.

  • Anak-anak 6-12 tahun: ½ kaplet sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan.

Efek samping obat

  • Mengantuk.
  • Gangguan pencernaan.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Gelisah.
  • Kesadaran hilang dan timbul kegelisahan (eksitasi).
  • Gemetar yang tidak terkendali (tremor).
  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardi).
  • Bilik jantung berdenyut sangat cepat (aritmia ventrikel).
  • Mulut kering.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Sulit berkemih.
  • Pada pemakaian dosis besar dan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien yang mengalami pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid tinggi (hipertiroid).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Anak-anak 2 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi dan menjalankan mesin.
  • Penggunaan bersama dengan obat yang menekan susunan saraf pusat.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien yang peka terhadap simpatomimetik lain seperti efedrin, fenilpropanolamin, dan fenilefrin.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) atau stroke.
  • Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Pasien penderita dengan berat badan berlebih.
  • Pasien penderita lanjut usia.
  • Bila dalam 3 hari gejala tidak berkurang segera konsultasikan ke dokter.
  • Hentikan penggunaan jika mengalami susah tidur, jantung berdebar, dan pusing.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati yang berat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Antidepresan penghambat monoamin oksidase (MAO).

Sesuai kemasan per Mei 2020

Konimex. https://www.konimex.com/product/pharmaceutical/over-the-counter/obat-batuk-pilek/inza-1
Diakses pada 26 Mei 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Gejala Polip Hidung, Salah Satu Penyebab Sinusitis

Polip hidung adalah benjolan yang tidak bersifat kanker. Namun Anda wajib mengenali gejala polip hidung dan pencegahannya agar tidak mengakibatkan infeksi sinus atau sinusitis.
28 Aug 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Mengenal Gejala Polip Hidung, Salah Satu Penyebab Sinusitis

Paracetamol untuk Ibu Menyusui Boleh Saja, tapi Ada Aturannya

Ibu menyusui tidak bisa sembarangan konsumsi obat. Namun, salah satu obat yang cukup aman adalah paracetamol. Mengonsumsi paracetamol untuk ibu menyusui tidak akan terlalu berpengaruh pada ASI.
06 Nov 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Paracetamol untuk Ibu Menyusui Boleh Saja, tapi Ada Aturannya

7 Fakta Tentang Obat Generik yang Sama Baiknya dengan Obat Paten

Obat generik adalah obat dengan kandungan zat aktif yang dijual sesuai nama bahannya. Obat generik juga ada yang dijual dengan merek. Hanya saja, biasanya nama dagangnya tidak akan berbeda jauh dari nama bahan aktifnya.
28 Jul 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
7 Fakta Tentang Obat Generik yang Sama Baiknya dengan Obat Paten