Intervask Tablet 5 mg

03 Jul 2020| Arif Putra

Deskripsi obat

Intervask adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan mengatasi nyeri dada. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Intervask mengandung zat aktif amlodipin yang mampu menurunkan tekanan darah tinggi membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan mengatasi masalah pada ginjal. Amlodipin termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai penghambat saluran kalsium. Obat ini bekerja dengan merelaksasi pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah. Amlodipin juga dapat digunakan untuk mencegah nyeri dada (angina).

Intervask Tablet 5 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (5 mg)
ProdusenInterbat

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengobati peningkatan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Mengatasi serangan jantung.
  • Meringankan nyeri dada akibat penyakit jantung koroner (angina).

Komposisi obat

Amlodipin 5 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Hipertensi dan angina:
    • Dosis awal: 5 mg sebanyak 1 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 10 mg/hari.

  • Pasien yang memiliki tubuh kecil, kondisi lemah, pasien lanjut usia, atau pasien penderita gagal hati: 2,5 mg sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
  • Pembengkakan akibat adanya penumpukan cairan dalam jaringan (edema).
  • Kelelahan.
  • Mengantuk.
  • Mual.
  • Nyeri perut.
  • Sensasi panas dan kemerahan pada kulit.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Pusing.
  • Sakit perut.
  • Gangguan gemetar tak terkendali (tremor).
  • Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah yang dibutuhkan tubuh. Hal ini dikarenakan terjadi kelainan pada otot-otot jantung sehingga jantung tidak bisa bekerja secara normal (gagal jantung kongestif).
  • Pasien lanjut usia.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap dihidropiridin.
  • Pasien yang mengalami penyempitan katup jantung, yang mungkin disebabkan oleh degenerasi dan endapan kalsium atau penyakit katup jantung bawaan, seperti katup aorta bikuspidalis (stenosis aorta).
  • Pasien dengan kondisi di mana jantung Anda tidak mendapatkan cukup aliran darah dan oksigen (angina tidak stabil).
  • Pasien yang memiliki tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Pasien yang mengalami syok yang disebabkan oleh ketidakmampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh (syok kardiogenik).
  • Pasien penderita gagal jantung setelah mengalami (infark miokard akut).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Dapat meningkatkan konsentrasi plasma sistemik dengan obat penekan sistem imun (imunosupresan) seperti siklosporin dan takrolimus.
  • Penggunaan bersama dengan simvastatin dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi serum simvastatin.
  • Peningkatan paparan dengan inhibitor enzim CYP3A4 protease inhibitor, antijamur golongan azole, eritromisin, dan diltiazem.
  • Dapat menyebabkan penurunan konsentrasi plasma dengan induser CYP3A4 seperti rifampisin.

Sesuai kemasan per Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/intervask?type=brief&lang=id
Diakses pada 2 Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/amlodipine?mtype=generic
Diakses pada 2 Juli 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/katerzia-norvasc-amlodipine-342372#0
Diakses pada 2 Juli 2020

RxList. https://www.rxlist.com/consumer_amlodipine_norvasc/drugs-condition.htm#what_other_drugs_interact_with_amlodipine
Diakses pada 2 Juli 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/amlodipine-oral-tablet#side-effects
Diakses pada 2 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/amlodipine.html
Diakses pada 2 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Anda Gagal Tes Medical Check Up? Ketahui Penyebabnya Berikut Ini!

Tes medical check up adalah pemeriksaan yang bertujuan memastikan kondisi kesehatan calon karyawan. Ada beberapa penyakit yang dapat membuat tes medical check up gagal, seperti Hepatitis B, Hepatitis C, HIV/AIDS, TBC, Efusi Pleura, Malaria, dan Kondisi kejiwaan atau neurologis.
13 Jun 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Anda Gagal Tes Medical Check Up? Ketahui Penyebabnya Berikut Ini!

Rontgen Thorax, Bagaimana Prosedurnya dalam Memeriksa Dada?

Rontgen thorax sama dengan pemeriksaan dada menggunakan sinar-X. Padahal, fungsi rontgen thorax lebih dari itu. Rontgen thorax adalah pemeriksaan seluruh bagian dada.
04 Dec 2019|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Rontgen Thorax, Bagaimana Prosedurnya dalam Memeriksa Dada?

Kerokan Bukan Penyebab Angin Duduk, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Banyak mitos yang beredar seputar penyebab angin duduk, mulai dari kerokan hingga penggunaan kipas angin. Padahal, penyakit ini disebabkan oleh berkurangnya suplai darah ke jantung.
04 Nov 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Kerokan Bukan Penyebab Angin Duduk, Ini Penjelasan Ilmiahnya