Indinavir digunakan untuk mengobati penyakit infeksi akibat HIV.
Indinavir berguna untuk menurunkan jumlah virus.

Crixivan

Indinavir dikonsumsi sebagai kombinasi bersama obat HIV lain dalam mengobati penyakit infeksi akibat human immunodeficiency virus (HIV). Obat ini dapat menurunkan kadar jumlah HIV dalam tubuh.

Indinavir (Indinavir)
Golongan

Antivirus (penghambat enzim protease)

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Infeksi HIV

  • Dewasa: 800 mg setiap 8 jam. dosis mungkin dikurangi bila digunakan dengan delavirdine, itraconazole, ketoconazole dan rifabutin.
  • Anak: Lebih dari 4 tahun: 500 mg/m2 setiap 8 jam jangan melebihi dosis dewasa.

Ikuti saran dan resep dokter.

  • Minum obat ini dengan perut kosong (1 sampai 2 jam sebelum makan).
  • Dalam pengobatan ada dasar dosis yang harus dipenuhi seperti usia, berat badan, dan kondisi medis.
  • Minum dengan makanan ringan (roti) dan atau dengan cairan (jus) jika mengalami sakit perut.
  • Konsumsi obat ini secara teratur sesuai dengan resep dokter.

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat. Efek samping yang sering terjadi akibat menggunakan obat ini adalah:

  • Nyeri perut
  • Mual, muntah
  • Nyeri dada
  • Penurunan nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Mati rasa
  • Nyeri otot

Efek samping yang jarang namun serius, di antaranya:

  • Gangguan irama jantung
  • Gangguan produksi atau perubahan warna urine
  • Mudah berdarah

Hubungi dokter jika efek samping tidak menghilang atau menjadi lebih buruk.

Lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu terutama pada kondisi medis berikut:

  • Riwayat/risiko batu ginjal
  • Hiperbilirubinemia
  • Diabetes
  • Hemofilia
  • Kehamilan dan menyusui 

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Hipersensitivitas
  • Kerusakan hati berat

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan

Memakai beberapa obat secara bersamaan dengan obat ini dapat menimbulkan interaksi obat. Informasikan dokter Anda semua obat yang sedang Anda konsumsi. Bila diperlukan, dokter akan mengganti atau mengubah dosis obat tersebut.

Mengonsumsi obat indinavir dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Konsentrasi meningkat (dengan ketoconazole, delavirdine, dan ritonavir)
  • Efikasi berkurang (dengan efavirenz atau rifampicin, nevirapine)
  • Risiko ergotisme dengan derivatif ergot meningkat

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/indinavir
Diakses pada 14 November 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/indinavir-oral-route/side-effects/drg-20064326
Diakses pada 14 November 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/indinavir/?type=brief&mtype=generic#Contraindications
Diakses pada 14 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12320/indinavir-oral/details
Diakses pada 14 November 2018.

Artikel Terkait