Indomethacin digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri pada otot dan sendi
Nyeri pada otot dan sendi dapat dikurangi dengan konsumsi indomethacin.

Dialon

Indomethacin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati rasa sakit nyeri ringan hingga sedang yang diakibatkan oleh radang sendi, asam urat, dan tendonitis. Obat ini tidak menyembuhkan radang sendi tetapi hanya menghilangkan rasa sakit selama terus mengonsumsinya.

Indomethacin (Indometasin)
Golongan

Obat Anti-inflamasi Nonsteroid (OAINS)

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Kapsul, injeksi, dan suppositoria

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Mulai kehamilan minggu 30:

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Intravena
Penutupan Patent Ductus Arteriosus (PDA)

  • Anak: Diberikan sebagai 3 dosis IV pada interval 12-24 jam yang diinfuskan selama 20-30 menit. Dosis yang diberikan pada bayi berusia kurang dari 48 jam: 0,2 mg/kg dilanjutkan 2 dosis lebih lanjut 0,1 mg/kg;
  • Bayi berusia 2-7 hari: 3 dosis 0,2 mg/kg; Bayi berusia lebih dari 7 hari: 0,2 mg/kg dilanjutkan 2 dosis lebih lanjut 0,25 mg/kg. Dosis kedua dapat diulang jika duktus tetap terbuka 48 jam setelah pemberian pertama. Pembedahan mungkin dibutuhkan jika neonatus tidak responsif terhadap 2 seri pengobatan.

Ophthalmic
Pencegahan Miosis dalam Operasi Mata

  • Dewasa: 4 tetes 1 hari sebelum operasi dan 4 tetes 3 jam sebelum operasi.

Profilaksis dan Pengurangan Peradangan Okular Pasca Operasi

  • Dewasa: 1 tetes 4-6 kali sehari.

Nyeri Paska Keratektomi Fotorefraktif

  • Dewasa: 1 tetes 4 kali sehari selama beberapa hari setelah proses operasi.

Oral
Nyeri dan Peradangan yang Berhubungan dengan Gangguan Otot dan Sendi

  • Dewasa: Diberikan per oral 25 mg dua kali sehari atau tiga kali sehari, dapat ditingkatkan menjadi 25-50 mg setiap minggu hingga 150-200 mg setiap hari.

Dismenorea

  • Dewasa: Diberikan per oral 75 mg setiap hari.

Gout Akut

  • Dewasa: Diberikan per oral 150-200 mg setiap hari dalam dosis terbagi hingga gejala mereda.

Rektal
Nyeri dan Peradangan yang Berhubungan dengan Gangguan Otot dan Sendi

  • Dewasa: Diberikan suppositoria 100 mg pada malam hari dan diulangi di pagi hari jika perlu.

Ikuti saran dan resep dokter. Dosis didasarkan pada kondisi medis dan respon terhadap pengobatan. Jangan menunggu rasa sakit semakin memburuk.

Efek samping umum ditemukan pada setiap pemakaian obat. Efek samping yang sering terjadi akibat menggunakan obat ini adalah:

  • Nyeri perut
  • Pusing
  • Mengantuk

Efek samping yang jarang namun serius, seperti:

  • Perubahan mental
  • Sakit menelan
  • Gejala gagal jantung
  • Kenaikan berat badan yang tidak biasa

Hubungi dokter jika efek samping tidak menghilang atau menjadi lebih buruk.

Lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terutama bila memiliki kondisi medis sebagai berikut:

  • Depresi mental atau gangguan kejiwaan lainnya
  • Infeksi yang cukup terkontrol.
  • Gangguan hati dan ginjal
  • Kehamilan dan menyusui 

 Konsumsi obat ini tidak disarankan jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Hipersensitivitas
  • Neonatus dengan penyakit jantung kongenital.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Memakai beberapa obat secara bersamaan dengan obat ini dapat menyebabkan interaksi obat. Informasikan kepada dokter semua obat yang sedang Anda konsumsi. Bila diperlukan, dokter akan mengganti atau mengubah dosis obat tersebut. Mengonsumsi obat indometasin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Kadar metotreksat plasma meningkat
  • Peningkatan risiko perdarahan saluran cerna dengan warfarin
  • Mengurangi efek hipotensif
  • Risiko hiperkalemia meningkat (dengan diuretic hemat kalium, ACE inhibitor)
  • Meningkatkan efek antipsikotik (dengan haloperidol).

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/indomethacin-oral-route/before-using/drg-20069700
diakses pada 16 November 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/indometacin/?type=brief&mtype=generic
diakses pada 16 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8880-4186/indomethacin-oral/indomethacin-oral-liquid/details
diakses pada 16 November 2018.

Artikel Terkait