Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Immune globulin (Alias: -)

Ditulis oleh dr. Joni Indah Sari
Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Merk dagang yang beredar:

Tetagam P

Imunoglobulin adalah bagian dari plasma darah manusia yang berfungsi sebagai antibodi untuk pertahanan tubuh terhadap kuman atau penyakit. 

Imunoglobulin yang terdapat dalam darah donor dapat dipisahkan menjadi produk immune globulin. Immune globulin kemudian dapat diberikan lewat suntikan intravena kepada orang yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh seperti Idiopatik trombositopenik purpura (ITP), Chronic inflammatory demyelinating polyneuropathy (CIDP), dan Imunodefisiensi humoral primer (PID).

Immune globulin (-)
Golongan

antisera

Kategori Obat

Obat keras/obat resep

Bentuk Obat

Suntikan intravena

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Keamanan penggunaan immune globulin selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Dosis immune globulin pada umumnya adalah sebagai berikut:

Idiopatik trombositopenik purpura (ITP):

  • 1 g/kg/hari selama 2 hari berturut-turut atau 0,4g/kg/hari selama 5 hari berturut-turut 

Chronic inflammatory demyelinating polyneuropathy (CIDP)

  • 2 g/kg dalam dosis terbagi selama 2-4 hari berturut-turut 

Imunodefisiensi humoral primer (PID)

  • 300-600 mg/kg diberikan setiap 3-4 minggu sekali 

Dosis immune globulin berbeda-beda tergantung pabrik pembuat produk obat. Oleh karena itu sesuaikan dosis pemberian immune globulin berdasarkan petunjuk kemasan.

Aturan pakai Immune globulin dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan immune globulin sebelum penggunaan.

Efek Samping

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Saat pemberian immune globulin dapat terjadi beberapa efek samping yang meliputi: 

  • Demam dan menggigil
  • Kram otot
  • Nyeri sendi/punggung belakang
  • Muntah
  • Sesak napas 
  • Flushing (wajah atau area kulit lainnya memerah)

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut: 

  • Memiiki riwayat alergi lainnya
  • Mengalami masalah kekebalan tubuh tertentu (defisiensi immunoglobulin A, gamopati monoklonal)
  • Kadar trigliserida darah tinggi 
  • Mengalami migren
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Mengalami dehidrasi
  • Baru saja atau akan mendapat vaksinasi
  • Akan menjalani operasi 

Kontraindikasi 

Jangan menggunakan immune globulin jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Alergi terhadap immune globulin atau zat lain yang terdapat dalam obat serta produk antisera/antibodi lainnya
  • Peradangan selaput otak (meningitis) yang bukan disebabkan infeksi
  • Diabetes dan hipertensi
  • Peningkatan antibodi dalam darah
  • Anemia hemolitik
  • Gagal jantung kronis
  • Kekakuan dan penyumbatan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak
  • Berisiko tinggi mengalami pembekuan darah
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Orang yang harus bedrest
  • Penurunan volume darah
  • Gangguan fungsi paru akibat transfusi (transfusion related acute lung injury)
  • Infeksi sistemik dalam darah (sepsis)

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Menggunakan immune globulin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Antibiotik golongan aminoglikosida
  • Obat untuk memperlancar buang air kecil (diuretik) seperti furosemid
  • Vaksin yang terbuat dari virus hidup yang dilemahkan seperti vaksin campak, mumps (gondongan), dan rubella (campak Jerman)
  • Produk immune globulin dari pabrik yang berbeda

Masih banyak kemungkinan interaksi obat yang dapat terjadi karena penggunaan immune globulin dengan obat lain secara bersamaan. Oleh karena itu beritahukanlah semua obat yang sedang Anda konsumsi kepada dokter sebelum penggunaannya untuk menghindari interaksi. 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merk tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Referensi

Drugs https://www.drugs.com/pregnancy/immune-globulin-intravenous.html
Diakses 7 September 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/gamunex-c/?type=brief
Diakses 7 September 2019

Rx List https://www.rxlist.com/gamunex-drug.htm#interactions
Diakses 7 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/immunoglobulin-therapy#1
Diakses 7 September 2019

Artikel Terkait:
Back to Top