Imodium tablet 2 mg adalah obat yang digunakan untuk mengobati diare akut nonspesifik dan diare kronik.
Imodium tablet 2 mg adalah obat yang digunakan untuk mengobati diare akut nonspesifik dan diare kronik.
Imodium tablet 2 mg adalah obat yang digunakan untuk mengobati diare akut nonspesifik dan diare kronik.
Imodium tablet 2 mg adalah obat yang digunakan untuk mengobati diare akut nonspesifik dan diare kronik.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 84.895/strip (10 tablet) per Desember 2019.
Kemasan 1box isi 1 strip @10 tablet (2 mg)
Produsen Taisho Pharmaceutical Indonesia

Imodium tablet adalah obat yang digunakan untuk mengobati diare akut nonspesifik dan diare kronik. Obat ini merupakan golongan obat keras yang memerlukan resep dokter. Imodium mengandung zat aktif loperamide HCI.

Mengobati pasien 18 tahun ke atas dengan diare akut nonspesifik dan diare kronik sehubungan dengan peradangan pada saluran pencernaan (inflammatory bowel disease) yang refrakter.

  • Diare akut:
    • Dosis awal: 2 tablet (4 mg) diikuti 1 tablet (2 mg) setiap selesai buang air besar.
  • Diare kronik:
    • Dosis awal: 2 tablet (4 mg). Dosis awal disesuaikan sampai 1-2 kali feses keras sehari yang biasanya dicapai dengan dosis 1-6 tablet (2-12 mg)/hari.
    • Dosis maksimal: 8 tablet (16 mg)/hari.

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

  • Mual.
  • Muntah.
  • Sakit kepala.
  • Mulut kering.
  • Buang angin (flatulen).
  • Kram perut (kram abdoman)
  • Nyeri spasmodik yang parah di perut yang disebabkan oleh distensi, obstruksi atau peradangan (kolik).
  • Perut kembung (meteorismus).
  • Nyeri perut (nyeri abdominal).
  • Penderita hipersensitif terhadap hydrochlomide atau zat tambahan lain dalam kandungan obat.
  • Bayi 24 bulan ke bawah.
  • Tidak dianjurkan sebagai terapi utama:
    • Pasien disentri akut yang ditandai dengan darah pada feses dan demam tinggi.
    • Pasien dengan kondisi peradangan kronis yang terjadi pada usus besar dan rektum (colitis ulseratif) akut.
    • Pasien dengan kondisi peradangan yang terjadi pada usus besar atau usus halus (enterokilitis) bakteri yang disebabkan oleh organisme invasif termasuk Salmonella, Singella dan Sempylobacter.
    • Pasien dengan kondisi peradangan usus besar (colitis pseudomembramos) yang berkaitan dengan pengunaan antibiotik spektrum luas.
  • Pasien AIDS dengan diare bila tampak gejala awal distensi abdomen.
  • Pasien dengan diare akut yang tidak ada perbaikan klinik dalam waktu 48 jam.
  • Pasien ganguan fungsi hati.
  • Pasien gangguan fungsi ginjal.
  • Wanita hamil dan menyusui.

Sesuai kemasan per Desember 2019

Artikel Terkait