Inderal tablet

22 Agu 2020| Ajeng Prahasta

Deskripsi obat

Inderal tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dada, gangguan irama jantung, dan menurunkan tekanan darah tinggi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Inderal tablet mengandung zat aktif propranolol.
Inderal tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET0
Produk HalalYa
Kandungan utamaPropranolol.
Kelas terapiAntihipertensi.
Klasifikasi obatBeta blocker.
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 tablet (10 mg; 40 mg)
ProdusenAstra Zeneca

Informasi zat aktif

Propranolol merupakan obat golongan penghambat beta adrenergik nonselektif yang secara kompetitif memblokir reseptor beta1 dan beta2 yang mengakibatkan terjadinya penurunan denyut jantung, kontraktilitas miokard, tekanan darah tinggi, dan kebutuhan oksigen miokard. Obat ini memiliki efek inotropik negatif dan aktivitas menstabilkan membran tetapi tidak memiliki aktivitas simpatomimetik intrinsik.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, proppranolol diketahui memiliki status:

  • Absorbsi: Hampir seluruhnya terserap dari saluran pencernaan. Ketersediaan hayati sekitar 25%. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak sekiranya selama 1-2 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas, melintasi sawar darah otak dan plasenta, memasuki ASI. Volume distribusi sebanyak 4 L/kg. Pengikatan protein plasma sekitar 90%.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme hati melalui isoenzim CYP2D6, dan CYP1A2 hingga 4-hidroksipropranolol (aktif secara biologis).
  • Ekskresi: Terutama melalui urin (96-99%, <1% sebagai obat tidak berubah). Waktu paruh eliminasi kira-kira selama 3-6 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mencegah nyeri dada (angina).
  • Mengatasi gangguan irama jantung yang tidak teratur.
  • Mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Mengobati gangguan jantung atau peredaran darah lainnya.
  • Mencegah serangan jantung.
  • Mengurangi keparahan sakit kepala sebelah (migrain).

Propranolol merupakan obat golongan beta bloker yang bekerja dengan cara memblokir kerja dari bahan kimia alami tertentu dalam tubuh (seperti epinefrin) yang dapat memengaruhi jantung dan pembuluh darah. Efek ini dapat mengurangi kecepatan detak jantung, menurunkan tekanan darah, dan meredakan ketegangan yang terjadi pada jantung.

Komposisi obat

  • Inderal tablet 10 mg: propranolol 10 mg.
  • Inderal tablet 40 mg: propranolol 40 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Freokromositoma:
    • Kombinasi dengan alfa blocker: 60 mg/hari, dikonsumsi selama 3 hari sebelum menjalani operasi. Jika tumor tidak dapat dioperasi, 30 mg/hari dalam dosis terbagi.
  • Hipertensi:
    • Dosis awal: 40-80 mg, dosis dapat ditingkatkan dengan interval mingguan sesuai dengan respon pasien.
    • Dosis lazim: 160-320 mg/hari.
    • Dosis maksimal: 640 mg/hari.
  • Infark miokard: 40 mg sebanyak 4 kali/hari dikonsumsi selama 2-3 hari diikuti dengan 80 mg dua kali sehari.
    • Dosis alternatif: 180-240 mg/hari dalam dosis terbagi. Dosis diberikan dalam 5-21 hari setelah serangan jantung.
  • Hipertensi portal: 40 mg sebanyak 2 kali/hari, dosis dapat ditingkatkan dengan interval tiap 1 minggu hingga 160 mg.
  • Mencegah migrain: 40 mg sebanyak 2-3 kali/hari. Rentang dosis yang lazim digunakan: 120-240 mg/hari.
  • Aritmia kardiak: 30-160 mg/hari, dikonsumsi dalam dosis terbagi.
  • Tumor essensial:
    • Dosis awal: 40 mg sebanyak 2-3 kali/hari. Rentang dosis yang lazim digunakan: 120-240 mg/hari.
  • Kecemasan: 10-40 mg sebanyak 2-3 kali/hari.
  • Angina pektoris: 40 mg sebanyak 2-3 kali/hari. Rentang dosis yang lazim digunakan: 120-240 mg/hari.
    • Dosis maksimal: 240 mg/hari.
  • Kardiomiopati hipertonik: 10-40 mg sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Hipertiroidisme: 10-40 mg sebanyak 3-4 kali/hari.

Anak-anak:

  • Feokromositoma: 0,25-0,5 mg/kgBB sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Hipertensi: 1 mg/kgBB/hari dalam 2 dosis terbagi. Rentang dosis yang lazim digunakan: 2-4 mg/ kgBB/hari dalam 2 dosis.
    • Dosis maksimal: 4 mg/kgBB hari dalam 2 atau 3 dosis terbagi.
  • Profilaksis migrain:
    • 12 tahun ke bawah: 10-20 mg sebanyak 2-3 kali/hari.
    • 12 tahun ke atas: 40 mg sebanyak 2-3 kali/hari dosis ditingkatkan dengan interval 1 minggu hingga 160 mg/hari.
    • Dosis maksimal: 240 mg/hari.
  • Aritmia kardiak: 0,25-0,5 mg/kgBB sebanyak 3 kali/hari.
  • Hipertiroidisme: 0,25-0,5 mg/kgBB sebanyak 3 kali/hari.

Dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong.

Efek samping obat

  • Kesulitan tidur (insomnia) atau mimpi buruk.
    Cobalah untuk mengonsumsi propranolol pada pagi hari, jika obat dikonsumsi lebih dari sekali sehari, konsultasikan dengan dokter dan mungkin dapat mengubah propranolol ke dalam bentuk tablet lepas lambat.
  • Jari tangan atau kaki terasa dingin.
    Letakkan tangan atau kaki di bawah air hangat yang mengalir, kemudian pijat dan goyangkan jari tangan dan kaki. Jangan merokok atau mengonsumsi minuman yang mengandung kafein karena dapat menyempitkan pembuluh darah dan membatasi aliran darah ke tangan dan kaki. Cobalah gunakan sarung tangan dan kaus kaki hangat. Hindari menggunakan jam atau gelang yang ketat.
  • Merasa lelah atau pusing.
    Efek samping ini akan hilang jika sudah biasa mengonsumsi propranolol. Ketika mengalami pusing, duduk atau berbaring hingga Anda merasa lebih baik. Hindari mengonsumsi alkohol karena dapat memperburuk keadaan.
  • Mual.
    Tetaplah untuk mengonsumsi makanan sederhana, hindari makan terlalu banyak atau makanan pedas. Cobalah untuk mengonsumsi propranolol setelah makan untuk membantu mengurangi rasa mual.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Mulut kering.
  • Mata kering.
  • Diare.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang mengalami mati rasa pada kaki dan tangan yang disebabkan akibat stress atau suhu dingin (sindrom Raynaud).
  • Pasien dengan kondisi yang menyebabkan kekurangan aliran darah pada beberapa bagian tubuh (myasthenia gravis).
  • Pasien dengan blok jantung derajat 1.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita kulit kering, bersisikm tebal, mudah terkelupas, dan ruam kemerahan yang disebabkan karena peradangan kulit (psoriasis).
  • Pasien penderita penyakit tiroid.
  • Hindari penghentian penggunaan secara mendadak.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan inderal tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami nyeri dada akibat terjadinya kejang pada salah satu arteri koroner sehingga darah ke jantung menjadi berkurang (angina prinzimental).
  • Pasien dengan riwayat asma bronkial.
  • Pasien yang mengalami perlambatan denyut jantung (bradikardia).
  • Pasien yang mengalami gangguan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh (syok kardiogenik).
  • Pasien penderita pepnyakit saluran pernapasan obstruktif kronik.
  • Pasien yang mengalami pengencangan otot-otot bronkus (bronkospasme).
  • Pasien dengan blok jantung derajat 2 atau 3.
  • Pasien yang mengalami sindrom sakit sinus.
  • Pasien yang memiliki tumor pada kelenjar adrenal yang menyebabkan kadar hormon menjadi berlebih (freokromositoma) yang tidak diobati.
  • Pasien yang memiliki tekanan darah rendah atau di bawah batas normal (hipotensi).
  • Pasien yang memiliki kadar asam yang tinggi dalam tubuh (asidosis metabolik).
  • Pasien penderita gangguan peredaran darah arteri perifer yang berat.
  • Pasien penderita gagal jantung yang tidak terkontrol.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Penghambat neuron adrenergik dan penghilang katekolamin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan efek dari obat propranolol sehingga dapat menyebabkan risiko terjadinya penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Miokard lain, antagonis kalsium, dan obat penurun kadar gula darah (hipoglikemia).
    Propranolol dapat menyebabkan terjadinya peningkatan efek depresan jika dikonsumsi dengan obat di atas.
  • Isoprenalin.
    Isoprenalin dapt menurunkan efek dari obat propranolol sehingga propranolol bekerja dengan tidak maksimal.
  • Noradrenalin dan adrenalin.
    Penggunaan propranolol dapat menyebabkan peningkatan terjadinya efek penyempitan pembuluh darah (vasokonstriktor) perifer.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika mengalami sesak napas, mengi, dan sesak di dada bisa menjadi tanda terjadinya masalah pada paru-paru. Kulit kuning atau bagian putih mata Anda menguning bisa menjadi tanda masalah pada hati.
  • Jika mengalami sesak napas yang disertai batuk yang semakin parah saat Anda berolahraga (seperti berjalan menaiki tangga), pergelangan kaki atau tungkai bengkak, nyeri dada, atau detak jantung tidak teratur bisa menjadi tanda-tanda terjadinya masalah jantung

Drugs. https://www.drugs.com/inderal.html
Diakses pada 12 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/propranolol
Diakses pada 12 Agustus 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/propranolol-oral-tablet#about
Diakses pada 12 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/propranolol.html
Diakses pada 12 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-10404-9168/propranolol-oral/propranolol-oral/details
Diakses pada 12 Agustus 2020

MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/316061#side_effects
Diakses pada 12 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/propranolol/
Diakses pada 12 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682607.html
Diakses pada 12 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kenali Jenis Obat Darah Tinggi yang Aman Dikonsumsi Ini

Obat darah tinggi hadir dengan berbagai jenis dan fungsinya. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapat obat penurun darah tinggi yang tepat sesuai dengan keluhan Anda.
04 Dec 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Kenali Jenis Obat Darah Tinggi yang Aman Dikonsumsi Ini

Seperti Apa Bunyi Jantung Normal dan Abnormal? Ini Penjelasannya

Bunyi jantung berasal dari katup jantung yang membuka dan menutup saat darah mengalir. Namun, terdapat perbedaan antara bunyi jantung normal dan abnormal.
17 Sep 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Seperti Apa Bunyi Jantung Normal dan Abnormal? Ini Penjelasannya

Berbagai Pilihan Obat Hipertensi yang Biasa Diresepkan Dokter

Modifikasi gaya hidup seperti mengurangi konsumsi garam dan lemak serta rutin olahraga bisa membantu mengurangi dan mengontrol tekanan darah tinggi. Namun bila upaya tersebut kurang membuahkan hasil, maka diperlukan obat hipertensi untuk mengontrol tekanan darah.
24 Oct 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Berbagai Pilihan Obat Hipertensi yang Biasa Diresepkan Dokter